Posted by: niadilova | 26/06/2018

PPM #156: Kota Padang Mendapat Walikota Baru: Dirk Kapteyn (1940)

PADANGS BURGEMEESTER (1940)

Officieel wordt uit Buitenzorg gemeld. Dat benoemd is tot burgemeester van Padang, de heer D. Kapteyn, thans burgemeester van Menado.”

***

Laporan surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad edisi 13 September 1940 tentang penunjukan Walikota baru (Burgemeester) untuk kota Padang oleh Buitenzorg/Bogor (Gouverneur Generaal Netherlands East Indies). Nama yang muncul adalah D. Kapteyn. Dia menggantikan akting walikota (Waarnemend Burgemeester) A. Hakim. Sebelum dipindahkan ke Padang, Dirk Kapteyn adalah Walikota Menado sejak 1936. Sebelum itu, dia ditugaskan di Jawa.

Sebagaimana banyak pejabat Binnenlands Bestuur (BB) lainnya di Hindia Belanda pada Zaman Kolonia, Dirk Kapteyn juga memulai karirnya dari bawah. Pada 1916, pria kelahiran Amsterdam 4 April 1894 ini berlayar ke Hindia Belanda untuk mencari peruntungan. Waktu itu usianya baru 22 tahun dan baru saja mengantongi ijazah HBS opleiding bagian ilmu dagang di Amsterdam. Setelah berada di Batavia dia ikut kursus lagi di Bestuurschool (1918-1919). Kemudian dia terpilih menjadi anggota Raad van Madoera (1919-1920). Tahun 1921, dia dipindahtugaskan ke Tegal dengan fungsi yang sama, sampai 1929.

Pada tahun 1929, Dirk Kapteyn diangkat menjadi Sekretaris di Gemeente Madiun. Jabatan itu dipegangnya selama 7 tahun. Selama bertugas di Madiun dia melakukan banyak terobosan dan kebijakan-kebijakan yang dinilai positif, termasuk ide-ide tentang desentralisasi (Soerabaijasch Handeslblad, 11-07-1936).

Akhir Agustus 1936, Dirk Kapteyn meninggalkan Madiun untuk memulai tugas baru di Menado (De Indische Courant, 15-08-1936; Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 29-08-1936). Media memberitakan bahwa Kapteyn menghadapi tugas berat untuk memajukan kota di Sulawesi Utara itu.

Empat tahun kemudian, sebagaimana dicatat dalam laporan Bataviaasch Nieuwsblad di atas, Dirk Kapteyn ditunjuk sebagai Walikota Padang. Freek Colombijn dalam bukunya, Paco-Paco (Kota) Padang (Yogyakarta: Ombak, 2006:493) mengatakan bahwa Dirk Kapteyn menjabat sebagai Burgemeester Padang sampai 1942 dan diberhentikan secara paksa oleh Jepang yang menyerbu Indonesia yang mengakhiri kekuasaan Belanda selama lebih dari 350 tahun di ‘Zamrud Khatulistiwa’.

Walikota Kapteyn ditangkap oleh tentara fasis Jepang dan disekap bersama banyak tawanan Eropa lainnya di Bangkinang. Sebagaimana sudah sama kita ketahui melalui buku-buku sejarah, perlakuan tentara Jepang kepada para tawanan itu sangat memiriskan hati. Dirik Kapteyn meninggal dalam kamp tawanan di Bangkinang itu “lima hari sebelum Jepang menyerah” (Colombijn, ibid.:162). Nasib manusia di tangan [manusia lain] Yang [Ber]Kuasa jua adanya – sejak dulu…sampai sekarang….dan juga di masa datang.

Dr. Suryadi, Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 22 April 2018

Advertisements

Responses

  1. Assalaamu’alaikum, Pak Suryadi. Menarik mengenai tulisan Bapak ini. Saya ingin tahu Pak, apakah akting Wali Kota A. Hakim (http://poestahadepok.blogspot.com/2017/04/sejarah-kota-padang-21-abdoel-hakim.html?m=1) ini adalah orang yang sama dengan Abdoel Hakim, seorang Wali Kota Padang yang ditunjuk Belanda saat Agresi Militer Belanda (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pemerintah_Kota_Padang)? Terima kasih atas bantuannya, Pak.

  2. Ya, persis, Sdr. Ahsanuz. Nama pertama beliau, “Abdoel”, sering disingkat penulisannya dengan “A” saja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: