Posted by: niadilova | 07/09/2018

Puisi Nusantara 10: “Teji Lataboe”: Bersatoelah! (1934)

Bersatoelah!

 

Siar bagaikan bentuk semangat

Dengan maksoed memberi ingat

Agar kita bertegoeh sangat

Mentjapai maksoed jang soedah hangat.

 

Indonesia merdeka itoelah pasti

Maksoed jang sama kita hajati

Toea dan moeda, Poetera dan Poeteri

Sebeloem dapat djangan berhenti.

Bila Indonesia soedah merdeka

Terloepoetlah kita dari tjelaka

Terhindarlah kita dari bahaja

Disanalah Ra’jat berbahagia.

 

Tertjapailah Indonesia merdeka

Itoelah ada soeatoe moestika

Mahal harganja tidak terdjangka

Bagi kita djadi poesaka.

 

Poesaka jang ta’ dapat habis dimakan

Setiap hari setiap pekan

Soenggoeh banjak ta’ terperikan

Itoelah konon kita maksoedkan.

 

Bila tidak demikian peri

Pertjajalah saudara Poetera dan Poeteri

Azab jang darang bertambah ngeri

Bagaikan djalan diatas doeri.

 

Tjoba ramalkan dengan sabar

Indonesia tjoekoep loeas dan lebar

Hasilnja banjak soedah tersebar

Keseloeroeh doenia soedah mendjalar.

 

Tampa’ gunungnja berbandjar seri

Tanamannja djadi kanan dan kiri

Terpandang indah tidak terperi

Pelbagai oempama banjak diberi.

 

Ta’perloe kita perpandjang kata

Kita semoea ra’jat djelata

Segala boekti tampa’lah njata

Kekajaan Indonesia kepada kita.

 

Tetapi segala kekajaan itoe

Kita ta’ merasa barang sesoeatoe

Nasib kita jang soedah tentoe

Medjadi perkakas mengedoek itoe.

 

Kita senantiasa mendjadi koeli

Bekerdja berat sehari-hari

Dengan gadji ketjil sekali

Basah dihoedjan kering dihari.

 

Setiap hari kita bekerdja

Moelai pagi hingga sendja

Berdjoang dengan harimau dan gadjah

Mengharap oepah oentoek belandja.

 

Didalam kerdja setiap hari

Banjak kedjadian jang sangat ngeri

Pelbagai bahaja menjerang diri

Didalam hoetann rimba berdoeri.

 

Alhasil kita mendjadi hamba

Digiring kehoetan menebas rimba

Berdoejoen sebagai kambing dan domba

Hiboek sebagai ikan tertoeba.

 

Bekerdja soedah setengah mati

Teroes meneroes tidak berhenti

Dirasa badan lesoe dan letih

Keni’matan ta’ ada mereka dapati.

 

Sesoedah rimba mendjadi keboen

Hasilnja banjak soesoen bertimboen

Tetapi ra’jat tetap dilamoen

Siang dipanas malam di emboen.

 

Tetapi kalau ra’jat djelata

Semoea bersatoe seija sekata

Hindar bahaja tentoelah njata

Timboel tertjapai maksoednja kita.

 

Inilah oesaha jang teroetama

Soeka bersatoe kerdja bersama

Memerangi nafsoe loba dan tama[k]

Lenjap dan moesnah ta’nanti lama.

 

Kalau soedah bersatoe ra’jat

Sama termakan Kedaulatan Ra’jat

Mendjalar disoengsoem daging dan oerat

Disanalah teroerai hidoep terdjerat.

 

Kedaulatan Ra’jat oempama badja

Membangoenkan kehendak nafsoe jang mandja

Mendorong kita radjin bekerdja

Membela Tanah Air terdjajah.

 

“Teji Lataboe” (Gorontalo)

Soelawesi 18 Juni 1934.

***

Sumber: Surat kabar Daulat Ra’jat, No. 103, 30 Juli 1934


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: