Posted by: niadilova | 09/03/2020

PPM #246: Dua orang donatur pembangunan Adabiahschool (1919)

    “Diterima a f 200. Tanggal 22 bulan ini [Oktober 1919] bestuur Sjarikat Oesaha telah menerima satoe postwesel besarnja f 200 dari engkoe Abdul Moerad gelar Mangkoeto Garang, dinjatakan dalam postwesel itoe, oentoek Adabiahschool, dari peninggalan harta Societeit di Air Bangis, jang baroe dimatikan oleh poetoesan vergadering ledennja.

    Mengenang pemberian ini, amatlah besar harganja dalam pergaoelan dimasa ini, soeatoe boekti dan alasan jang bergantoeng kepada pikiran dan pemandangan, kenang-kenangan soetji jang dikandoeng dalam gerakan sjarikat Oesaha atas perdjalanan membangoenkan sikap onderwijs jang amat bergoena.

    Segala keadaan sipat-sipat, boeroek baik, akan dapat belaka peisi boekoe peringatannja.

    Lebih dioetamakan terima kasih dalam kedatangan pemberian dari Ajer Bangis ini, sesoeatoe peringatan atas penginggalan “bangoenan” jang diperboeat oleh moepakat jang banjak, poen peninggalannja itoe disampaikan atau tersampai djoega kepada goena orang banjak.

    Atas pemberian ini, vereeniging Sjarikat Oesaha meoetjapkan terima kasih kepada engkeo engkoe di Ajer Bangis itoe.

                                                                           Atas nama bestuur

  1. Taher secretaries

***

Laporan surat kabar Tjaja-Soematra (Padang), No. 92, Tahoen ke 23, Hari Selasa 28 Oktober 1919 tentang sumbangan yang diterima dari masyarakat untuk pembangunan Adabiahschool di Padang.

Sebagaimana sudah diungkapkan dalam sejumlah studi tentang sejarah pendidikan dan modernisme di Minangkabau, Adabiahschool adalah salah satu sekolah swasta yang cukup bergengsi yang pendiriannya diusahakan oleh kaum intelektual Minangkabau pada dekade kedua abad ke-20. Adalah Sjarikat Oesaha yang berada di bawah pimpinan Taher Marah Soetan yang berinisiatif mendirikan sekolah ini. Taher yang bekerja di Emmahaven (Teluk Bayur) mendirikan Sjarikat Oesaha pada tahun 1914 dengan tujuan antara lain untuk memajukan masyarakat Minangkabau melalui pendidikan (onderwijs) modern (lihat: https://niadilova.wordpress.com/2015/04/06/minang-saisuak-217-taher-marah-soetan-1890-1953-goodfather-nya-kaoem-pergerakan/; diakses 4-3-2020).

Perguruan Adabiah yang sampai sekarang masih ada di Padang adalah salah satu warisan dari usaha nyata Taher dan kawan-kawannya. Taher mulai merintis pembangunan sekolah partikulir ini tahun 1915, tapi baru setahun sesudahnya (1916) berdiri secara resmi dan diberi subsidi penuh oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Wartawan kawakan Parada Harahap yang pernah mengunjungi sekolah ini mencatat: “[W]aktoe pemboekaan sekolah itoe tahun 1916, moeridnja tjoema 90 orang, dalam mana ada 75 laki[-laki] dan 15 perempoean.” Tapi pada tahun 1925, saat ia mengunjungi sekolah ini, jumlah muridnya sudah berkembang menjadi “3 sekolah, jaitoe Adabiah I boeat H.I.S., Adabiah II H.I.S. dan satoe lagi Frobelschool.” Jumlah muridnya sudah mencapai 750 orang yang diajar oleh 4 guru Eropa (yang punya hoofdacte) dan 12 guru pribumi (7 lelaki, 2 perempuan).

Parada begitu terkesan dengan kerapian administrasi sekolah ini dan dedikasi dan wibawa Taher yang begitu tinggi di kalangan guru-guru Adabiah school dan intelektual pribumi di Padang pada umumnya (Parada Harahap, Dari pantai ke pantai: perdjalanan ke-Soematra, October – Dec. 1925 dan Maart – April 1926. Weltevreden: Uitgevers Maatschappij ‘Bintang Hindia’, 1926, hlm.103-4).

Rupanya di awal pendirian Adabiahschool ini sejumlah orang sudah menyumbangkan dana untuk menyokong pembangunan gedung dan peralatan sekolah ini, antara lain adalah “engkoe Abdul Moerad gelar Mangkoeto Garang”, sebagaimana disebut dalam salinan berita Tjaja-Soematra di atas. Uang f 200 yang disumbangkannya berasal dari kas sebuha societeit di Air Bangis yang baru ditutup. Jadi, kita dapat mengetahui bahwa masyarakat Air Bangis sudah ikut pula menyumbang untuk pembangunan Perguruan Adabiah ini dulunya.

Tjaja-Soematra edisi Hari Saptoe 8 November 1919, No. 97, Tahoen ke 23 mencatat pula seorang donatur lain:

      “Sjarikat Oesaha. Semalam bestuur Sjarikat Oesaha telah menerima derma dari Engkoe Mohamad Anin gelar Radja Endah Soetan di Pasar Gedang disini oeang banjaknja f 100, goena penolong peroesahaan pendirian sekolah Adabiah. Pertolongan jang beliau djatoehkan oentoek faedah dan kegoenaan orang banjak itoe, njatalah boekan sedikit nilainja, karena nampaklah pertolongan itoe akan mementingkan dan memerloekan faedah oentoek bangsa dan tanah ajer, dimana beliau telah berasa bahwa kemadjoean bangsa itoe, maoelah ditenagai dengan roepa roepa pertolongan. Djadinja keadaan beliau itoe bertentangan sekali kemaoean setengah bangsa kita jang tiada soedi dan tiada senang hatinja melihat pendirian Adabiahschool jang akan melamboek anak kemanakannja akan mendjadi orang jang tjerdas. Kepada beliau bestuur Sjarikat Oesaha meoetjapkan banjak terima kasih.”

Jadi, donatur kedua ini bernama “Engkoe Mohamad Anin gelar Radja Endah Soetan” yang tinggal di Pasar Gadang. Donasinya sebesar f 100 kepada Sjarikat Oesaha juga dimaksudkan untuk menyokong pembangunan Adabiahschool.

Satu refleksi yang dapat dikemukanan merujuk kepada kedua laporan di atas adalah bahwa pada awal abad ke-20 tampaknya masih banyak orang Minangkabau yang belum percaya akan manfaat pendidikan untuk “melamboek anak kemanakan [supaya] mendjadi orang jang tjerdas” dan “faedah[nja] oentoek bagsa dan tnah ajer.”

Orang-orang yang memberikan sumbangan (moril dan materil) bagi pembangunan Adabiahschool dinilai sebagai individu yang sudah berpikiran maju, yang memiliki “alasan jang bergantoeng kepada pikiran dan pemandangan” yang sudah terbuka dan tercerahkan. Ini “bertentangan sekali [dengan] kemaoean setengah bangsa kita jang tiada soedi dan tiada senang hatinja melihat pendirian Adabiahschool.

Demikianlah sekelumit catatan sejarah mengenai awal pendirian Adabiahschool di Padang. Semoga Perguruan Adabiah terus eksis dan berjaya, dan semangat gotong royong dalam mewujudkan hal-hal yang baik tetap kekal dalam masyarakat Minangkabau.

Suryadi, MA, PhD – Leiden University, the Netherlands / Padang Ekspres, Minggu 8 Maret 2020.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: