Posted by: niadilova | 30/12/2018

Ranah Minang: Gudang Insan Pers

Hasril Chaniago dkk (2018)Judul: 121 Wartawan Hebat dari Ranah Minang & Sejumlah Jubir Rumah Bagonjong

Penulis: Hasril Chaniago dkk.

Penerbit: Panitia Pelaksana Daerah Hari Pers Nasional 2018, Biro Humas Setda Provinsi   Sumatera Barat, Padang

Tahun terbit: Februari 2018 (Cet. 1)

Tebal: xvi + 511 halaman

ISBN: 978-602-51382-0-1

Peresensi: Suryadi*

Read More…

Advertisements

Leden tegenregering te arresteren

SINGAPORE (Afp). – De chef-staf van Indonesische strijdkrachten, generaal Nasution, heef een arrestatie-bevel uitgevaardigd tegen Sjafruddin Prawiranegara en vijf andere leden van tegenregering op Sumatra, aldus heeft radio Djakarta medegedeeld.

De vijf andere Ministers zijn Burhanuddin Harahap, Sumitro, Saladin Taib, Abdul Gani Usman en Mohammmed Sjafei. De Ministers worden beschuldigd van pogingen om de wettige Regering van Indonesië omver te werpen door het vormen van revolutionaire Regering.”

***

Read More…

Posted by: niadilova | 30/12/2018

Karikatur Nusantara@68: Irian Masuk Indonesia (1950)

Mimbar Indonesia, No.34, Th.IV,26 Agustus 1930,p.31

Sumber: Mimbar Indonesia, No.34, TAHUN IV,26 AGUSTUS 1950: 31

Mimbar Indonesia. Independent Npn - Partij, No. 21, TAHUN IV, 27 Mei 1950, p.28-crop

Sumber: Mimbar Indonesia. Independent Non-Partij, No. 21, TAHUN IV, 27 Mei 1950: 29

NEGARA BANGUN

I

Bagai kesuma putih, tersebar wangi atas lautan daun hijau,

Djauh tertjium harumnja, dibawa pergi angin jang lalu,

terserak terletak ditengah-tengah samudra biru –

padam sebuah rangkaian pulau-pulau –

 

Tenang-sabar tampaklah ia dalam buih-gelombang tiap zaman,

jang datang dan pergi, tiap kali membawa

perubahan hawa-suasana; tetap tenang

dibiarkannja masa menekan djiwanja:

Read More…

Bondan Kanumoyoso 1-cropStellingen:

“The socio-economic expansion of Batavia into its hinterland could only managed properly after the vicinity of Batavia had been completely pacified at the end of seventeenth century”. (Stelling No. 1)

“Many kinds of ecological problems which faced by Batavia and the Ommelanden at the beginning of the eighteenth century, such as water pollution, banjir, and deforestation, still exist or have even worsened in present-day Jakarta (Stelling No. 10)

“It is very important for the Indonesian historians to see their national history from their point of view” (Stelling No. 12)

Read More…

De oud-hoofddjaksa overleden.

In den afgelopen nacht is, in den ouderdom van 63 jaar, overleden Mohamad Rasad gelar Maharadja Soetan, oud-hoofddjaksa bij den Landraad alhier [Medan], laatstelijk griffier van de Kerapatan en lid van de Landraad.

De overledene was in Inlandsche kringen een bekende figuur en werd door de rechtelijke macht en allen, die met hem in den loop der jaren en aaraking kwamen, hoog gewardeerd.

 In Juli 1924 werd Mohamad Rasad gepensioneerd, na het gouvernment 42 jaar lang trouw gediend te hebben. Zijn verdiensten werden beloond met de zilveren ster voor trouw en verdienste en met zijn benoeming tot Ridder in de Orde Oranje Nassau.

Hedenmiddag eeft de ter aarde bestelling plaats, waarbij de gouverneur zich zal doen vertegenwoordigen.”

***

Read More…

20180420_164611-crop

20180420_164636-crop

Keterangan gambar: Atas: Kompleks pertokoan Eigen Hulp yang dirancang oleh arsitek Ir. J.F. van Hoytema; bawah: Bangunan Pasar Glodok yang dirancang oleh arsitek Ir. B.J.K. Kramer; keduanya terletak di Batavia.

Sumber foto: Majalah De Ingenieur, orgaan het Koninklijke Instituut van Engineurs en van de Vereeniging van Delftstsche Ingenieurs, 39e jaargang,  No. 22, 31 Mei 1934: 401.

Posted by: niadilova | 08/12/2018

Kilas balik: KONGRES NADHLATOEL ‘OELAMA [1928]

logo nu klasikKongrés itoe diadakan disoerabaja pada tanggal 9 sampai 11 October ini [1928]. Ada 29 perkara jang dibitjarakan, misalnja ta’lik kawin, hal karantina, hal membedah majat d.l.l.

Ta’lik kawin. Telah sekian lamanja di Djawa Tengah, demikian poela di Djawa Barat dilakoekan orang soeatoe ta’lik (perdjandjian) kawin. Beberapa orang ‘oelama dari Djawa Timoer mengatakan, bahwa ada kalanja ta’lik kawin itoe dipakai orang dengan djalan jang tidak sah. Oléh karena itoe dipostélkannja soepaja ta’lik itoe dihapoeskan. (Dalam kongrés itoe terdengar poela soeara – oempamanja dari toean Mostaid Toeban – jang mengatakan bahwa ta’lik itoe pada ‘oemoemnja telah dipergoenakan sekian lamanja dengan baik sekali hasilnja. Tambahan poela pada djaman ini dimana-mana dioesahakan orang soepaja keadaan perempoean dalam perkawinan akan diperbaiki. Satoe djalan jang menoedjoe kepada tjita-tjita itoe, ialah ta’lik. Betapakah boléh djadi tak’lik jang baik hasilnja itoe dihapoeskan, hanja karena ada orang jang salah memakai perdjandjian itoe? Red P.P. [Pandji Poestaka].)

Read More…

Tjamboet No.19,TAHOEN KE I, Hari Saptoe 29 Juli 1933

Sumber: Surat kabar Tjamboet (Padang), No.19, TAHOEN KE I, Hari Saptoe 29 Juli 1933.

Catatan: Opera ini melakukan pertunjukan di Padang selama beberapa minggu. Menarik kiranya jika ada mahasiswa kreatif dan pintar yang mau meneliti (untuk tingkat disertasi) tentang the emergence of urban culture and entertainment di Padang pada awal abad ke-20. Bahan-bahannya banyak sekali tersedia di Perpustakaan Universiteit Leiden dan tentunya juga di beberapa perpustakaan lain di dunia.

Older Posts »

Categories