Posted by: niadilova | 16/11/2017

Pemakalah undangan: Seminar Nasional Budaya Pop, USU-Medan, 25-10-2017

1.Seminar di Medan 25-10-2017PADA tanggal 25 Oktober 2017 diadakan seminar di Universitas Sumatera Utara yang berjudul Seminar Nasional Budaya Populer. Seminar tersebut diorganisir oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh dan diselenggarakan di Hotel Grand Kanaya, Medan, 25 Oktober 2017.

Saya dijemput sebagai salah seorang pemakalah undangan. Tiga pemakalah lainnya adalah: Koko Gendri Lubis, pengamat budaya populer di Medan, Suhaimi [Sahimi] Haji Chik, MA (Universiti Malaya) dan Nadia Widyawati binti Madzhi, PhD (UiTM Malaysia). Bertindak sebagai moderator: Syaiful Hidayat, S.S., M.Hum, dosen dan pengamat budaya di kota Medan.

Saya menyajikan makalah yang berjudul “Roman Medan: Literasi dan Budaya Populer di Sumatera, 1930an-1960an”.

Seperti terefleksi dari judulnya, makalah saya berfokus pada roman Medan yang mulai muncul di kota Medan, yang sekarang menjadi kota terbesar di Pulau Sumatra, pada tahun 1930an, atau sedikit lebih awal, dan bertahan sekitar empat dekade sebelum menghilang di akhir tahun 1960an.

Roman Medan adalah bagian dari sastra populer Indonesia, dan secara langsung tentu merupakan bagian dari sejarah budaya populer Indonesia. Dalam penelitian sejarah sastra Indonesia modern, korpus ini masih terkesan diabaikan dibanding, misalnya, studi terhadap sastra Melayu Tionghoa (Cina Peranakan) yang tampaknya lebih banyak mendapat perhatian dunia akademik. Kedua korpus ini memang berbeda dari segi bahasa, moral, dan juga khalayak pembacanya. Untunglah beberapa studi sudah mengungkapkan sudut-sudut kecil roman Medan ini, seperti studi Siti Faizah Rivai (1963), William Bradley Horton (2012), Marije Plomp (2012) Faizah Soenoto (1976, 1980), Thomas Rieger (1991), Jedamski (1995, 2007, 2009), dan Atisah (1995, 2010).

Makalah saya itu mencoba memberikan gambaran tentang lingkungan (the nature) roman Medan (stake holders yang terlibat dalam penciptaannya) dan konteks sejarah yang telah melahirkan dan menghidupinya serta efek-efek sosio-budaya yang ditimbulkannya. Tujuannya ialah untuk menapaktilasi sejarah perkembangan dunia kesusatraan di Sumatera. Unsur-unsur intrinsik teksnya belum akan dibicarakan secara mendalam. Akhirnya, makalah ini mencoba meletakkan posisi roman Medan dalam konteks sejarah lahir dan berkembangnya kebudayaan (populer) Indonesia dan kontribusinya dalam membentuk budaya literasi bangsa Indonesia.

Tiga pemakalah lainnya menulis makalah sebagai berikut:

  • Koko Hendri Lubis: “Menemukan Zalecha dalam Lembaran Roman Medan”
  • Muhammad Suhaimi [Sahimi] bin Haji Chik, M.A.: “Muzik Pop (Popular) Malaysia”
  • Nadia Widyawati binti Madzhi, PhD: “Minorities on Stage: The Role of Sarawak Cultural Village in Popularizing Melanau Performing Arts”Selain menyajikan 4 makalah utama, seminar tersebut juga menyajikan 3 panel yang persertanya adalah sejumlah dosen dan mahasiswa S2 dan S3 kajian ilmu budaya di USU. Masing-masing mempresentasikan penelitian mereka yang kemudian direview oleh dua pemakalah utama: Dr. Suryadi dan Nadia Widyawati binti Madzhi, PhD.

2.Seminar di Medan 25-10-2017

Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia seminar yang telah mengundang saya sebagai salah seorang pemakalah dalam seminar tersebut. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada seluruh anggota panitia, saya menyebut tiga nama di sini: Dr. Budi Agustono (Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Erwina Sufika, M.Hum. dan Muhammad Takari, PhD, ketua panitia seminar.

Menurut penjelasan panitia seminar, makalah-makalah akan dicetak dalam sebuah prosiding.

Dalam kesempatan ke Asia Tenggara itu, saya juga menggunakan waktu untuk menghadiri peresmian International Institute of Islamic Civilisation & Malay World (ISTAC) International Islamic University Malaysia (IIUM) di Kuala Lumpur, tempat saya menjadi visiting fellow pada musim panas 2017 (lihat: https://niadilova.wordpress.com/2017/09/12/menjadi-visiting-fellow-di-istac-malay-world-iium-juni-agustus-2017/)

 

Rute perjalanan

23/10/2017 [sore]: Amsterdam [Schiphol] –> Kuala Lumpur [KLIA] (dengan KLM),sampai di Kuala Lumpur 24 Oktober 2017 [siang].

24/10/2017 [sore]: Kuala Lumpur –> Medan (dengan Malindo Air), sampai di Medan [malam].

25/10/2017: Seminar Nasional Budaya Populer di hotel Grand Kanaya, Medan, 08:00 – 17:00.

25/10/2017 [malam] Medan –> Kuala Lumpur (Air Asia), sampai sekitar jam 11 malam.

26/10/2017: Menghadiri peresmian (launching) International Institute of Islamic Civilisation & Malay World (ISTAC) International Islamic University Malaysia (IIUM) di Kuala Lumpur

28/10/2017 [sore] Kuala Lumpur –> Medan (Air Asia), sampai malam.

30/10/2017 [sore] Medan –> Padang (Lion Air), sampai sore.

02/11/2017 [siang] Padang –> Kuala Lumpur (Air Asia), sampai sore.

02/11/2017 [tengah malam] Kuala Lumpur [KLIA] –> Amstedam [Schiphol] (KLM), sampai pagi tgl. 03/11/2017.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: