Posted by: niadilova | 01/07/2019

PPM #214: Mencari Bahan Tambang di Sulit Air dan Memajak Rumah Gadang (1926)

Itoe permintaan v. Zijp dan belasting roemah adat.

        Berhoeboeng dengan poetoesan rapat jang diadakan di Soelit Air (S.W.K.) tentang permintaan itoe v. Zijp hendak mentjari barang tambang pada tanah bahagian Soelit Air dan tentang pertanjaan pemerintah peri hal taksiran sewa roemah roemah adat, itoe keempat orang wakil, jang telah ditentoekan, pada hari Sabtoe ddo. 27 Maart j.l. [1926] telah datang kemoeka Hoofd van Plaatselijk Bestuur di Solok.

        Dari hasil koendjoengan itoe, pembantoe kita chabarkan sebagai berikoet:

        Setelah wakil wakil itoe mengemoekakan keberatan keberatan, jang telah dipoetoeskan pada rapat jang terseboet diatas, (lihat Hindia Baroe tanggal 3 April, No 77) Hoofd van Paaltselijk Bestuur berdjandji akan menjoeroeh periksa kepada Controleur 1/b.

       Lebih djaoeh Hoofd van Pl. Bestuur menerangkan, kalau sekiranja keberatan keberatan itoe ada benar dan mempoenjai alasan jang tjoekoep, ia dengan segala senang hati soeka meneroeskannya keatas, oleh karena mana pada pikirannja permintaan v. Zijp itoe akan ditolak.

[…]

***

Laporan surat kabar Hindia Baroe, Tahoen X, No. 79, Rebo 7 April 1926 tentang usaha mencari bahan tambang di Sulit Air dan juga rencana Pemerintah Koloniah Hindia Belanda untuk mengenakan pajak terhadap rumah-rumah gadang di daerah Solok dan sekitarnya. Permohonan untuk mencari barang tambang di Sulit Air itu diajukan oleh seorang Belanda yang bernama Van Zijp. Akan tetapi tampaknya kaum penghulu dan warga Sulit Air cukup berhati-hati dengan permintaan itu, karena jika ditemukan bahan tambang yang berharga di nagari mereka, tentu tanah ulayat mereka akan diambil alih oleh Pemerintah.

Pokok kedua dalam laporan ini adalah rencana Pemerintah untuk memajak rumah gadang (rumah adat). Tampaknya pihak ninik mamak dan cerdik pandai di Solok juga berkeberatan dengan rencana Pemerintah yang dianggap aneh yang merupakan usulan dari Controleur setempat.

Namun, lebih jauh diterangkan Hoofd van Plaatselijk Bestuur (Hpb.) di Solok bahwa rumah adat yang akan dikenakan bajak (belasting) hanyalah yang disewakan kepada orang lain. Disebutkan dalam lanjutan laporan di atas:

Kemoedian wakil wakil itoe meneroeskan pertanjaan pada Hpb. tentang itoe pertanjaan pemerintah perihal taksiran sewa roemah adat, apa maksoednja pertanjaan itoe dilakoekan.

Hpb. menerangkan, bahwa pemerintah bermaksoed akan mengenakan belasting atas roemah roemah adat di Minangkabau.

Tetapi ra’jat, kata Hpb. Lebih djaoeh, ta’ oesah chawatir, karena roemah roemah adat, jang hanja dikenakan belasing, jaitoe:

I. Kalau roemah roemah itoe didiami oleh mamak roemah, hal mana menoeroet Adat Minangkabau djarang sekali, malah tiada pernah kedjadian.

II. Kalau taksiran sewanja koerang dari f 180. – setahoen.

Sewa sewa roemah adat di Minangkabau poen ada sedikit sekali taksirannja, karena dikampoeng kampoeng sewa roemah adat biasanja tiada tinggi, djadi tiadalah akan melebihi dari f 180 setahoen.

Sampai pada kedjadian roemah roemah itoe dioepahkan mendiaminja, karena ketiadaan orang.”

Rupanya Pemerintah Kolonial Hindia Belanda berusaha mencari pemasukan belasting dari apa saja yang mungkin bisa dipajak. Laporan di atas menunjukkan bahwa sudah sejak tahun 1920an banyak rumah gadang di Solok, khususnya di Sulit Air, sudah kosong ditinggal merantau oleh pemiliknya sehingga harus “dioepahkan mendiaminja”. Hal seperti itu masih terus berlangsung sampai sekarang. Inilah efek dari tradisi merantau Minang yang sudah menyumsum tulang itu.

Dr. Suryadi – Leiden University, the Netherlands / Padang Ekspres, Minggu 30 Juni 2019

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: