Posted by: niadilova | 28/08/2017

PPM #122: Komedi ‘Bangsawan’ di Pasar Lubuak Sikapiang (1921)

Dipasar Loeboek Sikaping telah terdjadi keramajan komidie bangsawan, moelai pada Juni 1921, terlaloe amat banjak penontonnja, sehingga penoeh sesak panggoeng itoe setiap malam itoe komidi[e] zonder poengoet oeang patoet kita poedjikan pada beliau Soetan Sampono djoeroetoelis kantoor disana dan Soetan Maharadjolelo leerling opziener Boschwezen disana djuga.

     Karena soedah 3 tahoen sampei sekarang, beloem pernah berboeat ramai ramai komidie bangsawan di pasar Loeboek Sikaping.”

***

Laporan surat kabar Sinar Sumatra, No. 146, Tahoen ka 17, Hari Saptoe 2 Juli 1921 / 27 Gho Gwee 2472 = 25 Sjawal 1339 tentang keramaian di Pasar Lubuak Sikapiang lantaran adanya pertunjukan komedi bangsawan. Laporan ini menunjukkan luasnya popularitas komedi bangsawan di dunia Melayu pada awal abad ke-20.

Disebutkan pula dalam laporan di atas bahwa keramaian itu digagas oleh Soetan Sampono, jurutulis kantor Pemerintah di ‘Loeboek Sikaping’ dan Soetan Maharadjolelo, pengawas siswa sekolah kehutanan di kota itu.

Lebih jauh tentang komedi bangsawan di dunia Melayu, lihat: Tan Sooi Beng, Bangsawan: A Social and Stylistic History of Popular Malay Opera, Singapore [etc.]: Oxford University Press, 1993; Matthew Isaac Cohen, ‘Border crossing: Bangsawan in the Netherlands Indies in the nineteenth and early twentieth centuries’, Indonesia and the Malay World 30,87 (2002): 101-115.

Suryadi – Leiden Universiy, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 27 Agustus 2017


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: