Posted by: niadilova | 22/03/2019

PPM #193: Tarikh Wafatnya Ulama Besar Pariaman: H. Nazaroeddin Darab (1941)

H. Nazaroed[d]in Darab meninggal doenia

Seloeroeh Pariaman berkaboeng, sekalian toko dan kedai ditoetoep.

Beriboe2 orang mengantarkan majat almarhoem kekoeboer.

Pada hari Ahad ddo 10 Aug. 1941 pk 2 siang telah meninggal doenia di Pasar Gedang ini, t. H. Nazaroeddin Darab, oelama besar seloeroeh Pariaman sesoedah menderita sakit ± 2 bl.

Sedjam sebeloem meninggalnja beliau masih dalam hospital Militair, tetapi atas permintaan jg sangat dari beliau soepaja dibawa keloear, maka permintaannja itoe dikaboelkan.

Hari Senin besoknja majatnja dibawa ke Pariaman. Kabar kematian beliau ini baroe sadja sampai ke Pariaman, dengan tjepatnja tersiar sampai ke Tikoe dan seloeroeh onderafdeeling itoe.

            Walaupun orang tahoe majatnja beloem akan datang hari itoe di Pariaman, tetapi segala simpang jg menoedjoe kekota Pariaman penoeh oleh manoesia.

Dipasar Pariaman baroe sadja kabar ini diterima, tidak sedikit kaoem saudagar jg menoetoep kedainja. Oedara jg waktoe itoe agak mendoeng, bertambah lembab kelihatan dengan memperhatikan kepada tiap2 moeka jg moeram itoe. Malam itoe selain roemah familie, soerau tepi air tempat beliau mentjoerahkan tetesan djiwanja penoeh sesak oleh manoesia.

Sampai laroet malam kota Pariaman teroes didatangi oleh orang dari kampoeng, istmewa oleh alim oelama.

Besoknja hari Senin moelai pagi jg mendatangi Pariaman bertambah ramai.

Moela pagi sekali toko dan kedai oemat Islam tinggal tertoetoep sebagai timbal dari kesedihan jg menjeloeboengi pendoedoek Pariaman.

Poekoel 10 baroe majat almarhoem sampai dg auto dan diiringi oleh lain auto jg memoeat orang2 jg ternama di Padang istimewa dari kaoem saudagar Ps. Gedang.

Majat beliau dimandikan diroemah orang toeanja dipasir.

Poekoel 12 setelah selesai teroes diangkat, sesoedah t. Saadoedin berpidato sedikit atas nama familie sebagai biasa memintakan maaf. Djenazah beliau diiringi oleh beriboe orang sehingga djalan besar dari moeka station masih penoeh sesak walaupoen kepala [iring-iringan] djenazah itoe [sudah] tiba di Kp. Perak.

Sampai dimesdjid laloe disembahjangkan oleh beratoes2 orang. Majat beliau dikoeboerkan dalam pekarangan soerau tepi air atau sekolah Darul Ma’arif jaitoe satoe2nja tempat beliau masih hidoep menjiarkan Agama.

Sesoedah majat beliau selesai dikoeboerkan serta diambil gambarnja maka berdirilah Toeankoe Said Hoesin satoe2nja moerid beliau jg dikasihi menjampaikan seruan kesetaraan dan keimanan. Almarhoem adalah salah seorang oelama besar di Alam Minangkabau jg bekerdja disamping toean2 H. Rasoel, Abd. Ahmad, Injiak Djambek dan lain2nja. Bangoennja PGAI dalam pendirian jg pertama beliau sebagai seorang Commissaris. Pada pendirian Normal Islam PGAI tenaga beliau tetap dipergoenakan, istimewa sebagai examinator dalam vak Agama.

Kalau oelama2 lain itoe dalam mengembangkan Agama tidak sedikit dapat tjelaan dan tjatjian, maka Almarhoem sebagai pemoeka faham moeda di Priaman tidak sedikit poela mempoenjai lawan. Beliau pernah dioesir dari Kp nja sendiri Pasar [Pariaman], tidak boleh mengadjar dan pernah diantjam dengan perkataan2 jg ngeri. Soerau tepi air dimana itoe boleh dikatakan soerau ketjil sadja, maka disanalah beliau tetap mentjoerahkan isi dadanja sehingga achirnja soerau itoe mendjadi centraal Agama di Pariaman serta mempoenjai sekolah pertengahan.

Salah satoe dari sifat beliau tidak soeka diangoeng2kan, sifat ini tampak djoega dalam beribadat sembahjang sebab djarang benar beliau soeka mendjadi imam. Oleh sebab itoe poela nama beliau tidak tersiar benar seperti orang besar2 lainnja sebab bagi beliau roepanja boekan orang masjhoer itoe orang besar, hanja boeah pekerdjaan itoelah [yang] menandakan kebesaran [seseorang].

            Sebagai seorang besar diwaktoe matinja itoe kelihatan benar diakoei oleh pihak kawan dan lawan.

Sebab beliau sekarang soedah kembali kehad[i]rat Toehannja tidak lain marilah kita do’akan bersama2 moedah2an beliau dapat menerima amalannja!

***

Laporan koran Persamaan (Padang), Tahoen ke VIII, No. 184, Chamis 14 Aug[ustus] 1941/21 Radjab 1360 tentang wafatnya ulama besar Pariaman H. Nazaroeddin Darab yang biasa juga dipanggil Sutan Darab. Dari laporan di atas jelas bahwa beliau wafat di Pasar Gedang (Pasa Gadang), Padang (mungkin di rumah famili beliau), pada hari Minggu 10 Agustus 1941 pukul dua siang, setelah dirawat cukup lama di Rumah Sakit Militer [Ganting].

Sebagaimana data disimak dalam laporan di atas, H. Nazaroeddin Darab dengan tekun mengajarkan ilmu agama di suraunya yang kecil saja, yaitu Surau Tapi Aia (Surau Tepi Air), di Kampuang Balacan, Pariaman, tempat beliau mendirikan perguruan Darul Ma’arif. Disanalah “satoe2nja tempat beliau masih hidoep menjiarkan Agama.

Merujuk artikel dosen FISIP Universitas Andalas, Sadri Chaniago, “Mengenal Sutan Darab, Ulama Besar Pariaman” dalam media online Pariaman Today (http://www.pariamantoday.com), H. Nazaroeddin Darab lahir di Pasia (Pasir) Pariaman pada 4 November 1888. Dengan demikian beliau wafat dalam usia 53 tahun. Kisah hidup dan riwayat Pendidikan beliau dapat dibaca lebih lanjut dalam tulisan Sadri Chaniago di atas.

Laporan Persamaan di atas memberi kesan kepada kita tentang kebesaran H. Nazaroeddin Darab sebagai seorang ulama dari golongan “Kaum Mudo”. Sadri menulis bahwa Sutan Darab, yang menuntut ilmu di Mekah selama 6 tahun (1910-1916), mendapat banyak tantangan dari ‘Kaum Tuo” sebelum akhirnya diterima oleh masyarakat kampungnya. Ini bersesuaian dengan laporan Persamaan di atas. Rupanya, semasa hidupnya, beliau adalah seorang pemimpin agama yang sederhana dan tidak mau menonjolkan diri. Sifat seperti ini mungkin agak sulit dicari dalam kehidupan kita di zaman sekarang.

Kiranya, sebagaimana juga disarankan Sadri Chaniago, riwayat hidup H. Nazaroeddin Darab, yang namanya sudah diabadikan untuk nama sebuah jalan di Pariaman, perlu dikatulis secara lengkap (Pemkot Pariaman tentu dapat mendorong dan memfasilitasinya), agar tidak hilang dari ingatan sejarah masyarakat Pariaman/Minangkabau.

Dr. Suryadi – Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 13 Januari 2019

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: