Posted by: niadilova | 11/03/2019

PPM #201: Padang Panjang, 1923: Orang-orang Komunis ‘Dipreventief’

Penangkapan

Dari Padang Pandjang orang kirim kabar, pada petang Minggoe 11 November kira-kira poekoel 5 petang toean Asistent Resident Padang Pandjang bersama Djaksa dan Toeankoe Demang dan dibantoe lebih koerang doea loesin soldadoe bersendjata bajonet, telah datang menggeledah kantoor International Debating Club di Padang Pandjang.

            Natar Zainoedin verantw.[oordelijk] redacteur Djago-Djago dan Hadji Datoe Batoeah redacteur Pemandangan Islam telah dipreventief.

            Menoeroet kabar lain, malamnja ada doea orang anak negeri Kota Lawas dihantar oleh seperangkatan politie bersendjata, dimasoekkan dalam boei dan paginja teroet lagi ampat orang ditangkap dimasoekkan dalam pendjara di Padang Pandjang.

Fort de Kock.

            Menoeroet kabar angin, bahwa engkoe Soetan Perpatih di Fort de Kock djoega akan ditahan, kabarnja toean Resident telah datang kesana berhoeboeng dengan perkara itoe.

Apa benar?

            Dalam kota Padang petjah lagi kabar jang mengatakan, bahwa Penghoeloe kepala negeri Penjalaian di Padang Pandjang, diboenoeh oleh orang djahat, jang katanja berhoeboeng dengan gerakan communist di Padang Pandjang. Apakah benar kabar ini, beloem dapat diketahoei, hanja dikira-kira sadja kabar ini tiada benar, jang barangkali orang sengaja mengeloearkan kabar itoe akan mendahsjatkan kabar penangkapan beberapa orang di Padang Pandjang seperti telah dikabarkan.

Tangkap dan Gerandah

            Oet.[oesan] Melajoe[,] Perobahan dan Tjaja Soematra mengabarkan:

Tertangkap.

            Kami menerima telegram dari Koeboe Kerambil (P. Pandjang) jang mewartakan, bahwa delapan orang dari kaoem Djago Djago telah dimasoekkan dalam pendjara P. Pandjang.

            Dalam seboeah sado antara Koeboe Kerambil dengan Padang Pandjang, ada penoempang Asistent Demang, Kepala Negeri Boenga Tandjoeng, dan Arif Fadillah Redacteur Djago Djago.

            Arif Fadillah kelihatan bermoeka asam.

            Antara jang telah dipendjara itoe, ialah e e. H. Dt. Batoeah, N. Zaionedin, Dt. Indo Kajo dan Mangkoedoem Sati.

            Sebagaimana telah dikabarkan maka di Kota Lawas Padang Pandjang telah ditangkap beberapa orang jang disangka djadi kaoem merah, begitoepoen kabar officieel memberitahoe lagi, bahwa di Kota Lawas itoe telah ditangkap Baginda Tan Amas, Radjo nan Kajo, Djoerek dan Ibrahim Makoemar.”

***

Laporan-laporan dalam harian Neratja (Batavia), No. 222, Tahoen VII, Senin 26 November 1923 tentang tindakan penangkapan yang dilakukan otoritas kolonial Hindia Belanda di Padang Panjang dalam upaya menangkal pengaruh ajaran komunis yang, walau masih baru diperkenalkan, terus mendapat sambutan dalam masyarakat Minangkabau.

Nama-nama yang disebut dalam laporan di atas adalah orang-orang yang dianggap sebagai aktor intelektual gerakan komunis di Minangkabau, khususnya di Padang Panjang. “Kaum merah” itu ditangkap dan ditahan (‘dipreventief’) karena menganut ideologi komunis dan aktif menyebarkannya kepada orang lain, baik secara lisan, lebih-lebih lagi melalui tulisan di media yang mereka kelola sendiri, seperti Djago-Djago dan Pemandangan Islam. Hal ini dianggap berbahaya karena ajaran para pemimpin komunis tersebut dituduh menghasut rakyat untuk memberontak kepada penguasa kolonial Hindia Belanda.

Sasaran utama penangkapan itu tampaknya  adalah para penggerak International Debating Club, sebuah kelompok diskusi yang baru berdiri sekitar sebulan sebelumya (lihat Djago! Djago!, No. 1, Tahoen I, Senin 8 October 1923:3), yang melaluinya ajaran komunis, ide-ide kemerdekaan, hak untuk mengurus diri sendiri, dan kritisisme kepada kebijakan-kebijakan politik dan ekonomi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda disuntikkan kepada para peserta diskusi yang tentunya akan dipesanberantaikan kepada masyarakat. Di sana ada Haji Dt. Batoeah, Redaktur berkala Pemandangan Islam, Natar Zainoedin dan Arif Fadillah, Direktur dan Redaktur berkala DjagoDjago. Kedua media tersebut sangat vokal mengeritik kebijakan-kebijakan penguasa kolonial Hindia Belanda dan memuat tulisan-tulisan yang menyuntikkan kesadaran untuk merdeka.

Rangkaian laporan di atas menyebut pula beberapa nama lain yang dianggap terkait dengan penyebaran kritisisme kepada Pemerintah: Soetan Perpatih, Dt. Indo Kajo, Makoedoem Sati, Baginda Tan Amas, Rajo nan Kajo, Djoerek, Ibrahim Makoemar, dll.

Tahun 1923 adalah masa yang panas di Padang Panjang dan sekitarnya. Sikap otoriter dan represif penguasa kolonial Hindia Belanda dengan menangkapi para pemimpin ‘komunis’ itu disambut dengan berbagai unjuk rasa oleh masyarakat Minangkabau, tidak hanya di Padang Panjang, tapi juga di daerah-daerah lain.

Laporan di atas juga merefleksikan perpecahan dalam masyarakat Minangkabau akibat munculnya gerakan ini. Penentangan tentunya muncul dari kalangan yang dekat dengan Belanda, seperti keluarga angku Damang, tuanku Lareh, penghulu kepala bersurat, dll. Para penghulu dan kepala nagari yang dianggap pro Belanda menjadi sasaran teror dan pembunuhan. (Beberapa kasus telah diinformasikan dalam rubrik ini dalam nomor-nomor sebelumnya.)

Tentang muncul dan berkembangkan ajaran ‘kuminih’ di Padang Panjang pada periode ini, bacalah buku Fikrul Hanif Sufyan, Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis di Serambi Mekah (Yogyakarta: UGM Press, 2017).

Sejarah telah mencatat bahwa orang-orang yang ditangkap itu sebagian dibuang jauh dari Minangkabau, bahkan ada yang diasingkan ke Digul, seperti Haji Dt. Batoeah, Natar Zainoedinn dan Arif Fadillah. Namun, gerakan komunis tak dapat dibendung. Ia terus menyebar dalam masyarakat Minangkabau dan berujung pada “Pemberontakan Komunis” tahun 1926/27 yang apinya dipantikkan dari Silungkang, tapi dengan cepat dapat dipadamkan dengan kekuatan militer yang represif oleh Batavia.

Dr. Suryadi – Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 10 Maret 2019


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: