Posted by: niadilova | 22/03/2019

PPM #186: Larangan Mengajar Terhadap Bung Hatta (1933)

“Dilarang boeat mengadjar

Poen diloear oeroesan pergerakan

            Sebagai mana orang telah tahoe bahwa dari beberapa pihak orang meminta toean Drs M. Hatta mengadjarkan ilmoe dagang dan lain2 keperloean jang berhoeboeng dengan oeroesan economie.

            Perhatian dari pihak rakjat baik anak2 moeda maoepoen orang2 jang telah beroemoer songgoeh sangat besarnja. Oleh sebab itoe oentoek memenoehi kewadjiban terseboet toean M. Hatta telah memadjoekan pemberian tahoe kepada bestuur tentangan maksoednja hendak memberikan pengadjaran kepada anak2 Indonesier dibawah oemoer dan pada orang2 jang soedah dewasa. Tetapi C[G]ouverneur Djawa Barat telah melarang hal ini oentoek waktoe jang tidak ditentoekan beberapa lamanja.

Alasan oentoek melarang Drs. M. Hatta mengadjar

            Kabar lebih landjoet tentangan tidak boleh toean terseboet memberi peladjaran kepada anak2 dan orang2 jang dewasa disekolah jang akan didirikan, ialah lantaran Drs. M. Hatta ketoea dari “Pendidikan Nasional Indonesia”. Kedoea karena toean ini dianggap sebagai ultra-nationalist; djadinja kalau ia mendjadi goeroe akan mendidik orang2 jang beladjar padanja dalam politiek….

            Hal kedoea ini telah ditetapkan dengan besluit Gouverneur West Java oentoek mendjagai ketenteraman oemoem, jaitoe dilarang kepadanja memberikan pengadjaran menoeroet artikel 1 letter b. staatblad no. 66 (perobahan “Wilde scholen ordonantie”, (Pem).”

***

Dua laporan yang muncul dalam surat kabar Tjamboet (terbit di Padang), No. 56, Tahoen ke I, hari Arba’a 6 December 1933 tentang larangan mengajar oleh Otoritas Kolonial Hindia Belanda terhadap Mohammad Hatta.

Setelah Mohammad Hatta menyelesaikan studinya di Nederlandse Economische Hoogeschool Rotterdam, ia segera kembali ke tanah airnya, Indonesia. Fikiran Ra’jat: Madjalah Politik Poepoeler, No. 9, 26 Agoestoes 1932: 15 [Kroniek Indonesia] menulis:Tanggal 24 Agoestoes [1932] telah sampai di Djakatra sdr. Mohammad Hatta, dengan kapal Van der Heyden.” Beberapa minggu sebelumnya, di Indonesia sudah beredar kabar mengenai kepulangan Hatta ke tanah airnya.

Laporan kedua di atas menginformasikan kepada kita alasan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda (melalui Gubernur Jawa Barat) melarang Hatta melakukan aktifitas di dunia pendidikan di tanah airnya, yaitu: 1) karena ia adalah ‘ketoea dari “Pendidikan Nasional Indonesia”; 2) karena ia ‘dianggap sebagai ultra-nationalist’.  Tuduhan kedua ini terutama tentu terkait dengan sepak terjang Hatta ketika berada di Belanda, lebih-lebih lagi ketiga ia menjabat sebagai voorzitter Perhimpoenan Indonesia (The Indonesische Vereeniging) (1926-1930) yang membawa organisasi pelajar Indonesia di Belanda itu menjadi lebih radikal dalam menuntut kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda.

Sejarah telah mencatat bahwa akhirnya Hatta dan 3 orang kawannya (Nazir Pamoentjak, Ali Satroamidjojo dan Madjid Djajadiningrat) ditangkap dan dipenjarakan oleh polisi Belanda pada 1927. Hatta mendekam selama 3 tahun dalam penjara Belanda di Rotterdam sebelum kemudian dibebaskan atas bantuan advokasi oleh beberapa orang pengacara Belanda.

Selapas kepemimpina Hatta, Perhimpunan Indonesia jatuh ke tangan para pelajar yang berhaluan komunis. Mereka mendepak Hatta dari organisasi itu (lihat artikel St. Sjahrir ‘“SCHORSING” MOHAMMAD HATTA’, Daulat Ra’jat, Tahoen ke I, No. 9, 10 December 1931). Hatta kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) Baru bersama St. Sjahrir.

Hingga kepulangannya ke Indonesia, Bung Hatta tetap pada prinsipnya yang tidak bisa ditawar: memerdekakan bangsanya dari penjajahan bangsa asing. Banyak berita negatif tentang dirinya disebarkan oleh orang-orang yang tidak senang kepadanya. Tapi semua itu makin membuat ia makin teguh dengan pendiriannya.

Dan…sebagaimana telah ternukil dalam lembaran sejarah: lelaki yang hidup sederhana ini adalah salah seorang founding father negara ini. Jasa-jasanya layak dikenang selama nation-state Indonesia ini masih ada.

Dr. Suryadi – Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 25 November  2018

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: