Posted by: niadilova | 14/12/2017

Kilas balik: Dana Pembangunan Irian Barat (1960an)

Gema Islam, No. 26-27, Th. II. 1 Maret 1963_05 Sjawal 1382,h.37-crop ulama di Irian BaratSejarah telah mencatat bahwa umat Islam Indonesia telah bahu-membahu membantu saudara-saudara sebangsa mereka di Papua yang dulu bernama Irian Barat (sebelum bergabung dengan Republik Indonesia).

Tak lama setelah Presiden Soekarno mengeluarkan instruksi yang terkenal dengan sebutan “Tiga Komando Rakyat” (Trikora) di Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1961, umat Islam di seluruh tanah air bergerak dengan spontan untuk membantu saudara-saudara mereka di Irian Barat, dengan tidak memandang agama, puak, dan warna kulit.

Tiga Komando Rakyat yang diinstruksikan oleh Presiden Soekarno itu adalah (lihat teks lengkap dalam ilustrasi 2; sumber: Gema Islam, No. 1, Th. I. 1 Djanuari 1962 / 08 Sja’ban 1381:6):

  1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda kolonial.
  2. Kibarkan sang Merah Putih di Irian Barat, tanah-air Indonesia.
  3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah-air dan bangsa.

Gema Islam, No. 1, Th. I. 1 Djanuari 1962_08 Sja'ban 1381,h.6-crop Dwikora

Umat Islam lndonesia langsung berada di garis depan, menyokong sepenuhnya imbauan Presiden mereka. Membuka majalah-majalah dan koran-koran lama di Leiden University Library, Belanda, saya mendapat kesan betapa bergeloranya jiwa dan semangat umat Islam Indonesia menyambut seruan Pemimpin Besar Revolusi itu. “Sebagai Ummat Islam kita menginginkan Keselamatan dunia dan achirat. Dan dalam dunia, sebagai bangsa, kita menginginkan kesatuan tanah air kita. Kesatuan jang tidak berbelah bagi; Sedjak dari Sabang sampai ke Merauke! Hanja satu bendera jang berkibar; sang Merah Putih!” Demikian antara lain ditulis oleh seorang yang berinisial “M.R.” dalam majalah Gema Islam, No. 1, Th. ke I, 15 Djanuari 1962 / 8 Sja’ban 1381, hlm. 2 (lihat artikel: “Tri Komando Rakjat”, hlm. 1-2).

Maka kaum muda Islam dengan spontan mendaftarkan diri untuk ikut mobilisasi umum dan tanpa rasa takut bersedia dikirim ke Irian Barat, termasuk para muballigh muda dari Sumatera dan Jawa. Seorang di antaranya yang bernama Sjaifurrahman S. melaporkan dalam Gema Islam No. 26-27, Th. II, 1 Maret 1863 / 5 Sjawal 1382, hlm.38 (lihat artikel “Surat Dari Seorang Rohaniawan Islam Di Irian Barat”, hlm. 37-39; ilustrasi 1 di atas direproduksi dari artikel ini, hlm.37) bahwa pada awal tahun 1963 sudah ada 3 buah mesjid dan sekitar 500 penduduk (5%) yang beragama Islam di Kotabaru (sekarang: Jayapura), Papua. Sementara di Merauke juga ada 3 mesjid dengan penduduknya 10% beragama Islam, dan disana Muhammadiyah sudah masuk sejak 1933, dan lambang NU (Nahdatul Ulama) juga sudah ditemukan walau maknanya belum dimengerti oleh penduduk setempat (hlm. 39).

Salah satu aksi nyata yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyokong gerakan penyatuan Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia dan membantu penduduk setempat ialah dengan mengumpulkan dana untuk disumbangkan kepada saudara-saudara sebangsa mereka di Irian Barat. Media-media Islam membuka kotak amal untuk menghimpun dana umat. Siapa saja boleh menyumbang: kaya-miskin, perempuan-lekaki, tua-muda. Berapa saja sumbangan akan diterima.

Gema Islam, No. 21, Th. I. 1 Desember 1962_04 Djumadil Achir 1382,hlm.29-crop

Demikianlah umpamanya, Redaksi majalah Gema Islam menghimpun sumbangan dari umat Islam Indonesia dengan membuka  kotak sumbangan yang disebut “Dana Pembangunan Irian Barat” yang mulai diumumkan dalam edisi No. 21, Th. I, 1 Desember 1962 / 4 Djumadil Achir 1382, hlm. 29 (lihat ilustrasi 3).

Guna ikut merealisasikan segala sesuatu pembangunan di Irian Barat, mulai nomor ini “Gema Islam” membuka “Dana Pembangunan Irian Barat”. Kepada para pembatja diberikan kesempatan untuk menjampaikan sumbangan dgn perantaraan Redaksi “Gema Islam”, jang selandjutnja akan diteruskan kepada jang berhak.”

Demikian pengumuman dari Redaksi majalah Gema Islam dalam edisi yang disebutkan diatas.

Pengumpulan sumbangan ini diteruskan dalam edisi-edisi berikutnya majalah ini (lihat misalnya ilustrasi 4; sumber: Gema Islam, No. 22, Th. I. 15 Desember 1962 / 18 Djumadil Achir 1382: 10).

Dari senarai nama-nama penyumbang dapat diketahui bahwa mereka berasal dari berbagai tempat. Ada yang menyumbang Rp. 15, tapi ada pula yang menyumbang sampai Rp. 1.000,-, jumlah yang cukup banyak di zaman itu. Dari variasi jumlah sumbangan masing-masing donatur dapat dikesan bahwa kaya-miskin, umat Islam saling berlomba memberikan sumbangan untuk membantu saudara-saudara mereka di Irian Barat.

Gema Islam, No. 22, Th. I. 15 Desember 1962_18 Djumadil Achir 1382,h.10-crop

Berbagai organisasi dan perkumpulan umat Islam di seluruh Indonesia berlomba-lomba mengumpulkan uang dan benda-benda lainnya untuk disumbangkan kepada saudara-saudara mereka di Irian Barat. Demikianlah umpamanya, di Sulawesi masyarakat menghimpun “Dana Perdjuangan Irian Barat” yang melibatkan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (G.P.I.I.) setempat (lihat ilustrasi 5; sumber: Gema Islam, No. 23, Th. I. 1 Djanuari 1963 / 5 Sja’ban 1382:22).

Demikianlah sekelumit perjalanan sejarah bangsa ini di tahun 1960an yang telah mencatat antusiasme dan keterlibatan langsung umat Islam dalam perjuangan menegakkan bangsa dan negara yang bernama Indonesia ini. Ini hanyalah salah satu dari berbagai macam sumbangan dan perjuangan umat Islam Indonesia dalam menegakkan bangsa dan negara ini, baik sebelumnya (masa akhir zaman kolonial dan awal kemerdekaan) maupun masa sesudahnya.

Gema Islam, No. 23, Th. I. 1 Djanuari 1963_05 Sja'ban 1382,h.22-crop

Dan jika kini umat Islam Indonesia terus dikadalin dengan cara yang amat busuk, maka kata yang cocok untuk mengekspresikan keadaan ini adalah: inilah bangsa yang buta sejarah dan – meminjam satu kata ciptaan Soekarno: bangsa “sontoloyo”!

Leiden, 14 Desember 2017


Responses

  1. Ulasan yang mencerahkan. Andai media mainstream sering memunculkan hal-hal seperti ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: