Posted by: niadilova | 14/04/2019

Renung #77: Pemilu 2019 dan perang Simbol Warna Putih

Badan pemenangan nasional prabowo-sandiSecara mengejutkan kampanye akbar terakhir pasangan kandidat presiden nomor urut 01 (Jokowi-Ma’ruf) di Jakarta pada hari Sabtu 13 April 2019 menampilkan massa pendukungnya yang tidak memakai pakaian berwana merah, sebagaimana biasanya mereka tampilkan di berbagai forum penggalangan dan show of force kelompok petahana.

Mirip dengan situasi kampanye pasangan oponen (Prabowo-Sandi) yang diadakan di tempat yang sama sekitar seminggu sebelumnya (7 April), Stadion Gelora Bung Karno pada hari itu dipenuhi oleh pendukung Jokowi-Ma’ruf yang berpakaian putih yang sedikit diselingi oleh warna lain, khususnya merah, simbol warna yang selama ini dipakai oleh pihak Jokowi sebagai representasi dari simbol warna partai PDI Perjuangan yang merupakan partai utama pengusung pasangan kandidat nomor urut 01.

Jadi, secara nyata terjadi ‘perang simbol’ di putaran terakhir kampanye akbar pemilu 2019. Dengan cerdik pasangan 01 secara tersirat (atau mungkin juga secara sadar) melakukan mimicry (meminjam istilah Homi K. Bhabha), parody, bahkan sampai batas tertentu juga demystification terhadap simbol warna putih yang selama ini dipakai dan diidentikkan dengan pendukung paslon 02. Hal ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya Jokowi mengajak para pendukungnya untuk memakai pakaian putih-putih saat pergi ke TPS pada tanggal 17 April nanti, puncak ‘pesta demokrasi’ Indonesia dalam pemilu presiden 2019.

Perang simbol warna putih antara kedua kubu itu tentu saja tidak mampu menghilangkan kesan orientasi politik dari mayoritas pendukung kedua paslon presiden itu. Kebanyakan pendukung Jokowi-Ma’ruf memakai kemeja warna putih, berbeda dengan baju tipe gamis berwarna putih yang dipakai oleh kebanyakan pendukung Prabowo-Sandi. Dengan kata lain, peniruan, parodi, dan demistifikasi simbol warna putih dalam putaran terakhir kampanye akbar kedua paslon tetap tidak mampu menyembunyikan percanggahan orientasi politik Indonesia yang sudah menyejarah sejak negara-bangsa ini berdiri: nasionalisme sekuler di satu pihak dan nasionalisme religius di pihak lain.

Perang simbol warna baju seperti ini bukan baru kali ini saja terjadi. Kita masih ingat dua tahun lalu, dalam pilkada Jakarta terjadi perang simbol melalui baju bermotif kotak-kotak. Di saat-saat terakhir, simbol baju bermotif kota-kotak yang diusung oleh pasangan petahanan Ahok-Jarot diparodikan dengan cerdik oleh tim kampanye oponennya (pasangan Anis-Sandi).  Dalam  https://niadilova.wordpress.com/2017/04/22/renung-69-kotak-kotak/ saya menulis:  “Minggu-minggu setelah putaran pertama pilkada Jakarta, simbol baju kotak-kotak itu segera diparodikan oleh pihak oponen, dan parodi itu begitu telak. ‘Bersatu kita teguh, terkotak-kotak kita runtuh’, begitu bunyi sebuah slogan yang dengan cerdas diciptakan oleh kubu Anis-Sandiaga. […] Slogan itu segera menyebar di medsos dan juga dalam bentuk baju kaos [berwarna putih] yang dibagi-bagikan dan dipakai dalam kampanye-kampanye Anis-Sandi, juga dalam bentuk spanduk dan banner. Tampaknya kubu petahana terlambat mengantisipasinya, dan jauh sebelumnya sepertinya mereka tidak menyadari kemungkinan pihak oponen dengan cerdas akan memparodikan simbol baju [bermotif] kotak-kotak kebanggaan mereka itu.”  Kubu Anis-Sandiaga akhirnya menang, menjungkalkan pasangan petahana. Kemenangan itu sedikit banyak ditentukan oleh kecerdikan dalam menggunakan simbol-simbol, sesuatu yang sudah menjadi kenicayaan dalam komunikasi dan kompetisi politik di Indonesia yang masyarakatnya masih hidup dalam kultur setengah rasional itu.

Dan kali ini, dalam kontestasi pilpres 2019, perang simbol itu makin menguat. Kali ini giliran pihak petahana yang melakukan mimicry terhadap simbol warna putih  yang sudah sejak semula asosiatif dengan kalangan Islam pendukung pasangan oposisi.

Tampaknya pihak paslon 02 tidak tinggal diam dengan trick  peniruan yang dilakukan oleh oponen mereka. Himbauan tim kampanye pasangan petahana kepada para pendukungnya untuk memakai pakaian putih-putih ke TPS tanggal 17 April nanti segera dinetralisir oleh tim pemenangan pasangan oponennya (Prabowo-Sandi) dengan imbauan yang sama: meminta para pendukung paslon 02 untuk juga memakai pakaian putih-putih ke TPS di hari pencoblosan. Dengan demikian, mereka mengharapkan di TPS-TPS nanti akan terjadi pengaburan batas antara pendukung petahana dan pendukung oponennya yang ingin dihadirkan oleh petahana, yang diperkirakan akan berefek secara psikologis kepada pihak (pengikut) petahana.

Tampaknya perang simbol ini akan makin mengkristal dalam tiga hari ke depan. Apakah himbauan Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi (lihat foto di atas) kepada pengikutnya untuk memakai pakaian putih-putih ke TPS-TPS akan diikuti oleh para pendukung paslon 02?  Bagaimana pula dengan pakaian orang gila natinya di TPS, jika mereka jadi ikut memilih. (Bukankah jika ada orang gila yang tidak berpakaian berada di antara antrian calon pencoblos yang berpakaian putih-putih secara langsung atau tidak juga melecehkan kemanusiaan?

Kalaupun pendukung paslon 02 memakai pakaian putih-putih, tentu yang harus mereka tampilkan adalah pakaian putih-putih biasa (kemeja atau baju kurung/celana panjang putih), sebab jika mereka memakai pakaian putih-putih yang bergaya gamis, sebagaimana selama ini cenderung ditampilkan dalam berbagai show of force para pendukung paslon 02, maka tujuan pengelabuan batas pendukung kedua paslon tentu tidak akan efektif dan berhasil.

Marilah sama-sama kita nantikan warna apa yang dominan akan tampil dan bagaimana situasi di TPS-TPS pada hari pencoblosan, Rabu 17 April 2019 nanti. Semoga juga orang gila yang akan ikut mencoblos juga akan diberi pakaian putih, atau paling tidak pakaian apa saja, asal tidak telanjang dada, apalagi telanjang bulat, demi menghormati ‘perhelatan nasional’ yang ‘sakral’ itu.

Kepada pembaca dimohon jangan lupa untuk mengabadikan’perang simbol’ dan situasi di TPS-TPS itu dengan kamera HP seri terbaru buatan Korea milik Anda.

Leiden, 14 April 2019

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: