Tjermin, No. 23, TAHUN KE-11, 15 OKTOBER 1950, p.22-CROP

Di bawah foto ini terdapat keterangan sebagai berikut:

“Henk Rondonuwu, bekas menteri penerangan N.I.T. [Negara Indonesia Timur] dengan Nona Gadis Rasjid, dengan siapa ia telah menikah pada 27 September j.l. [1950] di Djakarta. Nona Gadis Rasjadi adalah wartawan wanita Indonesia jang terkenal. (Klise: “Pewarta Surabaja”).

Sumber foto: Majalah Tionghoa Tjermin (Surabaya), No. 23, TAHUN KE-11, 15 OKTOBER 1950, hlm.28

Advertisements

Majalah Tjermin (Surabaya),No.46, 1951,p.4

Salinan teks pada iklan ini:

“ANGGUR OBAT KOLESOM

(TJAP POTRET DAN 5 KOLESOM)

Read More…

Posted by: niadilova | 09/07/2019

Stellingen disertasi #63 [studi media]: Dr. Wijayanto

20190708_175028-cropStellingen

“The case Kompas, the biggest and oldest daily newspaper in Indonesia, shows that a change of political regime from authoritarianism to democracy is not necessarily follow by changes in the way the news media writes” (Stelling No. 5)

“Past experience of banning under an authoritatian regime has made Kompas daily newspaper fearful and cautious in its coverage.” (Stelling No. 6)

“This fearfulness on the part has been exacerbated by the experience of having been attacked by Islamic fundamentalists for its coverage on Islamic issues, which the attackers suspect is coloured by its Chatolic-minority roots.”  (Stelling No. 7)

Read More…

Selamat djalan

   Pembantoe kita S. di Palembang telah kabarkan kepada kita begini:

   Selang beberapa hari partij kominis disini meadadan (sic) pertemoean di Ilir 28 jaitoe berhoeboeng dengan berangkatnja toean Oesman gel. Soetan Keadilan bekas verantwoordelijk redacteur Njala keloear negeri.

   Toean Oesman itoe akan pergi ke Moskou atau lain-lain negeri jang oleh dia dipandang sebaiknja didatangi perloe mempeladjari prakktijknja kominisme.

   Teman-teman tak ketinggala dalam menjokongnja dia itoe, biarpoen dengan oeang.”

***

Read More…

Itoe permintaan v. Zijp dan belasting roemah adat.

        Berhoeboeng dengan poetoesan rapat jang diadakan di Soelit Air (S.W.K.) tentang permintaan itoe v. Zijp hendak mentjari barang tambang pada tanah bahagian Soelit Air dan tentang pertanjaan pemerintah peri hal taksiran sewa roemah roemah adat, itoe keempat orang wakil, jang telah ditentoekan, pada hari Sabtoe ddo. 27 Maart j.l. [1926] telah datang kemoeka Hoofd van Plaatselijk Bestuur di Solok.

        Dari hasil koendjoengan itoe, pembantoe kita chabarkan sebagai berikoet:

        Setelah wakil wakil itoe mengemoekakan keberatan keberatan, jang telah dipoetoeskan pada rapat jang terseboet diatas, (lihat Hindia Baroe tanggal 3 April, No 77) Hoofd van Paaltselijk Bestuur berdjandji akan menjoeroeh periksa kepada Controleur 1/b.

       Lebih djaoeh Hoofd van Pl. Bestuur menerangkan, kalau sekiranja keberatan keberatan itoe ada benar dan mempoenjai alasan jang tjoekoep, ia dengan segala senang hati soeka meneroeskannya keatas, oleh karena mana pada pikirannja permintaan v. Zijp itoe akan ditolak.

[…]

***

Read More…

ZAIMAR SALEH GADIS PERTAMA AHLI PENGAWETAN TANAH

   Seorang puteri petani dari Minang kabau baru2 ini telah menjelesaikan latihannja pada Lembaga Perentjana Tatabumi di Bogor dan dengan demikian ia mendjadi gadis Indonesia pertama jang bekerdja sebagai ahli teknik pengawetan tanah.

   Zaimar Saleh jang kini berusia 22 tahun, berasal dari desa Empat Angkat tidak djauh dari Bukittinggi di Sumatera Tengah. Dia dan teman2 sekelasnja jang lain akan mulai bekerdja bulan ini sebagai ahli teknik pengawetan tanah. Dalam bulan Oktober lalu mereka telah selesai mendjalani latihan djabatan jang lamanja empat bulan.

   Sedjak tahun 1955, kursus latihan pengawetan tanah dari departemen pertanian telah melatih teknisi2 muda jang bekerdja dalam program penggunaan tanah (land-use) diseluruh Indonesia.

   Empatpuluh orang teknisi pengawetan tanah jang kini bekerdja diseluruh Indonesia telah mengikuti latihan di Bogor, dan tigapuluh orang lainnja telah memperoleh latihan landjutan diluar negeri. ICA telah turut membantu pemerintah Indonesia dalam program latihan ini.

[…]

***

Read More…

Posted by: niadilova | 17/06/2019

PPM #212: Rangkayo Rasuna Said Wafat (1965)

“Innalillahi Wainailaihi Rodjiun

     Pada tanggal 2 Nopember 1965 telah wafat RANGKAJO HADJI RASUNA SAID, anggota Dewan Pertimbangan Agung, golongan wanita. Pemakaman pada tanggal 3 Nopember telah dilakukan dengan upatjara kebesaran di TAMAN PAHLAWAN KALIBATA.

     Almarhumah adalah seorang wanita Indonesia jang sejak zaman kolonial berdjuang dengan gigihnja untuk kemerdekaan tanah air.

     RANGKAJO RASUNA SAID sebagai pedjuang wanita Islam pula bergerak dilapangan pendidikan dan pernah mengemudikan madjalah “MENARA PUTERI” di Medan.

     Pada tahun 1948- 1953, almarhumah duduk sebagai anggota Pusat Pimpinan Perwari.

Read More…

PAKAN BAROE – PAJACOMBO

(oleh correspondent kita)

            Telah tiga setengah boelan lamanja kita tinggal di Pakan Baroe.

Dalam waktoe jang sekian lamanja banjaklah kita mendapat pemandangan. Barangkali ada jang perloe boeat kepentingan oemoem.

Pembatja dipersilahkan memperhatikannja!

Negeri Pakan Baroe, jang terletak ditepi soengai Tapoeng, banjak pendoedoeknja ada kira2 3000 djiwa, bangsa Tionghoa sadja hamoir seperdoea dari djoemlah itoe. Negeri itoe masoek djadjahan Soeltan Siak Sri Indrapoera jang diwakili dinegeri itoe oleh seorang Datoek Districhoofd.

Read More…

Hindia Baroe, No.95, Tahoen X, Rebo 29 April 1926-crop

Sumber:  Surat kabar Hindia Baroe, No.95, Tahoen X, Rebo 29 April 1926.

PEMANDANGAN ISLAM DAN DJAGO! DJAGO!

            Kedoeanya nama soerat chabar jang terbit di Padang Pandjang tetapi diharap soepaja toean-toean dan engkoe engkoe akan menerima lagi kedatangannya “PEMANDANGAN ISLAM” didalam ini minggoe djoega.

            Dikeloearkan oleh PENOENTOET AGAMA ISLAM DI PADANG PANDJANG.

            Isinja menerangkan dan memperbintjangkan asas dan pemandangan ISLAM SEDJATI dalam golongan PERGERAKAN DOENIA jang bakal mentjapai KESELAMTAN ACHIRAT menoeroet setjara kehendaknja masa jang kaloe ini.

            Beroesaha menjokong dan membantoe gerakan BERSAMA jang bergoena oentoek RAJAT dan TANAH AIR kita.

Read More…

Madjalah PERUSAHAAN NEGARA,No. 6-7, Th. I, Djuni-Djuli '61, hlm.16-crop

Sumber: Madjalah PERUSAHAAN NEGARA, No. 6-7, Th. I, Djuni-Djuli ’61, hlm.16

Older Posts »

Categories