Posted by: niadilova | 25/09/2017

PPM #126: Mutasi bestuur Bumiputra (1921)

Bestuur Boemipoetera

     Sipekerdjakan sama bestuur di onderdistrict: Pasaman, district Talamau, onderafdeeling Ophir dengan kedodoekan di Soekamenanti, wakil assistent demang Mahmoed galar Soetan Pamoentjak, sekarang diperdjakan sama bestuur dionderdistrict Paoeh Kambar.

    Palembajan, district Matoer, onderafdeeling Manindjau dengan kedoedoekan di Palembajan, assistent demang Moehamad Saleh galar Datoek Radja Antoso, sekarang dipekerjaken sama bestuur dionderafdeeling Pasaman.

     Paoeh Kambar, district Loeboek Aloeng onderafdeeling Pariaman, dengan kedoedoekan di Paoeh Kambar, assistent demang Abdoel Manan galar Soetan di Atas, sekarang dipekerdjaken sama bestuur di onderdistrict Tjandoeng.

     Tjandoeng, distrct IV Angkat onderafdeeling Lasi, assistent demang Abdoel Madjid galar Datoe[k] Radja Mangkoeto, sekarang dipekerdjaken sama bestuur dionderdistrict Palembajan.

***

Laporan harian Sinar Sumatra, no. 161, Tahoen ka 17, hari Rebo 20 Juli 1921/16 Lak Gwee 2472 = 14 Zjoe’lkaeda 1339 tentang pemutasian beberapa orang bestuur bumiputra di Sumatera Barat, dalam hal ini adalah jawatan asisten demang (‘Angku Damang’ dalam Bahasa Minangkabau). Laporan di atas mencatat mutasi empat orang asisten demang atau wakilnya yang terjadi di beberapa nagari: 1) Wakil Asisten Demang Mahmoed gelar Soetan Pamoentjak yang semula bertugas di Pauh Kambar dimutasikan ke Pasaman; Asisten Demang Moehamad Saleh gelar Datoek Radjo Antoso yang semula bertugas di Pasaman dipindahkan ke Palembayan; Asisten Demang Abdoel Manan gelar Soetan di Atas yang semula bertugas di Canduang dipindahtugaskan ke Pauah Kambar; dan Asisten Demang Andoel Madjid gelar Datoek Radjo Mangkoeto yang semula bertugas di Palembayan dimutasikan ke Canduang.

Pemutasian para pejabat dalam sebuah negeri yang diperintah secara otoriter adalah hal biasa. Itu dimaksudkan agar tidak terjadi pembentukan kekuasaan oposisi yang dapat membahayakan hegemoni penguasa tunggal. Sistem pemutasian secara periodik yang dilakukan oleh Rezim Kolonial Hindia Belanda ini ditiru benar oleh Rezim Soeharto selama Orde Baru berkuasa (1967-1998).

Suryadi – Leiden, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 24 September 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: