Posted by: niadilova | 28/11/2017

Kilas balik: Laksamana E. Martadinata gugur (7 Oktober 1966)

24133485_10155059659720205_1538982712_n[1]-foto crop
“SUNGGUH suatu berita jg mengedjutkan, Laksanama E. Martadinata gugur dalam suatu ketjelakaan pesawat Helikpter djenis Aliouette jg djatuh diantara Tjimatjan dan Puntjak Pass. Kita se-olah2 tidak pertjaja, karena paginja beliau dinaikkan pangkatnja d.m. [dalam] suatu upatjara hari Angkatan Bersendjata di Tg. Priuk mendjadi Laksamana penuh.” Laksamana E. Martadinata adalah mantan Menteri/Panglima Angkatan Laut dan Dubes RI untuk Pakistan. Kecelakaan yang terjadi pada tgl. 7 Oktober 1966 tersebut juga merenggut nyawa pilot helikopter yang jatuh tersebut, Letnan Laut Penerbang Willy Kairupan, dan tiga orang tamu dari Pakistan, yaitu Perwira Intel AL Pakistan Kolonel Mashar, Nyonya Mashar dan Nyonya Rauf, istri Komodor Rauf, Deputy I AL, Pakistan. Letnan Penerbang Kairupan adalah penerbang yang tercakap dari Helikopter MI-4, yang sehari sebelum kecelakaan terjadi masih mengadakan demostrasi terbang di Kartika Bahari, Tanjung Priok. Jenazah kelima korban kemudian diangkut ke Rumah Sakit Angkatan Laut di Pejompongan. “Laksamana Samuderawan itu” kemudian dimakamkan “dalam suatu upatjara Pemakaman” di “Taman Pahlawan Kalibata[,] tempatnja jang achir[,] pada siang hari tgl. 8 Oktober [1966].”

Dalam foto di bawah (dari majalah Gema Islam) dapat dibaca riwayat hidup Laksamana E. Martadinata.

24135190_10155059659735205_337228738_n[1]-CROP

Sumber: Majalah Gema Islam, No.85, Th. V. 1 Oktober 1966:4


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: