Posted by: niadilova | 20/01/2020

PPM #240: Ikatan Sepakbola Minangkabau (Minangkabau Voetbal Bond) Didirikan (1938)

MINANKABAU VOETBAL BOND

Op Zaterdag 20 Augustus j.l. had te Fort de Kock de oprichting-vergadering plaats van den Minangkabau Voetbal Bond.

            De vergadering werd geopend door de heeren van der Lee, voorzitter van den V.P.O. te Padang en Datoek Batoeah, voorzitter van den A.V.B. te Fort de Kock, lezen wij in de Sum.[atra] Bode.

            De volgende plaatstelijke bonden hadden afgevaardigden gestuurd:

  • Padang (V.P.O.)
  • Padang Pandjang (V.P.P.)
  • Pajakoemboeh (V.B.K.)
  • Kajaoe Tanam (V.B.K.)
  • Solok (S.V.B.)
  • Fort van de Capellen (B.S.V.B.)
  • Fort de Kock (A.V.B.)

Sawah Loento had bericht van verhindering gestuurd, doch zou geheel accoord gaan met de te nemen beslissingen.

Tot de oprichtingen werd besloten en aan den bond werd den naam geven van: Minangkabau Voetbal Bond. De zetel van het dagelijksch bestuur is Padang. Tevens werd beslist dat de secretaris tevens competitieleider, geen lid mocht zijn van een voetbalvereeniging.

Het bestuur werd als volgt namengesteld:

Voorzitter: Th. van der Lee.

Secretaris, tevens Competitielieder: J. Frederick.

Penningmeester: J.B. Saulus.

Commissarissen: W. van der Torren (V.P.O.), Bachtiar (A.V.B.), Zakir St. Radjo Alam (V.B.P.O.), Soeleiman (V.B.K.), Tandjin (V.P.P.), Chatib (S.V.B.), Datoek Radjo Enda[h] (B.S.V.B.) en Apitule (Sawah Loento).

Het sportblad van den V.P.O. zal op risico van den M.V.B., tevens het orgaan worden alle bij de M.V.B. aangesloten plaatstelijke bonden.

Verder werden nog verschillende aangehouden besproken in he belang van den nieuwen bond. Diverse regelingen werden getroffen, zoals die op Java bij de Nivu aangesloten bonden in toepassing worden gebracht.

In verband met her Regerings Jubileumfeest werden aan de diverse plaatstelijke bonden vergund, om wedstrijden te organiseeren in algemeene samenwerking.”

***

Laporan surat kabar De Sumatra Post (Medan) edisi 30 Agustus 1938 tentang rapat sekaligus peresmian berdirinya MINANGKABAU VOETBAL BOND (Ikatan Sepakbola Minangkabau), disingkat M.V.B.

Sebagaimana dapat disimak dalam laporan di atas, rapat tersebut diadakan pada hari Sabtu, 20 Agustus 1938 di Padang, dibuka oleh Ketua Persatuan Sepakbola Padang (V.P.O, Voetbalbond Padang Omstreken) Th. van der Lee dan Ketua Persatuan Sepakbola Fort de Kock/Bukittinggi (A.V.B.) Datoek Batoeah.

Tujuan rapat adalah membentuk organisasi yang memayungi seluruh klub sepakbola yang ada di Sumatera Barat.

Hadir dalam rapat (vergadeiring) itu mayoritas persatuan sepakbola yang ada di Sumatera Barat, yaitu: Persatuan Sepkbola Padang dan Sekitarnya (V.P.O.), Persatuan Sepakbola Padang Panjang (V.P.P.), Persatuan Sepakbola Payakumbuh da Sekitarnya (V.B.P.O), Persatuan Sepakbola Kayu Tanam (V.B.K.), Persatuan Sepakbola Solok (S.V.B.), Persatuan Sepakbola Fort van der Capellen/Batusangkar (B.S.V.B.), dan Persatuan Sepakbola Fort de Kock/Bukittinggi (A.V.B.). Sedangkan Persatuan Sepakbola Sawahlunto tidak dapat hadir dalam rapat itu, tapi setuju dengan keputusan apapun yang dihasilkan rapat itu. Dari senarai itu, dapat dikesan bawah pada waktu itu belum ada persatuan sepakbola di Pariaman.

Rapat tersebut memutuskan dibentuknya Ikatan Sepakbola Minangkabau (Minangkabau Voetbal Bond, M.V.B.) yang manajemen hariannya (dagelijks bestuur) berada di Padang. Rapat juga memutuskan bahwa sekretaris M.V.B. akan menjadi organisator kompetisi dan dia tidak boleh menjadi anggota pengurus tim sepakbola apapun untuk menjaga objektifitasnya dalam mengelola setiap kompetisi yang akan diadakan nantinya.

Hasil rapat itu memutuskan susunan pengurus Ikatan Sepakbola Minangkabau sbb: Ketua: Th. van der Lee; Sekretaris yang juga menjadi ketua pengelola kompetisi: J. Federick; Bendahara: J.B. Saulus; Anggota Komisaris: W. van der Torren (V.P.O.), Bachtiar (A.V.B.), Zakir St. Radjo Alam (V.B.P.O.), Soelaiman (V.B.K.), Tandjin (V.P.P.), Chatib (S.V.B.), Datoek Radjo Enda[h] (B.S.V.B.), dan Apitule (Sawah Lunto).

Hal-hal lain yang dibahas dalam rapat itu adalah mengenai pengelolaan majalah olah raga (Het sportblad) milik V.P.O. yang otomatis selanjutkan akan dikelola M.V.B. (lebih awal juga sudah ada Madjallah Soematrsche Voetbal; lihat: Hindia Baroe, Tahoen X, No. 71, Sabtoe 27 Maart 1926).

Selanjutnya beberapa kesepahaman antara persatuan-persatuan sepakbola itu dengan organisasi induknya yang baru didirikan ini juga dibuat, meniru apa yang dilakukan oleh ikatan sepakbola di Jawa (Nivu). Dalam rangka peringatan jubeliumfeest (peringatan hari Ratu?), setiap klub boleh menyelenggarakan kompetisi, tapi tetap berkoordinasi dengan ikatan induk yang sudah dibentuk itu.

Demikianlah sedikit cuplikan sejarah persepakbolaan di Sumatera Barat. Lebih jauh mengenai dunia persepakbolaan di daerah ini pada zaman kolonial, bacalah artikel Freek Colombijn “Politics of Indonesian Football” dalam jurnal Archipel Vol. 29 (2000), hlm.171-200.

Suryadi, MA, PhD – Leiden University, the Netherlands / Padang Ekspres, Minggu 19 Januari 2020.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: