Posted by: niadilova | 29/07/2019

PPM #218: Kenagarian Guguak, Suliki, mendirikan Sekolah Keputrian (1936)

MEISJES SCHOOL PARTIKOELIR DI GOEGOEK

            Di bilangan Soeliki dalam negeri Goegoek atas oesahanja rangkajo Rabajni Kimin telah didirikan satoe Meisjeschool jang moelai diboeka tanggal 2 Januari [1936] ini.

            Sekolah ini telah banyak mendapat moerid.

            Peladjaran diberikan sama dengan peladjaran jang diberikan oleh Meisjeschool Gouvernement malah ditambah dengan bagian agama.

            Di moesim papa Gouvernement menghematkan onderwijs ini, maka sesoeatoe oesaha particulier jang ditoedjoekan pada onderwijs bagi masjarakat pemoeda Indonesia, tetap akan dapat penghargaan.

            Makin banjak gerakan makin baik.”

***

Laporan surat kabar Sinar Sumatra, No. 4, Tahoen ke 32, Hari Senen 6 Januari 1936/12 Tjap Dji Gwee 2486 -11 Sjawal 1354 tentang usaha yang dilakukan oleh seorang wanita Minangkabau di Suliki dalam memperjuangan kemajuan untuk kaumnya. Beliau adalah Rangkayo Rabaijni Kimin.

Disebutkan dalam laporan di atas bahwa atas usaha Rangkayo Rabaijni Kimin, telah berhasil didirikan satu Sekolah Keputrian (Meisjeschool) swasta (partkulir) di Kenagarian Guguak, Suliki, Luhak 50 Kota. Ini tentu satu prestasi yang luar biasa mengingat masa itu, sebagaimana disebutkan dalam laporan di atas, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda sedang “menghematkan onderwijs”, artinya sedang melakukan pengetatan di bidang pendidikan di koloninya itu, baik secara keuangan maupun administrasi. Kita ingat misalnya, soal penertiban terhadap apa yang disebut oleh Pemerintah sebagai ‘sekolah liar’.

Laporan di tas juga memberi kesan kepada kita tentang betapa luasnya gerakan untuk memajukan kaum perempuan di Minangkabau. Gemanya sampai ke desa-desa yang jauh dari pusat-pusat wilayah ‘urban’ seperti Padang, Bukittinggi (Fort de Kock), Payakumbuh, dan Padang Panjang, dan Batusangkar (Fort van der Capellen).

Dalam banyak laporan seperti di atas yang terbit di media cetak semasa dapat dikesan bahwa beberapa perempuan terdidik dan rangkayo (gelar untuk perempuan Minangkabau yang terdidik dan biasanya berasal dari kelas sosial atas /penghulu) mempelopori gerakan ini. Mereka giat memperjuangkan kemajuan untuk kaumnya. Mereka mendirikan sekolah-sekolah keputrian untuk berbagai level atau berbagai bentuk pendidikan keterampilan untuk kaum wanita di nagari masing-masing. Bahkan ada juga di antara mereka yang mempelopori pendirian sekolah keputrian di luar Sumatera Barat, misalnya di Batavia.

Demikianlah umpamanya, kita mengenal nama Rangkayo Sjarifah Nawawi (Fort de Kock, Batavia), Rangayo Chamsani Alwis dan Ramajulis Rahib (Nunang), Rahmah el-Yunusiah (Padang Panjang), Rohama Kudus (Koto Gadang), Rangkayo Djamilah Djambek (Fort de Kock), Siti Akmar (istri Bgd. Dahlan Abdoellah) (Jakarta), Rangkayo Chailan Sjamsoe Dt. Toemaggoeng (Batavia), dan lain-lain.

Kiranya sejarah gerakan kaum perempuan Minangkabau sejak awal abad ke-20 sangat menarik untuk diteliti lebih jauh. Kita berharap ada akademisi kita dari UNAND, UNP, Universitas Bung Hatta, IAIN Bukittinggi, dll. yang tertarik untuk melakukannya.

Dr. Suryadi – Leiden University, the Netherlands / Padang Ekspres, Minggu 28 Juli 2019

 


Responses

  1. Rangkayo Rabaini Kimin, pendiri Sekolah Keputrian tersebut lahir di Guguak (Administrasi pemerintahan sekarang disebut Nagari Guguak VIII Koto Kec. Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota) pada tanggal 7 Desember 1907. Bapaknya adalah seorang Larashoofd Goegoek. Dengang demikian dalam usia yang madih relatif muda (29 tahun) beliau telah menjadi seorang tokoh pendidikan kala itu. Beliau meninggal di Jakarta pada tanggal 26 September 1998. Bagi masyarakat Guguak sekarang ini beliau dikenal sebagai pendiri MTsN Danguang-Danguang. Mungkin Sekolah Keputrian itu menjadi cikal MTsN tersebut. Dari informasi yang diperoleh beliau adalah aktivis Masyumi.

  2. Terima kasih atas tambahan informasi yang berharga ini, Bapak ‘parintangrintang’. Sangat bermanfaat bagi saya dan para pembaca.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: