Posted by: niadilova | 28/08/2017

Minang saisuak #311: Orang-orang di sebuah Pasar Loods di Minangkabau (1920an)

foto016 a

Foto klasik yang kami turunkan dalam rubrik Minang saisuak kali ini cukup langka dan unik. Foto ini mengabadikan penduduk pribumi, kebanyakan perempuan dan anak-anak, di sebuah los pasar (pasar loods). Di tengah-tengah kerumuman terlihat seorang laki-laki memegang sebuah bendera putih yang dipasang di ujung sebuah tiang. Di latar depan terlihat beberapa orang pasukan yang memegang senjata laras panjang. Sangat mungkin mereka itu adalah pasukan ‘Belanda hitam’ dari luar Pulau Sumatera. Yang berbaju putih di sebelah kanan mungkin seorang demang atau pegawai pribumi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Foto ini dikirimkan kepada saya oleh seorang Belanda bernama Arnold Benjamins yang tinggal di Hoogeveen, Drenthe, Belanda. Dia memiliki 5 album tua yang dibelinya dari sebuah toko buku loak. Di dalam album-album itu terdapat banyak foto klasik dengan konteks Sumatera Barat/ Minangkabau. Foto ini adalah salah satu dari lusinan foto yang terdapat dalam kelima album tua itu.

Saya mendapat kesan bahwa beberapa foto mengenai Sumatera Barat yang terdapat dalam album-album tua koleksi Arnold itu berlatar Pemberontakan PKI 1926/27 atau lebih dikenal dengan Pemberontakan Silungkang. Foto ini sendiri memberi kesan : orang-orang yang menyerah (ditandai dengan pengibaran bendera putih) yang berkumpul (atau mungkin dikumpulkan /dipaksa berkumpul) di sebuah los pasar. Mereka dikawal oleh tentara, seperti terlihat dalam foto ini. Tidak adanya kaum lelaki kelihatan dalam foto ini, juga karena ada beberapa orang tentara yang memegang bedil, mengindikasikan suasana perang.

Akan tetapi tak ada penjelasan apapun di mana foto ini dibuat. Namun demikian, besar kemungkinan latar geografisnya adalah sebuah pasar tradisional di darek (daerah Silungkang dan sekitarnya). Mudah-mudahan ada di antara pembaca rubrik ini yang mengenali lebih jelas latar geografis dan historis foto ini.

Hanya ada tulisan di kiri bawah: “Tong Djin / Photograaf /………… [tak terbaca]”. Jelas bahwa Tong Djin itu adalah nama studio fotografi /fotografer  yang membuat foto ini. Nama ini belum dapat dikenali lebih jauh. Pada masa itu cukup banyak studio fotografi, termasuk di Padang, yang diusahakan oleh orang-orang Cina dan Jepang.  Foto ini tentu membawa kenangan kita kepada satu etape dalam sejarah Minangkabau saisuak.  (Sumber foto: Arnold Benjamins, Hoogeveen).

Suryadi – Leiden University, Belanda / Singgalang, Minggu 27 Agustus 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: