Posted by: niadilova | 01/12/2017

Visual klasik Nusantara #99: Patung “Dewi Perdamaian” di Wilhelmina Park, Jakarta, dirubuhkan (1959)

23756301_10155038159885205_1782611463_n[1]-crop

Catatan: Foto ini merekam secara visual perubuhan patung “Dewi Perdamaian” di Wilhelmina Park”, Jakarta, di tempat yang sekarang berdiri Mesjid Istiqlal. Sebelumnya, di tempat itu didirikan “taman Widjajakesuma”. Setelah Indonesia merdeka, banyak monumen dan patung yang dianggap melambangkan kekuasaan kolonial Belanda selama menjajah Indonesia dirubuhkan atau dihancurkan oleh rakyat. Hal itu terjadi di hampir seluruh kota dan daerah di Indonesia.’

Dalam artikel tempat foto ini dimuat, “Mesdjid Istiqlal: Kebanggaan Indonesia” (Gema Islam, No. 2, Tahun ke I, tanggal 1 Februari 1962/23 Sja’ban 1381:18) disebutkan: “Menurut tjatatan Bahagian Kemesdjidan Kantor Urusan Agama Kotapradja Djakarta Raja jang disiarkan pada tgl. 17 Djanuari, dalam tahun 1957 adalah djumlah mesdjid di Djakarta Raja 273 buah, disamping 2.308 buah langgar atau surau.”

Selanjutnya disebutkan:

“Rentjana untuk membangun suatu mesdjid jang megah dan besar seperti Mesdjid Istiqlal itu mendjadi bukti njata jang kesekian kalinja, bahwa Pemerintah R.I. sangat menaruh perhatian se-besar2nja terhadap pembangunan kenegaraan di-lain2 bidang.

Mesdjid Istiqlal dibangun di-tengah2 kota-djuta Djakarta, beberapa ratus meter dari Istana Negara, disuatu daerah strategis jang dulu dinamakan Wilhelmina Park, tempat suatu benteng Belanda pendjadjah. Dizaman merdeka ini tempat itu dinamakan Taman Widjajakesuma, jang sebenarnja masih belum djaja karena masih bertjokolnja Gedung Tanah kolonialis Belanda ditaman itu.

Sjahdan pada tanggal 15 Djuni 1959 djam 12.30 Gedung Tanah di Taman Widjajakesuma itu telah mulai diledakkan oleh pihak tentara kita! Tugu lambang kolonial Belanda jang dirubuhkan ditempat itu adalah patung seorang dewi-perdamaian (vredes-engel) jang didirikan oleh Belanda pada tahun 1882. Patung itu beratnja lk. 880 kg., dibuat dari perunggu. Terdapat tulisan2 dipinggir bawah patung itu, seperti: Cie de Bronzes – Bruxelles 1882, Baron L. von Hove.

Adalah itu tugu peringatan Perang Atjeh!

Djauh sebelum itu, jakni pada tgl. 3 Oktober 1958 pembangunan Mesdjid Istiqlal dimulai. Presiden Soekarno telah memberi andjuran supaja Panitia Pembangunan Mesdjid Istiqlal (PPMI) segera memulai dengan pekerdjaan pendirian Mesdjid Istiqlal. Rentjana besarnja ialah dengan ukuran 80 x 70 meter persegi dengan mempunjai menara jang tingginja 126 meter, jaitu 2 kali umur Nabi Muhammad s.a.w.

Pemantjangan tiang pertama Mesdjid Istiqlal dilakukan oleh Presiden Soekarno pada hari Maulid Nabi Muhammad s.a.w. pada tanggal 12 Rabi’ul awal 1381 atau 24 Agustus 1961.”

Sumber foto: Majalah Gema Islam, No. 2, Tahun ke I, tanggal 1 Februari 1962/23 Sja’ban 1381:18.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: