Posted by: niadilova | 20/09/2017

Kilas balik: Kilas balik: Anggota Minangkabau-Raad (1938)

De Sumatra Post 26-07-1938 (anggota Minangkabau Raad)A

De Sumatra Post 26-07-1938 (anggota Minangkabau Raad)B

Orang Belanda

1 C. Boterhoven de Haan Assistant-Resident der Zuid-Benedenlanden di Padang
2 Dr. E.J. Burger Walikota (Burgemeester) Fort de Kock
3 Mr. W.M. Ouwerkerk Walikota (Burgemeester) Padang Panjang
4 J.C. Hazevoet Vorzitter (Direktur) Handelsvereeniging (firma dagang) Padang di Padang
5 Mr. D. Duursma Voorzitter van de Landraden (Kepala Urusan Pertanahan) daerah Padang dan Pariaman di Padang
6 Mr. J.H.C.M. van Meerwijk Sekretaris Vereeniging (Perkumpulan) voor Land- en Mijnbouw en Industrie Sumatra’s Westkust, ressort Padang v/h Zuid- en West-Sumatra Syindicaat en v/d Centrale Proefstation-vereeniging di Padang
7 A.  Lefèbre Administrateur Volkscredietbank (Bank Kredit Rakyat), Fort de Kock
8 M. Passer Pedagang (handelaar), anggota gementeraad Padang di Padang
9 Th.J.M. van der Lee Adjunct-Controleur untuk belasting (pajak), anggota gementeraad Padang, di Padang

Orang Minangkabau

10 Darwis gelar Datoek Madjo Lelo Districtshoofd 1ste kl. (Kepala Distrik kelas 1) Padang
11 Mohamad Noer gelar Soetan Perpatih Districtshoofd 1ste kl. (Kepala Distrik kelas 1) Fort de Kock
12 Moehamad Arif gelar Datoek Madjo Oerang Onderdistrictshoofd Maninjau
13 Amaddin gelar Soetan Marah Bangso Asisten Wedana Polisi Padang
14 Abdoerrachman gelar Bagindo Maharadjo Onderdistrictshoofd Danguang2 (Suliki)
15 Soetan Ahmad gelar Soetan Maharadja Alam Gementee-Ambtenaar (pegawai kotapraja) Padang
16 Mohamad Taher gelar Marah Soetan Direktur Firma Taroesja, Padang
17 Rasidin gelar Soetan Toemanggoeng Swasta, Indisch-Arts (dokter Pribumi) di Padang Panjang
18 Abdoel Aziz gelar Soetan Kenaikan ‘Instituut voor Socialen Arbeid’(Ivoorsa) Fort de Kock
19 Bachtiar gelar Soetan Pado Penghoeloe Onderwijzer (guru) Gouvernements-schakelschool Tanjung Alam, Fort de Kock
20 Semail [Ismail?] gelar Hadji Moechtaroeddin Handelaar (pedagang) di Sungai Penuh
21 Mahjoedin gelar Datoek Radjo Sampono Adjunct-Inspecteur Nillmaatschappij Lubuk Begalung, Padang
22 Mr. Soetan Haroennoerasjid Advocaat en Procureur (pengacara dan jaksa) di Padang
23 Sati gelar Depati Anom Mendahoofd (Kepala Menda) di Sanggaran Agung, Padang
24 Nabi gelar Depati Parbo Pandjang Mendahoofd (Kepala Menda) di Hiang
25 Soeleman Paris gelar Datoek Maharadjo Diradjo Volkshoofd (Penghulu) di Batipuah Baruah
26 Soetan Mahmoed Latif Directeur ‘Sekolah Economie’ Kayu Tanam
27 Mohamad Rahim gelar Datoek Radjo Ameh Gewezen Inlandsh Gemeenterhoofd Pakandangan
28 Seroedji gelar Datoek Sekoto Inlandsh Gemeenterhoofd Tanjung Bonai
29 Aman gelar Soetan Sinaro Schoolopziener (Penilik sekolah) di Fort de Kock
30 Marah Hasan gelar Datoek Batoeah Onderdistrictshoofd di Fort de Kock
31 Jahja gelar Datoek Kajo Anggota Volksraad, Pensiunan Kepala Distrik kelas 1 (gepensionneerd Districtshoofd 1ste kl.) di Fort de Kock
32 Hasanoeddin gelar Datoek Singo Mangkoeto Penghulu (Volkshoofd) di Sungai Batang
33 Nawi gelar Datoek Radjo Batoeah Inlandsch Gemeentehoofd di Lubuak Sikaping
34 Abdoellah gelar Toeankoe Radjo Moedo Inlandsch Gemeentehoofd di Air Bangis
35 Abdoel Raoef gelar Datoek Sinaro nan Toenggang Inlandsch Gemeentehoofd di Koto nan Gadang
36 Alimin Onderwijzer (guru) H.I.S. di Payakumbuh
37 Abdoel Latif gelar Datoek Bendaharo Sati Schrijver (jurutulis) di Departemen BB (Binnenlandsch Bestuur) di Bangkinang
38 Mohamad Rasad gelar Datoek Maharadjo Kajo Inlandsch Gemeentehoofd di Kubang
39 Loedin gelar Datoek Mangkoeto Sati Districtshoofd der 1ste (Kepala Distrik kelas 1) di Solok
40 Mohamad Taher gelar Datoek Manggoeng Inlandsch Gemeentehoofd di Supayang
41 Sjahboeddin Latif gelar Datoek Siboengsoe Onderwijzer particuliere school (guru sekolah swasta) di Muara Labuh
42 Soetan Mangsoer [Mansoer?] gelar Soetan nan Gadang Swasta di Sijunjung
43 Hadji Soradjoeddin Abbas gelar Datoek Bandaharo Godsdienstleraar (guru agama) di Bengkawah [Bangkaweh?], Fort de Kock
44 Mahmoed gelar Hadji Mahmoed Joenoes Godsdienstleraar (guru agama) di Padang
45 Maamin gelar Datoek Padoeko Batoeah Inlandsch Gemeentehoofd Tanjung Barulak
46 Mohamad Hoesin gelar Datoek Machoedoem Inlandsch Gemeentehoofd di Talang
47 A.   Roesma gelar Soetan Pangeran Particulier-Arts (dokter swasta) di Fort de Kock

Orang Cina

48 Ek Tie Lim Voorzitter Chineesche Handelsvereeniging (Perkumpulang Pedagang Cina) di Padang
49 Tjoa Kong Bie Luitenaant der Chineezen (Letnan Cina) di Payakumbuh

Sumber (termasuk foto): De Sumatra Post, 26-07-1938

De Sumatra Post 26-07-1938.Gubernur Spits

Dalam majalah Soera Minanagkabau, No. 1, Thn. 1, Augustus 1938 (hlm. 9-10) yang terbit di Batavia (dicetak oleh Drukkerij A.C. van Velthuysen, Batavia Centrum), M.S. Amral menulis:’

“Pada 26 Juli j.l. Minangkabau Raad soedah dilantik oleh Gouverneur Sumatra t. A.I. Spits, dengan pelantikan mana pemerintah Minangkabau diserahkan kepada Raad terseboet oleh pemerintah. Kita batja dalam soerat soerat kabar dari Minangkabau, bahwa perhatian ra’jat sangat besar, ternjata dari penoeh sesaknja tribune dalam rapat kedoea harinja dari Raad terseboet.

Pemerintahan Minangkabau telah diserahkan kepada Minangkabau Raad jang terdiri dari 49 leden, diantara mana 38 [di antaranya adalah] bangsa Indonesia {hlm.9}. Kepada merekalah sekarang terserah nasib ra’jat dan kemadjoean negeri. Segala gerak pekerdjaan jang dilakoekan e.e. terseboet akan diamat-amati oleh ra’jat. Djoega kita ra’jat Minangkabau jang dirantau tentoe selamanja akan tetap memperhatiken (sic) segala pekerdjaan wakil-wakil kita itoe didalam dan diloear raad.

Ra’jat Minangkabau memilih wakil-wakilnja itoe berarti bahwa mereka memberikan penoeh kepertjaan dengan jakin, bahwa wakil-wakil itoe akan mementingkan kemadjoean ra’jat dan tanah Minangkabau, dalam segala hal, economi dan onderwijs teroetama.

Kita akoei bahwa beban wakil-wakil kita itoe sangat berat dan tanggoeng djawab atas pekerdjaan mereka terhadap ra’jat sangat besarnja, apalagi mendjaga kepertjajaan ra’jat jang diberikan kepada mereka.

Oeroesan pertanian, perdagangan dan onderwijs adalah tiang-tiang jang penting dari kemadjoean dan kekoeatan sesoeatoe bangsa. Inilah kepentingan oemoem jang haroes diperhatikan sangat oleh wakil-wakil kita.

Memang oentoek bekerdja boeat kepentingan oemoem, tiap2 orang haroes berkorban. Korban inilah jang kita minta dari wakil2 kita itoe. Boekan korban wang, boekan korban njawa, tetapi tenaga dan pikiran, dan teroetama sekali korban nafsoe jang mengemoekakan kepentingan diri.

Dan kita harap moedah moedahan wakil2 kita jang di Minangkabau Raad terseboet bersedia akan memberikan korban jang kita minta itoe, boeat kepentingan ra’jat dan teroetama anak kemenakan kita.

Pada tgl. 27 Juli j.l. telah diadakan sidang jang kedoea. Setelah membatja verslag s.s.k. tentang perdjalanan rapat itoe, tampak oleh kita, bahwa indruk [?, sulit dibaca] jang diberi oleh adat itoe koerang menjenangkan.’

Pertama waktoe agenda akan diperkatakan lebih doeloe t. Hazevoet soedah meminta nama-nama jang akan dicandidaatkan oentoek lid gecommiteerden. Aneh! Seperti memilih bestuur dalam rapat perkoempoelan anak2 sekolah sadja. Tetapi ini tentoe soeatoe taktiek dari t. Hazevoet. Toean itoe tahoe bahwa anggota2 Indonesia pada waktoe itoe beloem menjediakan candidaat2, beloem memikirkan siapa2 jang tjakap boeat gecommiteerde itoe dan beloem bermoesjawarat satoe sama lainnja tentang candidaat itoe, dan waktoe inilah kesempatan jang baik boeat t. Hazevoet oentoek mendapat candidaat2 Indonesia jang beloem tentoe ketjakapannja boeat pekerdjaan gecommiteerde itoe. (atau sama sekali tidak tjakap). Oentoenglah dengan soara e. Dt. Kajo dan voorstel e. dr. Rasjidin, penetapan itoe dioendoerkan doeloe, oleh karena mana ada waktoe oentoek memikirkannja.

Djoega tjara tjara berbitjara tidak menjenangkan sama sekali. Peratoeran oentoek berbitjara tidak ada. Tidak diadakan lijst siapa2 jang haroes berbitjara, menoeroet giliran jang tertentoe.

Begitoe djoega menilik pembitjaraan2 jang dilakoekan, ternjata bahwa sebeloem raad bersidang, hari-hari didepannja tak ada lebih doeloe diadakan permoesjawaratan antara wakil2 kita tentang soal jang akan diperbintjangkan. Ini keadaan tentoe sangat mendatangkan roegi kepada kita. Ternjata dengan membitjarakan tentang Reglement van Orde jang sangat penting bagi Raad, diterima begitoe sadja, sedangkan hak-hak raad terseboet tergantoeng kepada isi R.v.O. itoe. Akan tetapi kita pertjaja, perobahan tentoe akan datang oleh pengalaman.                                                                 M.S. AMRAL {hlm.10}”

Advertisements

Responses

  1. […] Sumber: https://niadilova.wordpress.com […]

  2. Saya cuma ingin mencari keturunan dari talu..menurut cerita ayah saya kami berasal dari talu dengan nama kampungnya cubadak bungkuak.leluhur kami bersaudara 4 wanita yg pergi menonggalkan kampung..yang mana berdasarkan cerita ayah kami 1 ke negri sembilan 2.ke pulau piniai 3 ke payakumbuh (ini sudah ketemu) 4 ke Padang Panjang (inilah leluhur kami) Nenek buyut kami dengan nama Iyak Buntie dan nenek kami Aliyah dan ayah saya yg bernama M .Joesoef gelar TOEANKOE RADJO BAGINDO . Kami cuma ingin silaturahmi dan mengenal kampung leluhur tanpa maksud apa apa..baranhkali ada yg tau…terimakasih

  3. Salam Sanak. Mungkin kata “Parlemen” rancak digandi dengan kata “Dewan”. Minangkabau Raad = Dewan Minangkabau.

  4. Mohon infonyo Pak,Ado ndak referensi Rao waktu saisuak.Mokasibh sabunnyo

  5. Salam Pak Ridwan. Cibo ambo cari2, pasti ado.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: