Posted by: niadilova | 06/11/2017

PPM #132: Perhelatan atas Keberhasilan Pemerintah Menumpas Gerakan Komunis (1927)

Penghoeloe-penghoeloe di Ommelanden van Padang akan mengadakan peralatan oentoek menghormati militér jang soedah dapat menindis pergerakan kominis di Ommelanden. Sekarang sedang dipoengoet oeang joeran dari pada pendodoek kampoeng-kampoeng oentoek menotoep ongkos-ongkos. Pada peralatan itoe akan dioendang pembesar-pembesar militér dan pembesar-pembesar Negeri. Akan tetapi Districtshoofd Loeboek Bagaloeng tidak akan mengizinkan peralatan itoe kalau si Gandjil beloem tertangkap, hidoep matinja. (S.S.).”

***

Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 26/27, Tahoen V, 31 Maart 1927: 448 [Kronik]) tentang rencana untuk menggelar ‘peralatan’ (perhelatan/pesta) umum untuk menyambut keberhasilan militer kolonial Belanda ‘menindis’ (menumpas) gerakan kaum komunis di daerah dataran rendah Padang (daerah Padang Pariaman dan sekitarnya). Penduduk kampung beriyur untuk membiayai pesta persebut.

Laporan ini mungkin mengungkapkan sisi lain dari keberadaan orang-orang yang dicap oleh Belanda sebagai ‘pemberontak kominis (komunis)’. Mengapa orang-orang kampung malah berpesta, bukan sebaliknya berduka, atas keberhasilan Belanda memadamkan pemberontakan yang mereka lakukan?

Laporan di atas juga menyebutkan bahwa Kepala Distrik Lubuk Begalung tidak akan ikut menggelar pesta karena gembong komunis di daerah itu, si Gandjil (Mng: si Ganjia) berlum tertangkap juga. Sekitar 3 bulan kemudian si Gandjil akhirnya tertangkap juga, sebagaimana dilaporkan oleh Pandji Poestaka No 41, Tahoen V, 24 Mei 1927, hlm. 691 [Kroniek] yang dikutip dari harian Sinar Sumatra:

“Berhoeboeng dengan penangkapan si Gandjil, kepala perampok jang sangat ditakoeti orang di Ommelanden van Padang itoe, maka pendoedoek kampoeng-kampoeng dalam onderdistrict Kota Tengah akan mengadakan selamatan, sedang di Doekoe dan Kasang akan diadakan keramaian taboet. (Sin[ar] Sum[atra).”

Laporan ini, dan sejumlah laporan lainnya yang senada, jelas sangat bermanfaat bagi para sejarawan untuk merekonstruksi bagaimana persisnya persepsi publik tahun 1920an terhadap gerakan komunis di Minangkabau.

Dr. Suryadi – Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 5 November 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: