Posted by: niadilova | 15/07/2019

PPM #216: Wakil Presiden Mohammad Hatta akan meresmikan Universitas Andalas (1956)

Hatta akan resmikan Universitas Andalas di Bukittinggi

            Menurut kawat yang direrima di Bukittinggi kunjungan Wakil Presiden Hatta dan rombongan akan sampai di Padang dan terus ke Bukittinggi pada tanggal 12 September [1956] yang akan datang. Rombongan Wakil Presiden terdiri 32 orang, antara lain Wakil Presiden sendiri, Menteri PPK Sarino, Menteri Perhubungan Sabilal Rasjad, Menteri Pertanian Eni Karim, Menteri Muda Pertanian Sjech Marhaban, Menteri Negara Urusan Umum H. Roesli A. Wahab, Menteri Urusan Veteran Dachlan Ibrahim, Menteri Kesehatan Dr. Sinaga, Ketua DPR, para presiden universitas2 di Indonesia, para ketua Dewan Kurator, kerua Madjelis Pengetahuan Umum serta pedjabat2 lainnya.

            Menurut atjaranya, sesampainya Wakil Presiden dilapangan Tabing Padang tgl. 12/9, pada djam 09.50 berangkat ke Gubernuran di Padang. Sesudah makan siang, Wkl. Presiden dan rombongan berangkat ke Bukittinggi dan istirahat sampai pagi. Kamis tgl. 13 September Wakil Presiden bersama rombongan akan meresmikan Universitas Andalas dan malamnya akan menghadiri satu pertunjukan kesenian digedung Nasional.”

***

Laporan harian Waspada (Medan), edisi No. 2744, TAHUN KE – X, DJUM’AT 31 AGUSTUS 1956 tentang jadwal dan program acara kunjungan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Drs. Mohammad Hatta, ke Sumatera Barat pada pertengahan September 1956.

Rupanya rombongan Wakil Presiden cukup besar: 32 orang, meliputi beberapa orang menteri, para rektor (presiden) universitas-universitas yang sudah ada di Indonesia, khususnya di Jawa, pada waktu itu

Peresemian ini dilakukan di kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam UNAND di Bukittinggi pada tanggal yang telah disebutkan di atas (13 September 1956).

Fakultas Kedokteran yang berkampus di Bukittinggi adalah satu dari lima fakultas pertama UNAND. Kampus kelima fakultas itu tersebar di beberapa kota di Sumatera Barat.

Selain Fakultas Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam yang juga berkampus di Bukittinggi, tiga fakulatas pertama lainnya adalah: Fakultas Hukum yang berkampus di Padang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang berkampus di Batusangkar, dan Fakultas Pertanian yang berkampus di Payakumbuh. Kelima fakultas tersebut sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi yang ada si Sumatera Barat.

Cikal bakal UNAND adalah sbb: Pada tahun 1949, Pemerintah Indonesia berencana membangun tiga fakultas di Sumatera, yaitu Fakultas Hukum di Padang, Fakultas Ekonomi di Medan, dan Fakultas Pertanian di Palembang. Namun rencana itu tak kunjung terwujud.

Akibat penundaan itu, Yayasan Sriwijaya yang dibentuk oleh beberapa orang intelektual asal Sumatera mengambil inisiatif dengan mendirikan Balai Perguruan Tinggi Hukum Pancasila (BPTHP) di Padang pada tanggal 17 Agustus 1951.

Mengikuti langkah Yayasan Sriwijaya itu, kemudian pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) di Batu Sangkar pada tanggal 23 Oktober 1954, Perguruan Tinggi Negeri Pertanian di Payakumbuh pada tanggal 30 November 1954, dan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam di Bukittinggi pada tanggal 7 September 1955.

Keempat perguruan tinggi itu diresmikan oleh Wakil Presiden Hatta. Seiring dengan itu, Yayasan Sriwijaya juga menyerahkan BPTHP kepada Pemerintah Propinsi Sumatera Tengah. Semenjak itu BPTHP berganti nama dengan Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat,” yang belakangan berganti nama lagi menjadi Fakultas Hukum pada tahun 1983.

Itulah serba sedikit tentang sejarah awal UNAND, universitas tertua di Pulau Sumatera.

 

Dr. Suryadi – Leiden University, the Netherlands/ Padang Ekspres, Minggu 14 Juli 2019


Responses

  1. H. Roesli A (Abdoel) Wahab, Menteri Negara Urusan Umum yang menyertai Wakil Presiden Moh. Hatta dalam kunjungan tersebut adalah anak Nagari Koto Tangah Kec. Suliki, Luhak Limo Puluah Koto. Sebelum diangkat Soekarno menjadi Menteri urusan Umum beliau adalah anggota DPR RI hasil pemilu tahun 1955 wakil dari partai Perti yang berasal dari Dapil Sumatera Tengah. H. Roesli Abdoel Wahab hanya sebentar menjadi menteri. Mungkin karena tidak cocok atau tidak sejalan denga Soekarno, Roesli Abdoel Wahab memilih mengundurkan diri.

  2. Terima kasih atas tambahan maklumat yang berharga ini ini, Bapak. Apakah ada buku biografi atau memoar Bapak H. Roesli Abdoeal Wahab ini, Bapak ‘parintangrintang’?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: