Padang Genting

Djakarta, 8 Agoest (Antara)

      TADI malam B.B.C. (Londen) menjiarkan, bahwa seorang opsir Inggeris ditembak mati di Padang. Kini sedang dikirim kesana 2.000 serdadoe.” (A)

==============

Padang genting

Boekittinggi, 8 Agoest (Antara)

   BERHOEBOENG dengan penangkapan sewenang2 atas diri pembesar2 Indonesia oleh Inggeris/Nica di Padang maka Goebernoer Moeda Soematera Tengah Dr. Moh. Djamil telah mengirimkan kawat kepada pihak Serikat menoentoet soepaja mereka dibebaskan dengan segera, karena hal itoe moengkin akan mengganggoe keamanan jg. akibatnja tidak bisa ditanggoeng.

Read More…

Advertisements
Posted by: niadilova | 23/11/2018

Puisi Nusantara 12: Osama Yogi: “AKOE PEMIMPIN?”

Dengan sombong menepoek dada.

Ta’ segan akoe berkata:

“Akoe pemimpin Moerba”,

“Pembawa bahagia Djelata”

 

Rakjat pertjaja.

Akoe dipoedja.

“mereka” koe-perkoeda,

Akoe kaja bertimboen harta.

Read More…

20180504_171216-crop

Sumber: Surat kabar Ra’jat, Membawa soeara-perdjoeangan Ra’jat mempertahankan    Repoeblik Indonesia, No. 144, Tahoen KE I, Senin 22 April 1946.

PERAJAAN DAN PERALATAN DI SOELIT-AIR

Ketika Mr. M. Djamin diberi bergelar Datoek Soetan Maharadja Besar

Pada bolean Februari j.l. [1932] ini t. Mohammad Djamin soedah sampai kembali ketanah air beliau (Soelit-Air) dengan membawa daradja

Mr. M. Djamin foto 1

t Meester in de rechten dari Nederland [Sekolah Tinggu Hukum di Leiden; sekarang Universiteit Leiden]. Baroe-baroe ini beliau diangkat mendjadi advocaat dan procureur pada Raad van Justitie di Padang, jaïtoe diiboe negeri tanah air beliau.

Pada hari Kamis 4 Augustus 1932 ini sekalian penghoeloe dan orang tjerdik pandai dalam negeri Soleit-Air telah mengadakan kerapatan diatas balai-balérong ‘adat negeri Soelit-Air, memoetoeskan bahasa Mr. M. Djamin diangkat oléh negeri mendjadi “Orang gedang seorang senegeri”, jaïtoe menoeroet ‘adat jang soedah biasa terpakai di Soelit-Air dengan memakai gelar “Datoek Soetan Maharadja Besar”, sebagai oelasan marhoem datoek Soetan Maharadja Redacteur Oetoesan Melajoe di Padang.

Read More…

Nieuwe Digoelbewoners.

Permi en P.S.I. leider Verbannen.

   In overeenstemming met den Raad van Nederlandsch-Indië s krachtens artikel 37 de Indische Staatsregeling aan:

     Iljas Jakoeb, onder-voorzitter van het Hoofdbestuur van de “Persatoean Moeslimin Indonesia” (Permi) te Asahan (sic) Koembang, Residentie Sumatra’s Westkust;

     Hadji Djalaloedin Thaib, gelar Datoek Panghoeloe Besar, voorzitter van het Hoofdbestuur van de “Persatoean Moeslimin Indonesia” (Permi) te Balingka, Residentie Sumatra’s Westkust;

      Sabillal Rasad alias Rasad Jacub gelar Datoek Bandaharo, lid en commissaris van het Hoofdbestuur te Manindjau van de “Partai Sarekat Islam Indonesia”, te Manindjau, Residentie Sumatra’s Westkust en[;]

Read More…

20180702_161632-crop.jpg20180703_110008-crop

Catatan: Sepanjang tiga perempat pertama abad ke-20, lebih-lebih lagi pada paroh pertamanya, begitu banyak media Islam terbit di Indonesia. Satu di antaranya adalah Al Islam yang iklannya disajikan dalam portal “Ilan klasik Nusantara” nomor ini. Studi yang mendalam terhadap media-media Islam seperti ini belum banyak dilakukan. Kehadiran media Islam yang begitu beragam pada masa itu tidak lepas dari posisi sosial-politik umat Islam Indonesia yang sering mendapat represi dari kekuasaan kolonial dan juga oleh rezim yang memerintah Indonesia sendiri di zaman kemerdekaan. Kini media-media Islam seperti ini tidak sebanyak dulu lagi.

Sumber: Mimbar Ra’jat, Th. 1, No. 1-25, 1 Maart – 4 Mei 1925

Foto Sjaiful Bahri-cropBila mendengar nama ‘Orkes Sjaiful Bahri’ (didirikan di Jakarta, 1951), tentulah hal itu mengingatkan kita kepada nama seorang Minangkabau yang pernah malang melintang di blantika musik Indonesia dan Malaysia pada tahun 1950-an sampai 1970an. Ia tiada lain adalah Sjaiful Bahri, tokoh rubrik ‘Minang saisuak’ kali ini.

Riwayat hidup Sjaiful Bahri (di Malaysia namanya antara lain ditulis: ‘Saiful Bahri’) belum banyak diungkap dan diteliti orang, berbeda dengan Zubir Said, putra Minangkabau lain yang juga menjadi legenda musik Nusantara, yang menciptakan lagu kebangsaan Singapura, “Majulah Singapura” (lihat: Hasril Chaniago, 101 Orang Minang di Pentas Sejarah, Padang: Citra Budaya, 2010: 550-552).

Read More…

Ra'jat, Rebo 14 Agoestoes 1946, No.241 Tahoen ke I-crop

Sumber: surat kabar Ra’jat, Rebo 14 Agoestoes 1946, No.241 Tahoen ke I

Ra'jat, No. 201, Th Ke I, Djoem_at 28 Djoeni 1946-crop

Sumber: Ra’jat, No. 201, Th Ke I, Djoem’at 28 Djoeni 1946.

Oedara Padang moelai panas karena matinja Major Anderson

                                             ________                     

Kampoeng dan roemah2 dibakar Sekoetoe

     Kementerian Penerangan menerima kawat dari Goebernoer Soematera jang tadinja dikirimkan oleh Residen Padang (Soematera Barat) kepada beliau berboenji sbb:

     Tanggal 8 Des.’45 Pemimpin Tentera Sekoetoe telah memberi-tahoekan kepada kita, bahwa Major Anderson dari Stafnja, bersama2 dengan nona Alingham dari Palang Merah Inggeris, pada tgl. 3 Des. ’45 j.l. poekoel 4.30 sore telah pergi mandi ketempat mandi di Soengai Barameh jang terletak di dekat Teloek Bajoer. Semendjak saat itoe sampai sekarang mereka beloem kembali. Pimpinan Sekoetoe mengatakan, bahwa orang2 itoe mendjadi hilang, ialah karena ditjoelik oleh pemoeda2 extremisten Indonesia. Selain dari itoe diterangkan, bahwa karena malam hari atjap kali terdjadi tembak menembak antara pendoedoek dan Tentera Sekoetoe, jang sedang melakoekan perondaan. Berhoeboeng dengan tembak menembak dikampoeng Alai – dekat Padang, jang telah terdjadi pada malam hari antara 5 dan 6 Des. sampai tgl 6 [Desember 1945] siangnja, maka Tentera Sekoetoe telah membakar habis sembilan roemah ditempat kedjadian.

[….]

Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories