Posted by: niadilova | 20/02/2018

Minang saisuak #326: H. Aminoellah: Kreator Majalah ‘Noeroel Jaqin’, Batusangkar (1929)

Foto H. Aminoellah.Pembela Islam, No. 8, Th. I., Mei 1930,p.17-cropDi bawah foto ini terdapat keterangan sebagai berikut: “Toean. H. AMINOELLAH. Pengarang madjallah: “Noeroel Jaqin” di Fort van der Capellen, dan pengarang dari beberapa kitab Islam.”

Keterangan ini memberitahu kita bahwa di Fort van der Capellen (sekarang: Batusangkar) pernah terbit majalah Islam yang bernama Noeroel Jaqin pada akhir 1920an yang diterajui oleh H. Aminoellah, tokoh yang gambarnya kami suguhkan kepada pembaca rubrik ‘Minang saisuak’ kali ini.

Tahun 1920an sampai 1940an adalah masa tumbuh suburnya majalah-majalah dan surat-surat kabar lokal di Minangkabau. Di banyak nagari muncul majalah dan berbagai jenis berkala yang kebanyakannya membawa misi keagaamaan. Ini adalah masa ketika putik tradisi literasi Barat disambut dengan antusiame oleh masyarakat Minangkabau dan dikombinasikan dengan tradisi literasi surau yang sudah lebih dahulu eksis. Maka, bermuncullah media cetak yang di samping memakai aksara Latin dan mengusung isu-isu yang bersifat keduniawian juga berfokus kepada isu-isu keagamaan. H. Aminoellah adalah salah seorang dari intelektual Minang yang tampaknya lebih kuat kakinya berpijak pada tradisi literasi surau.

Ahmad Adam dalam bukunya Suara Minangkabau: Sejarah dan Bibliografi Akhbar dan Majalah di Sumatera Barat 1900-1941 (Kuala Lumpur: Penerbit Universiti Malaya, 2012:182) mencatat aspek-aspek keredaksian majalah Nurul Jaqin. Majalah ini adalah sebuah bulanan berbahasa Melayu dan dicetak oleh Typ Drukkerij “Merapi”, Fort de Kock. H. Aminoellah disebut sebagai ‘penerbitnya’, sedangkan Redakturnya adalah “Tdk. [J. H. A?]”. Haluan majalah ini adalah: “Politik dan pengetahuan agama”. Di halaman judul terdapat kata-kata bernada promosi: “Batjaan Indonesier rata2 besar ketjil menjoekainja.” Harga langganan f. 3 untuk 6 bulan dan f 5 untuk setahun. Contoh eksemplar majalah ini antara lain tersimpan di Perpustakaan Nasional di Jakarta.

Majalah Nurul Jaqin memakai huruf Latin. Akan tetapi Ahmat Adam menyebutkan bahwa lebih awal daripada versi Latinnya yang muncul pertama kali (no. 1) pada 3 November 1929), majalah ini sudah terbit dalam aksara Arab.

Seperti diinformasikan di atas, selain menjabat sebagai editor majalah Noeroel Jaqin, H. Aminoellah juga telah mengarang beberapa buku. Sejauh yang dapat diidentifikasi, buku-buku hasil karangan beliau antara lain adalah: Riwajat djatoehnja kota Mekkah dalam peperangan Soe’oedi (Fort de Kock: Kahamy, [ca.1939]); Perdjoengan kita dalam th. 1946: perdjoengan kepastian (Boekit Tinggi: Kahamy, [1946]); Tjaranja sembahjang rasoloellah S.A.W. (S.l.: s.n’, [19??]); dan N.T.R. (Nikah Thalak Rujuk) dalam Islam (Djakarta: Pustaka Islam, 1955).

Kami belum berhasil mengumpulkan informasi yang lebih lengkap mengenai sosok H. Aminoellah. Belum diperoleh keterangan kapan dan dimana beliau dilahirkan wafat. Foto di atas dibuat sekitar awal 1930. Dalam foto iyu terkesan H. Aminoellah berusia masih muda, mungkin belum lewat dari 30 tahun. Semoga ada pembaca setia rubrik ‘Minang saisuak’ yang tahu lebih banyak mengenai riwayat hidup H. Aminoellah dan berkenan berbagi dengan kita semua untuk melengkapi riwayat hidup salah seorang intelektual Minang ini. (Sumber foto: Foto: Pembela Islam: Madjallah Comité “Pembela Islam” Bandoeng, No. 8, Th. I., Mei 1930:17).

Dr. Suryadi, MA – Leiden University, Belanda / Singgalang, Minggu 19 Februari 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: