Posted by: niadilova | 07/04/2018

Puisi Nusantara 5: SETANGAN MERAH-POETIH, dll. [1946]

SETANGAN MERAH-POETIH.

Ini setangan oentoekmoe Abang,

Beroekir soetera merah-poetih,

Boeatan bangsa wanita sekarang,

Kapas ditanam petani negeri.

 

Djangan abang kembali poelang,

Sebeloem setangan berloemoer darah,

Pantangkan toean soeroet selangkah.

 

Mana adikkoe……..   marilah kemari,

Abangmoe in poetera pahlawan,

Pantangan djantan soeroet kembali,

Sebeloem moesoeh akoe takloekkan.

 

Diatas majat para pahlawan,

Disanalah merah-poetih akoe kibarkan.

 

Kemala Jadja

 

SALAM PEMOEDA

Peloehmoe pak Tani

membasahi boemi,

Badanmoe berloempoer

Sepandjang masa,

Didera hoedjan dan panas

si matahari,

Melahirkan baktri ‘ntoek

noesa dan bangsa.

 

Sekali bertioep

angin laoetan,

Koekirimkan salam

keperwiraan,

Mengachiri pertempoeran

digaris depan,

Membasmi pendjadjah,

Mentjipta keme[na]ngan.

 

Wahai pak Tani

Pentjipta bakti,

Tegoeh lengkapkan

garis belakang,

Lipat gandakan

penghasilan boemi,

Pemoeda siap

Madjoe berdjoeang.

 

Darman Sjah.

 

 

BERDJOANG

Oentoek sdr2koe poetera Kalimantan

Jang akan menjerboe ke Kalimantan,

Saudara,

Akoe makloem apa nan terlekat dihatimoe

soetji,

Akoe mengerti api semangat perdjoanganmoe,

Dari tekanan salammoe

Koetahoe, moerni hatimoe

Soenji dari mengharap soeatoe,

 

Hanja……

Djangan saudara berdjoang oentoek berdjoang,

Djangan berdjoang memboeta toeli,

Hingga tjita kanda ditengah hari,

Oedjar merdeka……

Padahal didjadjah bangsa sendiri.

 

Hendaklah……

Berdjoang melaksanakan ideologi,

Kita tegakkan jang haroes tegak,

Kita patahkan jang haroes patah,

Agar setiap warga mengejam bah’gia,

 

A. Redhansjah.

 

 

BERDJOANG DAHOELOE!

 

Djikalau teman berkeras hati

Berani mendaki goenoeng nan tinggi,

Sanggoep berpajah

Noerani lembah,

Nanti…… tentoe kautjapai

alam….. nana man, permai.

 

Djika hatimoe koeat berniat,

Berani menjelam laoet nan dalam,

Menempoeh gelombang

Nan ‘kan menjerang,

Nanti….. tentoe kaudapat

moetia….. djatoeh terpendam.

 

Karena…..

Sebeloem senang, dahoeloe soesah,

Ta’dengan oesaha ta’ ada boeah,

Tiada berdjoeang tentoe kau alah!

 

Demikian…..

Djikalau kita tetap berdjoeang,

Bertegoeh hati bertebal iman,

Tentoe…… lekas mendjelang

‘ntoek kita…..   anoegerah Toehan.

 

Sabarjati.

 

 

MANA…… DAMAI?

 

Mengapa koedengar letoesan senapan,

Boenji mitraljoer, dentoeman meriam,

Menggetar boemi meroesak kedjam?……

 

Adakah itoe Kehendak Toehan?……

 

Mengapa koelihat laoetan darah,

Membasah-merah boemi Pertiwi,

Majat tertimboen menoetoep tanah,

 

Adakah itoe kehendak Ilahi?……

 

Bila berhenti segala derita?

Bila ‘kan tiba kasih Nan Esa,

Nan ‘kan melipoet seloeroeh doenia?

 

Kini……

Banjak orang bimbang bertanja:

Adakah Damai…… Bahagia…….

Hanjalah “kata” “pengertian” belaka?

 

Sabarjati

 

 

“DAMAI”

 

Laksana daoen-daoen riang berisik goegoer

Ditioep pawana masa berhemboes laloe

Memoepoek gemoek boeana raja

Menjoboer toemboeh benih baharoe

Demikian, hendak gerak sedjarah

Mesti madjoe selaloe, koendjoeng langsoeng

Kian alam berabad mendendang “damai”

 

Beriboe Perwira tersenjoem roentoeh

Beratoes bangoenan menggegar goegoer

Bagaikan peopoek menggemoek Noesa Djaja

Mentjoemboe daja menggalang baroe

Gagah meriah, tjemerlang garang

Dalam sedjarah mengarah ADIL SATOE,

Kian dakoe selaloe mendendang “damai”

 

Suchitra

 

 

SENDJA DI MEDAN

 

Sebentar meriam samboet menjamboet

Sebentar tanah menampar moeka

Dideram ketika letoesan bom.

 

Tabah kita, Tabah didjoeang,

Tegoeh kita, Tegoeh didjiwa,

Genap letoesan, genap dentoeman,

Kita samboet pekik “MERDEKA!”

 

Henti sedjoeroes……

Sendja ‘lah tiba,

Selingan achir,

Sasaran peloeroe menjoesoep kering.

 

Tengah tenang di persiapanm

Kehendak menjoesoen tenaga baroe,

Memoepoek kekoeatan bangsa di Djoeang,

Membangoen benteng Negara “SATOE”

 

Sebentar lalo sendja di medan,

Istirahat tiada lagi…..

Hanja ada aba “Bersiap”,

Revolusi djalan teroes!!!

 

PRIYA

 

 

Sumber: Berkala Revolusioner, No.4, Tahoen I, 26 Djanoeari 1946: 11-12

Catatan: Revolusioner adalah orgaan (media) PESINDO (Pemoeda Sosialis Indonesia) yang terbit di Yogyakarta.

Advertisements

Responses

  1. Pak Suyadi salam kenal, saya J Anto wartawan di harian Analisa Medan, saya tertarik hendak merekonstruksi penulis roman Tionghoa, Kho An Kim yang menulis roman Boenga Berhadjat dan Tsrdjatoeh ke Djoerang diterbitkan penerbit Toekoe Boekoe Djaman, adakah bpk tahu info tersebut? Saya dpt info ini dari Koko Hendri Lubis yg pernah ikut residensi penulis di Asian Library Leiden, trims

  2. Salam Kenal Mas J. Anto. Saya akan coba cari roman karya Kho An Kim itu di Leiden. Semoga ada. Apakah menurut Mas Koko Hendri Lubis eksemplar roman itu ada di Leiden University Library? O, ya, apakah harian ANALISA punya rubrik budaya/sastra, Mas? Kalau ada, sesekali saya ingin mengirim tulisan ke ANALISA.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: