Posted by: niadilova | 02/12/2019

PPM #234: Chung Hsioh’s Armenfonds: Organisasi Pembantu Orang Tionghoa Miskin di Padang (1936)

CHUNG HSIOH’S ARMENFONDS

            Kemaren pagi kira2 450 anak anak Tionghoa miskin soedah sama berkoempoel digedong Tiong Hwe Kwee Koan di Poelau Karam, berhoeboeng dengan gerakan dari Armenfonds Chung Hsioh, jang akan lakoekan pembagian pakaian, sepatoe, topi, enz.

            Gerakan ini sebagaimana diketahoei dilakoekan saban hampir dekat tahoen baroe Imlek dan ini kali, kalau tak salah ada[lah] jang keampat kalinja.

            Anggauta anggauta lelaki dan perempoean dari perserikatan terseboet bekerdja keras sekali, menjoesoen kain kain dan lain lain barang jang akan dibagikan, jang kelihatan ada banjak sekali.

            Dan dekat djam 10 pagi, oleh toean Liem Siok Hien telah diambil foto.

            Diantara tetamoe jang datang, tertampak djoega Kapitein Tionghoa dengan njonja dan lain lain toean, sedangkan wakil pers antaranja dari Sinar Sumatra.

            Djam 10 toean Dr. Liem Giem Tjiang, voorzitter dari Centrale hung Hsioh Padang telah berbitjara mengoetjapkan terima kasih pada jang hadir, teroetama pada toean toean, njonja njonja, nona nona jang telah membantoe gerakan itoe dengan koeat, baik dengan tenaga, pikiran dan oeang, hingga perkoempoelannja boeat kesekian kalinja, kembali bisa bagikan pakaian boeat anak bangsa Tionghoa jang tidak mampoe.

            Toean Lim menjatakan pengharapannja soepaja toendjangan itoe akan didapatkan seteroesnja, hingga dilain tahien dan tahoen tahoen jang bakal datang, kalau keadaan perloe djoega, akan bisa diteroeskan tindakan seperti sekarang.

            Kemoedian berdiri toean Gan Tiam Goan, jang bitjara atas nama Comite Armenfonds, menjatakan terima kasih atas kedatangan jang hadir, wakil wakil perkoempoelan dan wakil wakil pers.

            Spreker menerangkan, bahwa selainnja pakaian jang telah didjahit, djoega akan dibagi kain sadja, agar bisa ditoekar dan didjahit sendiri oleh orang toea anak anak, sebab pakaian jang telah didjahit ada banjak kali tidak sesoeai dan mesti dioelang kembali mendjahitnja.

            Djoega spreker mengoetjapkan terima kasih pada berbagai bagai toean jang telah toeroet beroesaha mentjari toendjangan goena Armenfonds terseboet.

            Pembagian ini berdjalan dengan baik dan baroe berachir kira kira djam 2 sore.”

***

Laporan harian Sinar Sumatra, No. 4, Tahoen ke 32, Hari Senen 6 Januari 1936/12 Tjap Dji Gwee 2486 -11 Sjawal 1354) tentang aksi sosial membantu anak-anak dari keluarga Tionghoa miskin di Padang. Aksi sosial tersebut dikoordinir oleh perserikatan orang Tionghoa Chung Hsioh cabang Padang. Organisasi ini memiliki komite “armenfonds” yang bertujuan untuk membantu keluarga-keluarga Tionghoa miskin atau yang berkekurangan secara ekonomi. (Armefonds, bahasa Belanda, berarti ‘dana untuk orang miskin’).

Sebagaimana dapat disimak dalam laporan di atas, sasaran utama aksi kemanusiaan Armenfonds Chung Hsioh adalah anak-anak Tionghoa miskin. Mereka diberi pakaian, sepatu, topi, dll. secara cuma-cuma. Aksi kemanusiaan ini sudah dilakukan di Padang sejak 1932.

Laporan di atas menginformasikan kepada kita beberapa figur yang berperan sebagai pengurus organisasi ini, seperti Dr. Liem Giem Tjiang (Voorzitter-nya), Gan Tiam Goan (dari Komite Armendfonds-nya), dan Liem Siok Hien. Para tetamu yang menjadi donatur, termasuk Kapitein Tionghoa dan unsur pers juga hadir pada kesempatan tersebut.

Ada 450 orang anak yang mendapat bantuan. Aksi kemanusiaan ini diadakan di di gedung “Tiong Hwe Kwee Koan di Poelau Karam”. Tiong Hwe /Hoa Kwee Koan juga merupakan salah satu organisasi orang Tionghoa yang bergerak di bidang pendidikan. Perkumpulan ini didirikan di Batavia tahun 1900 dan juga memiliki cabang di Padang (lihat: https://niadilova.wordpress.com/2015/04/27/minang-saisuak-220-tiong-hoa-hwe-koan-padang/). Tujuannyanya adalah untuk menyatukan orang Tionghoa di Hindia Belanda dalam upaya untuk menyediakan pendidikan (onderwijs) yang berkualitas dan dapat menjangkau seluruh anak-anak Tionghoa.

Laporan di atas juga memberi kesan kepada kita betapa kuatnya rasa persatuan dan rasa kebersamaan di kalangan orang Tionghoa, baik kaum lelaki maupun kaum wanitanya, tua maupun muda. Mereka yang berhasil secara ekonomi berusaha membatu saudara sebangsanya yang masih berkekurangan. Walaupun dalam lapangan politik sering juga muncul perbedaan di antara mereka, akan tetapi kalau sudah menyangkut keetnisan (kecinaan), mereka melupakan perbedaan-perbedaan itu dan bersatu untuk saling membantu.

Keberadaan Armenfonds Chung Hsioh dengan misi sosial-kemanusiaannya menunjukkan bahwa orang Tionghoa di Padang (juga di tempat-tempat lainnya di Hindia Belanda) yang kaya tidak abai kepada anggota bangsanya yang miskin dan belum beruntung secara ekonomi.

Kita juga memperoleh kesan betapa kesadaran berorganisasi untuk kemajuan dan kemaslahatan bersama sudah sangat tinggi di kalangan orang Tionghoa. Mereka memiliki berbagai organisasi, mulai dari yang bersangkutan dengan bisnis sampai kepada organisasi-ogranisasi kemanusiaan.

Dr. Suryadi – Leiden University, the Netherlands / Padang Ekspres, Minggu 1 Desember 2019


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: