Posted by: niadilova | 29/04/2019

PPM #208: Komunis Minang Haji Datuak Batuah dan Arif Fadillah diinternir di Digul (1932)

Geïnterneerd.

Bij G. B. [Gouvernement Besluit] is, is overeenstemming met den Raad van Indië, aan Achmad Chatib gelar Hadji Datoek Batoeah en Arif Fadillah gelar Maharadja Soetan, geïnterteerden ter hoofdplaats der tijdeeljjke onderadeeling Boven-Digoel, afdeeling Amboina (gouvernement der Molukken), de plaats Tanah-Tinggi in genoemde onderafdeeling tot verblijf aagewezen.”

***

Laporan De Indische Courant (Surabaya) edisi 23 Maret 1932 tentang pengasingan Achmad Chatib gelar Hadji Datoek Batoeah dan Arif Fadillah (nama belakangnya sering juga ditulis Fadhilah) ke Digul (lihat juga: De Sumatra Post edisi 31 Maret 1932). Kedua orang sahabat itu adalah aktifis terkemuka Sjarikat Ra’jat dan pemimpin komunis yang terdepan di Padang Panjang pada awal 1920an.

Datoek Batuah bersama Natar Zainoeddin dan Djamaloedin Tamin merupakan figur penting dalam lingkaran aktifis Internationaal Debating Club yang didirikan di Padang Panjang pada bulan September 1923 (lihat: Djago! Djago! no. 1, Tahoen I, Senin 8 October 1923:3). Sedangkan Arif menjadi salah seorang Redacteur berkala Djago! Djago!, media International Debating Club yang sangat kritis kepada Rezim Kolonial Hindia Belanda.

Sejak semula Datoek Batuah dan Arif Fadillah sudah menunjukkan sifat radikal kepada penjajah Belanda. Ahmat Adam dalam bukunya Suara Minangkabau: Sejarah dan Bibliografi Akhbar dan Majalah di Sumatera Barat 1900-1941 (Kuala Lumpur: Penerbit Universiti Malaya, 2012:121) menulis: “Arif Fadhilah, seorang anggota redaksi Djago! Djago! sejak penghujung 1923, telah mendapati dirinya ditekan oleh pihak berkuasa. Dia telah berkali-kali diperiksa mengenai tulisannya di dalam surat berkala itu. Lihat Doenia Achirat no. 23, 26 Nov 1923. Lihat juga Djago! Djago! no. 5, 20 Nov 1923.”

Arif Fadillah mengetuai PKI cabang Padang Panjang setelah dua seniornya yang menjadi pengurus partai itu, Djamaloeddin Tamin dan Mahmud pergi ke Singapura menemui Tan Malaka. Sejak aktif dalam gerakan ini pada tahun 1923, Arif banyak menulis artikel yang banyak mengandung kritik pedas kepada otoritas kolonial Hindia Belanda dalam berkala Djago! Djago! Ia pernah dipenjarakan selama 6 bulan pada tahun 1924. Arif ditangkap lagi menyusul terjadinya Pemberontakan Silungkang 1926. Ia ditahan lama sekali sebelum diputuskan untuk dibuang ke Digul bersama Datoek Batoeah yang sebelumnya sudah diasingkan ke Kalabahi, Pulau Alor.

Laporan di atas menginformasikan kepada kita tempat Datoek Batoeah dan Arif Fadillah diinternir di Digul: mereka ditempatkan di Kamp Tanah Tinggi. Kamp ini dikhususkan bagi orang-orang buangan yang yang nonkooperatif, pembangkang dan sulit diajak bekerja sama oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Kamp Tanah Tinggi terletak di atas Kamp Tanah Merah, berjarak sekitar 45 km satu sama lain. Kamp Tanah Merah adalah tempat bagi interniran yang masih menunjukkan sikap kooperatif dengan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Pada bulan Juli 1934 koran Sinar Deli yang terbit di Medan memuat surat Arif Fadillah yang diselundupkan dari Digul. Dalam surat itu ia mengabarkan tentang hidupnya yang sengsara dan putus harapan di Digul.  Dalam laporan itu, Hasan Nul Arifin, Redaktur Sinar Deli yang pengarang roman Medan itu juga menceritakan hubungannya dengan Arif Fadillah. Ia juga menyebut hubungan Arif dengan Roestam Effendi, yang juga berasal dari Minangkabau, yang menjadi anggota Parlemen Belanda (De Tweede Kamer) mewakili Partai Komunis Belanda.

Demikian sedikit cerita tentang pen-Digul-an dua orang komunis Minangkabau di tahun 1930an. Datoek Batoeah dan Arif Fadillah diungsikan ke Australia pada tahun 1943, sekitar setahun setelah Jepang menaklukkan Rezim Kolonial Hindia Belanda dalam Perang Asia Timur Raya.

Dr. Suryadi – Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 28 April 2019


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: