Posted by: niadilova | 02/10/2018

Kilas balik: Interview kilat dengan saudara Alimin.

Alimin

A. D. Noesantara

SEPATAH KATA.

Kedatangan saudara Alimin ditanah Indonesia soedah didengoeng-dengoengkan oleh radio dan disiarkan oleh soerat-soerat kabar. Kawan dan lawan, di Indonesia dan di loear Indonesia, soedah mengetahoei bahwa saudara Alimin telah berada ditengah-tengah Rakjat jang ditjintainja dan Rakjat jang mentjintainja.

Tetapi kita mengetahoei, bahwa apa jang soedah didengoengkan oleh radio dan disiarkan oleh soerat kabar beloem memoeaskan kehendak masjarakat, beloem tjoekoep sekadar oentoek menghilangkan rasa rindoe-dendam antara Rakjat dan saudara Alimin jang soedah poeloehan tahoen tidak berdjoempa dan djarang mendapat kabar berita.

Baroe-baroe ini saja oesahakan mendjoempai saudara Alimin oentoek mengadakan sekadar “interview kilat” jang agaknja akan dapat memberi sedikit kepoeasan pada masjarakat ramai.

Tetapi salah sekali anggapan, kalau orang berpendapat, bahwa dapat dikemoekakan sesoeatoe jang soedah dialami dan apa jang mendjadi isi loeboek batin saudara Alimin dalam masa segenting sekarang. Kita hanya dapat mengemoekakan apa jang sekarang dapat menoeroet keadaan dan waktoenja dioemoemkan.

DIRI SAUDARA ALIMIN

Waktoe saja datang ditempat kediaman saudara Alimin pada soeatoe malam, diroemah-kampoeng jang sederhana sekali dibagian kota Solo, beliau sedang meladeni beberapa orang tamoe.

Sebagai kebanjakan pemimpim kaoem proletar beliau adalah sangat sederhana, dalam pembitjaraannja maoepoen pakaiannja. Oemoernja soedah lebih 50 tahoen. Soengoehpoen demikian beliau masih sehat lahir dan batin dan selama dalam perantauan ta’pernah sakit sehari djoeapoen.

Tiap-tiap orang jang bertemoe moeka dan melihat tjaranja berbitjara dan mendengar isi pembitjaraannja, tidak akan ragoe-ragoe, bahwa saudara Alimin sjoega akan besar soembangannja terhadap revolusi sekarang, disamping pemimpin-pemimpin jang soedah ada dan para pemoeda. Semangatnja masih tetap semangat agitator proletar jang [tak terbaca: ‘Ijneehoong’?]

Oemoernja soedah toea, tetapi djiwa dan fikirannja masih tetap mengikoeti aliran djaman dan aroes perdjoangan proletariat.

Demikian kesan sepintas laloe tentang diri saudara Alimin. Setelah tamoenja pergi maka baroelah dapat saja mengadakan sedikit tanja djawab dengan beliau jang kesimpoelannja dengan ringkas akan saja hidangkan dibawah ini.

SAUDARA ALAMIN DALAM PERANTAUAN.

Tahoen 1925 dikala mendjelang revolusi Indonesia tahoen 1926-1927 waktoe saudara Alimin sedang berada di Bogor beliau mendengar kabar dari kawan jang bekerdja di Parket, bahwa pemerintah Hindia Belanda sedang beroesaha oentoek menangkapnja. Saudara Alimin tidak maoe mendjadi mangsa Belanda dan teroes mengambil tindakan oentoek melepaskan diri dari tjengkeraman polisi dan P.I.D. Belanda.

Pertama jang ditoendjoenja jalah Tanah Abang, Djakarta, dan dari Djakarta dengan pertolongan beberapa kawan menoedjoe ke Merak.

Pemerintah Hindia Belanda roepanja soedah memerintahkan soepaja kaki-tangannja mentjegat saudara Alimin ditiap-tiap pelaboehan. Ditiap-tiap pelaboehan diselidiki benar, kalau-kalau ada diantara orang banjak seorang bernama Alimin jang sedang ditjari. Dipelaboehan Merak djoega diadakan pendjagaan dan pemeriksaan tapi dengan menjamar beliau dapat meloloskan diri dan berangkat dari Merak dengan menoempang motorboot menoedjoe ke Kalianda (Lampoeng Selatan). Dari Kalianda dengan pertolongan seorang kawan menoedjoe ke Tandjoeng Karang dan teroes ke Palembang. Dari Palembang dengan kapal ditoedjoenja Singapoera dan dari Singapoera meneroeskan perdjalanannja ke Moskou.

Di Moskou saudara Alimin membitjarakan peristiwa Indonesia dengan rentjana revolusinya dan djoega membitjarakan soal persendjataan jang soelit dapat dipenoehi oleh Moskou berhoeboeng djaraknja terlaloe djaoeh. Waktoe beliau maoe kembali ke Indonesia membawa oleh-olehnja dari Moskou, sesampainja di Singapoera revolusi di Indonesia soedah meletoes dan di Singapoera beliau ditangkap oleh kaoem reaksi. Dalam pertanjaan-pertanjaan jang diadjoekan padanja ternjata hakim Singapoera mengetahoei saudara Alimin datang dari Moskou. Djelaslah bagi beliau, bahwa kaoem imperialis mempoenjai dines mata-mata jang loeas sekali, djoenga sampai kedalam Kremlin di Moskou. Tetapi achirnja saudara Alimin dapat lolos dari djerat hakim Inggris dengan antjaman kalau kedapatan lagi di Singapoera akan dihoekoem pendjara 20 tahoen.

Dari Singapoera beliau menoedjoe ke Kwantoeng goena mengadakan persiapan Konferensi Kaoem Boeroeh daerah Pasifik. Di Kwantoeng beliau berkenalan dengan pemimpin-pemimpin kaoem boeroeh dari berbabagai negeri. Setelah di Kwantoeng organisasinja mendapat rintangan jang hebat dari fihak reaksioner. Konferensi Boeroeh Pasifik dipindahkan ke Hankou dan Kongresnja dilandjoetkan dikota ini. Tahoen 1927 mengalami reaksi lagi berhoeboeng dengan coup d’etat Wang Ching Wei.

Dari Hankou beliau dengan pengandjoer-pengandjoer jang lain-lain menoedjoe ke Wladiwostok dan di Wladiwostok melandjoetkan oesahanja dilapangan Profintern (Sarekat Boeroeh Merah Internasional).

Tahoen 1928 saudara Alimin menghadiri Kongres Komintern (Komunis Internasionale) ke-VI di Moskou. Sesoedah Kongres beliau menoentoet peladjaran di Lenin Universiteit sebagai wakil Indonesia, bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin Komunis dan pemimpin-pemimpin Kaoem Booeroeh jang kenamaan, seperti Chou En Lai (Tiongkok), Harry Pollitt (Inggris), L Sharkey (Australia), Okano (Nippon), Earl Browder (Amerika), Tӓlmann (Djerman), Maurice Thorez (Prantjis) dan lain-lainnja.

Beliau menoentoet peladjaran politik di Lenin Universiteit selama lima tahoen setengah. Sesoedah itoe beliau mendjadi agitator-propagandis goena kepentingan Komunis Internationale. Beliau dikirim ketempat-tempat besar di Eropa, dikirim ke Paris, Brussel, London, Berlin dan lain-lain, djoega pergi ke Asia Ketjil a.l. ke Palestina jang kabarnja pernah kita terima di Indonesia bahwa beliau meninggal di Palestina (dalam mentjeritakan “mati jang tidak djadi ini” saudara Alimin sedikit tersenjoem).

Waktoe belakangan beliau ada ditengah-tengah Rakjat Tiongkok, bersama-sama dengan Rakjat Tiongkok ikoet menentang serangan fascisme Djepang. Sesoedah itoe pergi kedaerah Malaya di Koeala Lompoer melakoekan kewadjibannja.

Selama saudara Alimin dalam perantauan, delapan belas tahoen beliau hidoep sebagai warga-negara Sovjet Roesia. Begitoepoen beliau dikirim keloear Sovjet Roesia goena kepentingan Komunis Internationale jalah sebagai warga-negara Sovjet Roesia. Di Sovjet Roesia ada satoe peratoeran tjiptaan Lenin sendiri, bahwa siapa sadja tidak perdoeli kebangsaannja, asal progresif revolusioner seperti pemimpin komunis, toekang berontak melawan kapitalis-imperialisme, toekang mogok dan staking mempertahankan nasib kaoem boeroeh dan sebagainja, apabila masoek daerah Sovjet Roesia teroes diakoei dan diberi hak-hak jang tertentoe sebagai warga-negara Sovjet Roesia.

SAUDARA ALIMIN DENGAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN

Tanggal 17 Agoestoes 1945 dikota Tjoengking (Tiongkok) djam 9 malam tersiar kabar bahwa Indonesia soedah mengoemoemkan kemedekaannja. Rakjat Indonesia soedah membentoek Republik sendiri. Soember berita ini jalah dari Kantor Penerangan (Information Bureau) Amerika di Tjoengking. Pada sa’at jang loear biasa itoe saudara Alimin djoega ada di tengah-tengah kawan-kawan seperdjoeangannja dikota terseboet, ditengah-tengah kaoem komunis jang pada waktoe itoe bersatoe dengan golongan progresif jang lain menghadapi kekedjaman fascisme Djepang.

Pada masa peperangan dengan Djepang kota Tjeongking mendjadi poesat tanah Tiongkok progresif (war-capital). Maka itoe disana djoega berkoempoel berbagai aliran politik: komunis, socialis, nasionalis dan sebagainja. Dalam menghadapi fascicme berbagai aliran progresif membentoek Front Persatoean (United Front) sebagaimana djoega terdjadi dinegeri-negeri progresif diseloeroeh doenia dalam perang jang laloe.

Reaksi pertama dari semoea aliran waktoe mendegar pembentoekan Republik Indonesia jalah: heran. Antara lain saudara Chou En Lai djoega menjatakan keheranannja.

Bagaimana tidak akan heran! Soeatoe koloni jang soedah berabad-abad ditindas dan pergerakan politiknja tidak dapat toemboeh dengan soeboer, sedangkan dalam perang doenia kedoea aksi goeriljanja tidak sehebat aksi goerilja di Malaya, tiba-tiba diatas roel…[tak terbaca] perang doenia kedoea ia berdiri tegak sebagai bangsa merdeka, jang menoeroet kabarnja djoega banjak mempoenjai kapal-kapal oedara sehingga sedikit banjaknja memboeat iri hati kawan-kawan komunis jang ada di Tjoengking pada waktoe itoe. (Tetapi boekankah Lenin mengatakan: bahwa revolusi akan meletoes dimana sadja, pada bahagian mata rantai kapitalisme jang paling lemah dan lapoek, tidak pandang madjoenja atau terkebelakangnja soeatoe negeri? Pada sa’at proklamasi dioemoemkan rantai kapitalisme lemah di Indonesia).

Boekankah soeatoe keberanian loear biasa mengoemoemkan kemerdekaan dalam keadaan demikian? Indonesia letaknja adalah terpentjil djaoeh dari negeri-negeri demokrasi jang koeat jang kiranja dapat memberi bantoean perdjoengan Rakjat Indonesia. Disekitar Indonesia adalah tanah-tanah djadjahan atau setengah djadjahan jang meroepakan benteng kaoem modal internasional.

Djoega saudara Alimin dapat pertanjaan dari berbagai pihak tentang diri Presiden Republik Indonesia. Antara lain pertanjaannja: Apakah beliau mengenai Presiden Republik Indonesia? Pertanjaan ini didjawabnja, bahwa beliau mengenai Presiden dimasa Presiden masih bersekolah.

Sebagai seorang Komunis saudara Chou En Lai menganggap pekerdjaan bersama antara pemimpin pemimpin Indonesia (jang mempoenjai karakter) dengan Djepang adalah sebagai taktik belaka.

SAUDARA ALIMIN DENGAN REPUBLIK

Bentoek Republik dari negara Indonesia merdeka adalah bentoek jang logis sebagai kelandjoetan kemadjoean perdjoeangan politik Rakjat Indonesia sedjak Boedi Oetomo, S. I., N. I. P., P. K. I. dan seteroesnja. Republik Indonesia adalah Republik jang istimewa kedoedoekannja dan tidak dapat dibandingkan dengan republik Roxas di Pilipina atau Kemerdekaan India jang akan didapat dari Inggris. Roxas melaksanakan Republiknja dengan bekerdja rapat bersama Amerika. Pemimpin India melaksanakan kemerdekaannja bekerdja rapat bersama dengan Inggris. Sedangkan kita dalam melaksanakan Republik kita adalah dengan menentang Belanda sehebat-hebatnja, penoeh dengan perdjoangan (struggle) ideologi dan material.

Republik Indonesia mempoenjai kedoedoekan penting dalam perekonomian maoepoen strategi doenia.  Dalam toeboeh perekonomian doenia Indonesia memegang rol jang terpenting, dan boekan bandingan India, Tiongkok, Pilipina atau negeri-negeri lain djadjahan maoepoen setengah djadjahan. Indonesia penoeh dengan hasil boemi dan tambang jang sangat diboetoehkan pasar doenia. Indonesia dapat membajar kontribusi (ioeran) jang besar pada pasar doenia. Dan Indonesia tidak hanja pandai mendatangkan barang loear negeri goena keperloean pendodoeknja, tetapi djoega sanggoep mengeloearkan hasil boemi dan tambang keloear-negeri goena pasar doenia. Sesoeatoe hal jang menjebabkan tidak beresnja keadaan di Indonesia sehingga menghalangi export barang keboetoehan pasar doenia dapat memboeat goantjangan pasar doenia, dan dirasai poela oleh negeri-negeri diseloeroeh doenia.

Kekatjauan politik jang ditimboelkan negeri-ngeri imperialis di Indonesia tidak hanja membikin katjaunja alam politik Indonesia – Belanda, tetapi mesti bikin geger seloeroeh doenia. Hampir seloeroeh doenia, ketjoeali Sovjet Rusia, sekarang berada dalam sakit dan berteriak kekoerangan makanan dan bahan pembangoenan negeri. Sedangkan barang-barang jang diboetoehkan kebanjakannja ada di Indonesia. Tidak dapatnja Indonesia memberi soembangan pada pasar doenia adalah semata-mata kekatjauan politik jang ada di Indonesia. Kekatjauan politik jang ditimboelkan oleh kaoem imperialis sendiri, sekali-kali boekan tanggoengan Rakjat Indonesia.

Kedoedoekan Republik Indonesia jang letaknja diantara doea benoea, jaitoe Asia dan Australia, dan diantara doea samoedera-raja jaitoe Laoetan Pasifik dan Laoetan India, adalah sangat penting dalam strategi doenia, sebagaimana djoega negeri-negeri lain jang berada dalam “kruispositie” (kedoedoekan palang).

Sekarang jang mendjadi pertanjaan kaoem modal internasional jalah: manakah jang lebih mengoentoengkan. Belandakah atau Republik Indonesia. Dan mana jang dapat mengoentoengkan, itoe jang akan dibantoenja. Politik doenia inilah jang mesti dihadapi Republik Indonesia.

Ra_jat, Nomor 20, Tahoen ke I, Selasa 13 Agustus 1946-crop

SAUDARA ALIMIN DENHAN REVOLUSI SEKARANG

Revolusi adalah sekolah jang paling tinggi dan kesalahan-kesalahan dalam revolusi adalah peladjaran kalau kesalahan itoe kita akoei dan kita perbaiki, demikianlah oedjar saudara Alimin dalam permoelaan pembitjaraan so’al revolusi sekarang.

Maka itoe kitapoen mesti mempeladjari kesalahan kesalahan kita dalam revolusi tahien 1926-1927. Kalau orang mengatakan bahwa revolusi kita tahoen ’26 –’27 kalah itoe adalah salah semata-mata. Revolusi tidak pernah kalah dan tidak akan kalah. Kalau kelihatannja soeatoe revolusi tidak berhasilm jang kalah boekan revolusinja tetapi persediaannja. Persediaannja jang kalah, persediaannja jang koerang.

Akibat revolusi tahoen ’26 – ’27 Moskou dan doenia internasional jang progresif menjokong pergolakan jang terdjadi di Indonesia jang besar goenanja boeat waktoe jang akan datang. Hanja kaoem Trotzky lah jang berpendapatan bahwa revolusi itoe hanja pengorbanan darah dan tenaga pertjoema. Oentoek revolusi tidak ada korban jang pertjoema.

Tiap-tiap pengorbanan kawan-kawan dalam perdjoangan teroes dihormati oleh kawan-kawan dikongres Internasionale. Pengorbanan kawan-kawan di Indonesia tahoen ’26 – ’27 adalah dihormati dan dihargai. Kongres Internationale (Komintern), sebagai pengorbanan nomor tiga, sesoedah pahlawan-pahlawan revolusi Djerman (nomor 1) dan Tsjecho-Slowakia (nomor 2).

Revolusi di Indonesia pada masa ini adalah dalam tingkatan revolusi Kebebasan Nasional (National Liberation, Nationale Bevroding) yang tertinggi. Revolusi jang bersifat “National Liberation” ini dialami oleh tiap-tiap revolusi sedjak revolusi Cromwell di Inggris tahoen 1346. Poen djoega revolusi Roesia 1917 mengalami sifat “National Liberation” ini. Jang beda hanja waktoenja, pandjang dan pendek waktoenja.

Tiap-tiap organisasi jang progresif mesti menjokong revolusi sekarang. Revolusi kita sekarang menghilangkan segala dasar, sifat, tjorak dan djiwa kolonial, menghilangkan segala jang bersifat tindasan bangsa asing. Dalam revolusi sekarang Rakjat djoega haroes dididik dalam segala-galanja dan teroetama ditoedjoekan soepaja persatoean Rakjat djangan sampai dapat dipetjah dari dalam dan dari loear. Sembojan dan oesaha jang tepat dalam revolusi sekarang jalah: Segenap tenaga goena Republik Indonesia jang Demokratis.

Kita perloe mengadakan kritik jang sehat goena Republik asal sadja djangan melewati batas. Perloenja kritik jalah soepaja djangan sampai teledor pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar negara. Dan haroes poela kita ingat bahwa tiap-tiap soeara jang dikeloearkan mesti bersifat memperkoeat kedoedoekan Republik.

Dalam revolusi tidak boleh ada fraksi, biarpoen fraksi jang seketjil-ketjilnja, inilah salah satoe oetjapan Lenin jang mesti kita perhatikan. Hanja penchianat revolusilah jang mengadakan fraksi dalam revolusi.

Selandjoetnja oetjapan saudara Alimin: Marilah kita beladjar sebanjak-banjaknja dari pengalaman revolusi kita tahoen 1926 – 1927 sebagai mana Rakjat Roesia beladjar djoega dari pengalaman-pengalaman revolusinja jang tidak berhasil dalam tahoen 1905 dan tahoen 1907. Dari pengalaman jang kita dapat itoe akan menandakan, bahwa revolusi kita tidak kalah. Dan jakinlah, bahwa selagi ada tindas-menindas di moeka boemi selama itoe poela tetap akan ada revolusi.

***

Sumber: Revolusioner, Madjallah Resmi Pesindo, Pemoeda Socialis Indonesia, No. 24, Tahoen I, 17 September 1946, hlm. 6-10.  Teks disalin sesuai aslinya. Ilustrasi (foto Alimin) berasal dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Alimin (dikunjungi: 2-10-2018) dan guntingan berita tentang kepulangan alimin kembali ke Indonesia diambil dari surat kabar Ra’jat edisi Selasa 13 Agoestoes 1946, Nomor 20, Tahoen ke I.

Penyalin: Dr. Suryadi, Leiden University


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: