Posted by: niadilova | 10/02/2020

PPM #243: Pengangkatan Direktur NV Padang Portland Cement yang Baru: H.G. Veth (1958)

Directeursbenoeming bij Padang Portland Cement

AMSTERDAM, Zaterdag (ANP). – Met de stem van één aandelhouder tegen is in de vergadering vaan aandeelhouders in de Padang Portland Cement Maatschappij he bestuursvoorstel goedgekeurd om ontslag te verlenen aan de Gebr. Veth’s Handel-Maatschappij als directeur van de vennoootschap. De benoeming van de heer H. G. Veth werd goedgekeurd.”

***

Laporan surat kabar Het Parool (Amsterdam) edisi Zaterdag (Sabtu) 13 Desember 1958 tentang pengangkatan Direktur Maskapai Padang Portland Cement (sekarang: PT. Semen Padang) yang baru, G. H. Veth.

Terjemahan bebas laporan di atas sbb: atas permohonan salah satu pemegang saham Padang Portland Cement Maatschappij (selanjutnya ditulis PPC), telah diadakan rapat para pemegang saham perusahaan ini. Rapat memutuskan untuk memberhentikan Gebroeders Handel-Maatschappij Veth (Perusahaan Perdagangan Veth Bersaudara) sebagai Direktur PPC dan menyetujui pengangkatan Direktur PPC yang baru: H.G. Veth.

Latar belakang penggantian direktur PPC ini adalah karena masalah keuangan yang diahadapi perusahaan tersebut. Pada minggu-minggu sebelumnya media melaporkan bahwa Gebroeders Handel-Maatschappij Veth sebagai salah satu pemegang saham PPC, sekaligus sebagai Direkturnya, tidak mampu membayar utangnya kepada kreditor PPC yang sudah jatuh tempo, walaupun sudah diberi moratorium (surséance). Akibatnya, para pemegang saham PPC meminta diadakan rapat luar biasa (buitengewone vergadering) para pemegang saham PPC. Rapat diadakan pada 2 Oktober 1958, dengan keputusan: memberhentikan Gebroeders Handel-Maatschappij Veth sebagai Direktur PPC dan menggantinya dengan Direktur PPC. Keputusan pemberhentian itu diambil dengan 450 suara setuju, 115 tidak setuju, dan 2 absen (lihat: Trouw, Mappel, edisi Zaterdag/Sabtu, 13-12-1958).

Ditarik jauh ke belakang, Gebroeders Handel-Maatschappij Veth adalah salah satu 10 pendiri dan pemegang saham pertama PPC dengan modal pertama berjumlah f 1.350.000,- (lihat: Singgalang, Kamis, 4 Februari 2010). Firma ini didirikan oleh Jan Cornelis Veth, seorang pedagang di Amsterdam, kemudian membuka kantor cabangnya di Padang. Firma Veth Bersaudara bergerak dalam perdagangan aneka hasil bumi Hindia Belanda yang diekspor ke Eropa. Jadi, Gebroeders Handel-Maatschappij Veth sudah eksis di Padang sejak akhir abad ke-19, beberapa dekade sebelum PPC berdiri.

Ketika PPC – nama awalnya Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NV NI-CPM) – didirikan pada 18 Maret 1910 di Amsterdam di hadapan notaris Johannes Pieter Smits (Akte no.358; besluit Ratu Wilhelmina nomor 20, 8 April 1910), Gebroeders Handel-Maatschappij Veth ikut menanamkan sahamnya. Firma Veth Bersaudara itu ditujuk sebagai Direksi PPC, walaupun sebenarnya mereka bukan pemegang saham terbanyak. Penunjukan ini mungkin didasarkan atas pertimbangan bahwa mereka sudah memiliki banyak pengalaman dalam dunia perdagangan di Hindia Belanda, khususnya di Sumatra’s Westkust, dan juga sudah mengenal politik dan pergaulan sosial masyarakat setempat.

Menariknya, H.G. Veth sendiri, Direktur PPC yang baru diangkat itu, masih merupakan anggota keluarga dari pendiri Gebroeders Handel-Maatschappij Veth. Ia adalah salah seorang anak laki-laki dari Jan Cornelis Veth, pendiri Gebroeders Handel-Maatschappij Veth. Oleh karenanya dalam sidang pemilihan terjadi sedikit pro-kotra, tapi ada yang membela bahwa masalah ketidaksunggupan Gebroeders Handel-Maatschappij Veth melunasi utangnya tak ada kaitannya dengan pribadi H.G. Veth, karena itu adalah urusan perusahaan keluarganya. Walau bagaimanapun hal ini menunjukkan besarnya pengaruh keluarga Jan Cornelis Veth dalam PPC yang bertahan lebih dari setengah abad.

H.G. Veth terpilih menjadi Direktur PPC yang baru dengan 564 suara setuju dan 66 suara idak setuju. Direktur yang baru ini digaji sebesar f 9.600 per bulan, lebih tinggi dari gaji direktur-direktur PPC sebelumnya. Keputusan untuk menggaji H.G. Veth sebesar itu ditetapkan melalui sidang yang cukup alot juga, dimana 304 suara setuju, 83 tidak setuju, dan 243 suara kosong/tak memberikan suara atau blanco stemmen (lihat: De Tijd: Godsdienstig-stadkundig dagblad, ’s-Hertogenbosch, 12-12-1958).

H.G. Veth cukup lama menjadi Direktur PPC. Bahkan ketika perusahaan ini dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia tahun 1959, dia tetap menjadi direkturnya. Paling tidak sampai 1971, H.G. Veth masih menjadi Direktur PPC. Laporan koran De Telegraaf (Amsterdam) edisi Jumat 30 April 1971 menyebut H.G. Veth masih sebagai Direktur PPC, tapi sudah bekerja “zonder personeel” (mungkin banyak orang Eropa/Belanda yang bekerja di perusahaan itu sudah pergi/kembali ke Eropa). Disebutkan juga dalam laporan itu bahwa dalam perjanjian nasionalisasi perusahaan ini tahun 1959, Pemerintah Indonesia terhitung terutang kepada Belanda sebesar f 2,5 juta yang dapat dilunasi sampai tahun 2003. Dalam laporan tahunan terakhir perusahaan ini (1970) modalnya tercatat sebesar “f 3 miljoen” (ibid.).

Demikian sedikit lagi tentang sejarah PT. Semen Padang yang pada tanggal 18 Maret 2020 akan merayakan ulang tahunnya yang ke-110. Inilah salah satu perusahaan warisan kolonialis Belanda yang paling lama bertahan, dan mudah-mudahan akan terus berjaya. Banyak perusahaan yang lain yang diambil alih dari Belanda bernasib malang: habis dimakan aneka ‘tikus’ pada zaman Orde Lama. Dalam perayaan ulang tahun PT. Semen Padang kali ini, saya mendengar akan diluncurkan sebuah buku lagi tentang sejarah perusahaan kebanggaan urang awak ini. Pengarangnya adalah Khairul Jasmi, salah seorang anggota Komisaris perusahaan tersebut. Kita menunggu buku itu beredar dan juga menunggu acara perayaan ulang tahun pabrik semen yang tertua di Indonesia itu. Semoga acaranyanya akan meriah.

Suryadi, MA, PhD – Leiden University, the Netherlands / Padang Ekespres, Minggu 9 Februari 2020.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: