Posted by: niadilova | 18/05/2018

PPM #153: Protes ‘Sjarikat Ra’jat’ terhadap penangkapan Haji Datoek Batoeah dkk. (1924)

“OPENBARE PROTEST VERGADERING SJARIKAT RA’JAT PADANG PANDJANG PADA 2 MAART 1924

Bestuur Sjarikat Ra’jat Padang Pandjang telah mengirimkan poetoesan protestvergadering 2 Maart jl pada G.G., salinannja kami moeat seperti berikoet:

Dengan hormat openbare protestvergadering Sjarikat Ra’jat Padang Pandjang jang dihadiri oleh kira-kira 500 orang Ra’jat dari serba pendjoeroe Soematra Barat teroetama dalam afdeeling Batipoeh dan X Kota pada 2 Maart 1924 menjatakan:

Meingat tangkapan jang telah dilakoekan kepada Hadji Datoek Batoeah dan N[atar] Zainoedin di Padang Pandjang tanggal 11 November 1923 dan pada tanggal 11 djalan 12 November 1923 pada Bagindo Tan Emas, Radjo nan Kajo, Ibrahim dan Djoeredi.

Sedang Ibrahim dan Datoek Indo Kajo sekarang soedah dikeloearkan dari preventief sementara menanti poetoesan perkaranja, jaitoe berhoeboeng dengan toedoehan bahwa merika itoe akan mengadakan pemberontakan atau kekoesoetan dalam negeri.

Mendengar segala keterangan keterangan jang dibeberkan seloeas loeasnja dalam kerapatan ini, memberi kejakinan pada Ra’jat bahwa segala toedoehan dan penangkapan itoe berasal dari fitnah semata-mata.

Mengetahoei dengan soenggoeh bahwa sebeloem penangkapan itoe terdjadi, dalam negeri Kota Lawas selaloe dalam keamanan, begitoepoen sesoedah penangkapan itoe dilakoekan, Ra’jat sama menjatakan keheranannja, lebih lebih lagi karena penangkapan itoe didjalankan dengan militair.

Mendoega segala pemerentah teroes meneroes melakoekan penjelidikan jang mengoetamakan katerang katerangan dari sepihak, boekan sadja tjemboeroean Ra’jat pada keadilan dan kaki tangannja bertambah tebal tetapi perantaraan Ra’jat pada pemerintah bertambah renggang, hal mana menjebabkan koerang kepertjajaan [Ra’jat] pada pemerentahnja.

Sebab itoe

Memprotest atas sikapnja pemerentah pada tangkapan jang beralas atas toedoehan jang tak sebenarnja kedjadian itoe.

Mintak soepaja Datoek Besar Kepala Negeri Koto Lawas soepaja ditoentoet dalam pengadilan sebab sengaja mentjari tjarikan keterangan jang tidak benar.

Memintak setjepatnja segala marika jang dipreventief itoe dikembalikan kemerdekaannja seperti sediakala.

Atas nama openbare Protest vergadering SJARIKAT RA’JAT PADANG PANDJANG

(W.G.) H. S.S. Parpatih

Voorzitter

W.G. Djamaloedin Tamin

Secretaris

***

Laporan surat kabar Djago! Djago!, No, 8, Tahoen ke II, Djoema’at 21 Maart 1924 tentang protes yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau yang diorganisir oleh para aktivis Sjarikat Ra’jat atas penangkapan dan penahanan (preventief) terhadap Haji Datoek Batoeah dan kawan-kawannya oleh PID (Politieke Inlichtingen Dienst) Belanda.

Dari laporan di atas dapat disimak bahwa penangkapan para pemimpin Sjarikat Ra’jat itu tidak jelas dasar hukumnya. Tuduhan bahwa mereka akan berbuat makar tidak ada buktinya. Diduga penangkapan itu terjadi karena hasutan dan laporan palsu yang dikarang-karang oleh Datoek Besar, Kepala Nagari Koto Laweh (Kota Lawas), yang tampaknya menjadi ‘kaki tangan’ Belanda.

Demo protes yang dihadiri kira-kira 500 orang yang diadakan di Padang Panjang pada 2 Maret 1924 itu meminta kepada Pemerintah (Kolonial Hindia Belanda) untuk segera membebaskan dan mengembalikan nama baik Haji Datoek Batoeah dan kawan-kawannya.

Dr. Suryadi – Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu, 1 April 2018


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: