Posted by: niadilova | 30/09/2018

Puisi Nusantara 11: St. Wakidjan: “Mati….?” (1946)

Kepada : Empat kawan pemoeda Pesindo

dibakar oleh

Inggris

 

Engkau kawan……………… .

telah loeloeh diloeloer maoet

atma merajap dilidah api

dengoes desisi meleenjap senjap

tertelan aloen panas mendjilat

 

Betoelkah engkau telah mati, rekan?

 

Tidak, tidak!!

Badanmoe hanja

hantjoer petjah dirobek api

hangoes tandoes ditengah njala

kepingan toelang mendjelma bara.

 

Tapi engkau tetap hidoep

berandang djasa dilembar sedjarah

pantang mati;

mengilau bening dibntang malam

memantjar sjakti disenjoem teratai.

 

St. Wakidjan.

***

Sumber: Revolusioner. Madjallah Resmi Pesindo, Pemoeda Socialis Indonesia, No. 19,  9 Juni 1946, Tahun I, hlm. 11.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: