Posted by: niadilova | 17/02/2019

Undangan dari KITA dan tur singkat di Asia Tenggara (Januari 2019)

Foto tiket2-Suryadi-cropPada hari Jumat 11 Januari 2019, Institute of Ethnic Studies (KITA), Universiti Kebangsaan Malaysia (lihat: http://www.ukm.my/kita/) telah berkenan menjemput saya untuk memberikan sebuah ceramah (syarahan) yang mereka beri nama “Siri Wacana KITA 1/2019”. Ceramah saya yang mengambil tajuk: “Suara Mekanikal dan Etnisiti: Industri Rakaman dan Dinamik Identiti Minangkabau di Indonesia” berlangsung mulai jam 10:00 pagi sampai jam 12:00 tengah hari di Bilik Menyuarat KITA, Aras 4, Bangunan Pentadbiran Kolej Keris Mas, Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pengerusi, khususnya Dr. Shazlin Amir Hamzah (http://www.ukm.my/kita/expertise/shazlin/) beserta tim kerjanya (Puan Roovasini dll.) yang telah bertungkus lumus mempersiapkan ceramah tersebut. Tentu saya terima kasih setinggi-tingginya saya ucapkan kepada Direktur KITA distinguished Prof. Datuk Dr. Shamsul Amri Baharudin karena atas izin dan rekomendasi beliaulah saya dapat menyampaikan ceramah saya di KITA.

Lecture KITA-UKM (11-01-2019)-poster 1

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para penghadir (participants) ceramah tersebut dan saya teramat bergembira dan merasa amat terhormat karena ceramah tersebut juga dihadiri pula oleh beberapa akademisi senior yang sudah memiliki nama besar di Malaysia, yaitu Prof. Dr. James T. Collins, Prof. Dato’ Dr. Ahmad Murad Merican dan Associate Prof. Dr. Ahmad Nidzamuddin Sulaiman. Terima kasih juga diucapkan kepada Dr. Tan Raan Hann, Tuan Mohd. Kamrul Bahri Hussein dan para peserta lainnya yang hadir dalam ceramah saya itu, yang nama mereka tidak dapat saya sebutkan satu per satu di sini, dan telah memberikan berbagai komentar dan tanggapan mereka.

Foto ceramah di KITA, 11-01-2019_Shazlin credit1

Dalam kunjungan saya ke Asia Tenggara kali ini, saya juga bertemu dan bersilaturahmi dengan kawan-kawan dan akademisi di Institute of Islamic Civilisation and Malays World (ISTAC), IIUM, Kuala Lumpur (http://www.iium.edu.my/institute/istac), tempat saya pernah menjadi visiting fellow pada tahun 2017. Di sana saya bertemu dengan Direktur ISTAC Prof. Datuk Dr. Osman bin Bakar, staf penyelidik dan pensyarah Associate Prof. Associate Prof. Dr. Hafiz Zakariya, Associate Prof. Danial bin Mohd. Yusof, Dr. Wan Ali Wan Mamat, Associate Prof. Dr. Imtiyaz Yusuf, administrative officer Encik Johan bin Hj. Ibrahim beserta stafnya.

Foto ceramah di KITA, 11-01-2019_Shazlin credit3

Foto ceramah di KITA, 11-01-2019_Shazlin credit2

Saya juga bertemu dengan Director Islamic Renaissance Front Dato’s Dr. Ahmad Farouk Musa dan Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif. Saya bertemu dengan mereka dalam seminar “Pemikiran Reformis Fazlur Rahman” yang diadakan di ISTAC. Di Kuala Lumpur, saya juga berjumpa dengan penyarah senior Akademi Pengajian Melayu Universiti Malaya, Prof Madya Dr. Norhayati binti AB Rahman dan sahabat-sahabat di Dewan Bahasa Dan Pustaka (Puan Kamariah binti Abu Samah, Dr. Haji Abang Patdeli bin Abang Muhi, dll.).

KL-ISTAC_Dato' Dr. Ahmad Farouk Musa

Tentu saja saya tidak lupa mengunjungi politikus senior Malaysia yang amat saya hormat, mamak gadang orang Minangkabau di Malaysia, Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim, mantan Penasihat Kebudayaan Kerajaan Malaysia yang sekarang menjabat sebagai Ketua Badan Pimpinan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU) Negeri Sembilan.

Setelah selesai acara di Kuala Lumpur, saya juga mengunjungi beberapa sahabat, antara lain Tuan Nik Abdul Rakib bin Nik Hasan, pengajar Sastera Melayu dan Ketua Nusantara Studies Center, Prince of Songkla University, Pattani, Thailand Selatan dan rekannya, Tuan Zawawi Pakda Amin, MA. Saya juga mengunjungi tiga orang akademis yunior saya yang memiliki reputasi internasional dan sekarang sedang dikotrak oleh negara Singapura, yaitu: Dr. Syafiq Hasyim (visiting fellow di S. Rajaratnam Shool of International Studies, Nanyang Technological University), Dr. Ahmad Najib Burhani (visiting fellow di ISEAS Yusof Ishak Institute, National University Singapore), dan Dr. Juniator Tulius (research fellow di Earth Observatory of Singapore, Nanyang Technological University).

ISTAC-dg Buya Sjafii Maarif (12-01-2019)

Foto dg Nik Rakib_Pattani 13-01-2019

Menyeberang ke Indonesia, saya bertemu beberapa orang sahabat. Tidak semuanya dapat tertemui karena sempitnya waktu. Di Padang, saya disambut ramah dan diajak makan siang yang enak oleh Bapak Jasman Rizal (Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat). Saya juga berjumpa dengan Bapak Faisal (Supervisor Sales & Service Garuda Indonesia Cabang Padang).

Singapore 14-01-2019_tulius & Syafiq

Di Jakarta saya bertemu dengan keluarga Syahrudin, SH. (pebisnis perhotelan di Pandeglang), Prof. Elfindri, SE., MA. (guru besar Universitas Andalas), Ir. Benny Wendry, MM. (Direksi PT. Semen Indonesia), Nanag Asfarinal (Direktur Eksekutif Jaringan Kota Pusaka Indonesia) dan Bobby Lukman Piliang (wartawan dan staf mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono).

Di Bandung saya bertemu dengan Walikota Pariaman, Dr. Genius Umar dan istri (dr. Lucyanel Arlym), politikus/pengusaha dan pemilik hotel Drs. H. Asril Das, Dr. Joni Martiyus Sikumbang, SH., M.Hum. (Kepala Keprotokolan dan Pengamanan Pimpinan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat), dan Dr. Hj. Een Herdiani, SSen., M.Hum. (Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung).

Bandung Genius dkk_20_01-2019

Kepada para senior dan kawan-kawan mancanegara itu saya mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan mereka yang hangat dan penuh persahabatan. Semoga di masa yang akan datang kita dapat berjumpa lagi.

Rute perjalanan

  1. Senin, 07/01/2019: berangkat dari Amsterdam ke Doha (Qatar Airways QR 274) (boarding: 15:15), dinihari lanjut ke Kuala Lumpur dengan QR 848 (sampai jam 15:30, tgl. 08/01/2019).
  2. Sabtu, 12-01-2019: berangkat dari Kuala Lumpur ke Kota Bharu, Kelantan, dengan bus malam Perdana Ekspress (boarding: 22:30).
  3. Minggu, 13-01-2019: berangkat dari Kota Bharu ke Prince of Songkla University, Pattani (Thailand Selatan) dengan taksi/boat/mobil (berangkat jam 11:00)
  4. Minggu, 13-01-2019: berangkat dari Pattani/Thailand Selatan ke Kota Bharu (menyeberang: jam 17:30).
  5. Minggu, 13-01-2019: berangkat dari Kota Bharu, Kelantan, ke Johor Bahru dengan bis malam Transnasioanal (boarding: 19:25).
  6. Senin, 14/01/2019: berangkat dari Johor Bahru ke Singapura dengan bis reguler (boarding: 07:30).
  7. Senin, 14/01/2019: berangkat dari Singapura ke Johor Bahru dengan bis reguler (boarding: 19:45).
  8. Senin, 14/01/2019: berangkat dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur dengan bis malam Damai Express (boarding: 22:30).
  9. Selasa, 15/01/2019: berangkat dari Kuala Lumpur ke Padang dengan Air Asia AK 406 (boarding: 10:30)
  10. Kamis, 17-01-2019: berangkat dari Padang ke Jakarta dengan Garuda GA 163 (boarding: 08:20 WIB).
  11. Kamis, 17-01-2019: berangkat dari Jakarta ke Bandung dengan Baraya Travel (Sarinah) (berangkat: jam 18:00 WIB).
  12. Senin, 21-01-2019: berangkat dari Bandung ke Jakarta dengan kereta api Argo Parahyangan (berangkat: jam 11:50 WIB).
  13. Selasa, 22-01-2019: berangkat dari Jakarta ke Padang dengan Garuda GA 162 (boarding: 10:55 WIB).
  14. Rabu, 23-01-2019: berangkat dari Padang ke Kuala Lumpur dengan Air Asia AK 407 (boarding: 11:10 WIB).
  15. Kamis, 24/01/2019: berangkat ke Amsterdam (kembali ke Belanda) dari Kuala Lumpur lewat Doha dengan Qatar Airways QR 853 (boarding jam 02:15), paginya dari Doha lanjut ke Amsterdam dengan QR 273 (sampai jam 13:20, Kamis, 24/01/2019).
  • Catatan: Kredit foto sebagian courtesy Dr. Shazlin Amir Hamzah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: