Posted by: niadilova | 22/05/2017

PPM #109: Bom-bom simpanan ‘pemberontak’ Kominis (1927)

“Pada tanggal 19 Mrt. [Maret] jl. polisi di Padang mendapat 2 boeah bom dibawah kamar t. Mr. De la Parra, opsir Djoestisi jang tinggal di Hotel Oranje. Empat orang djongos laloe ditangkapnja. Dalam atau dibawah roemah-roemah orang Éropah lainnjapoen terdapat bom-bom djoega. Berhoeboeng dengan hal itoe ada beberapa djongos jang ditangkap. Djoemlah bom-bom jang terdapat oléh polisi itoe ada 11 boeah, asalnja dari Ommelanden.”  (a)

“Di Loeboek Bagaloeng soedah dapat ditangkap lagi 23 bom, jang disemboenjikan di belakang penggilingan (kintjir padi) kepoenjaan Noeri. Setelah Noeri ditangkap, ia mengakoe menerima 23 bom itoe dari Pakih Taher. Djadi Pakih Taher itoe roepanja toekang pembagi bom jang besar sekali bahagiannja dalam pergerakan j.b.l. ini. (S.S.).” (b)

***

Dua laporan media, masing-masing dari majalah Pandji Poestaka, No. 21, Tahoen V, 25 Maart 1927: 355 [Kronik]) (a) dan Pandji Poestaka, No. 26-27 dan 31, Tahoen V, 31 Maart 1927: 448 [Kronik]) (b), tentang bom-bom simpanan para ‘pemberontak’ kominis (komunis) yang ditemukan pasca pemberontakan Silungkang (akhir 1926) yang gagal itu.

Laporan di atas memberi kesan tentang trik-trik penetrasi para ‘pemberontak’ komunis dari luar dan pinggiran (ommelanden) kota Padang ke pusat kota yang dikuasai oleh Belanda. Dalam nomor-nomor sebelumnya rubrik ini sudah dimuat pula laporan-laporan seperti ini. Laporan-laporan ini jelas merupakan sumber pertama (bronnen) yang penting bagi sejarawan untuk merekonstruksi bagaimana para aktivis komunis bergerak di level akar rumput pada tahun 1920an. Terlihat bahwa gerakan itu sampai melibatkan pada pembantu (jongos) pribumi dan juga pedagang keliling (misalnya penjual telur) untuk menyelundupkan bom-bom ke kawasan perumahan kaum elit untuk kemudian diledakkan. Walaupun demikian, ternyata pemberontakan ini boleh dibilang gagal. Dengan melacak keberadaan laporan Commissie Sumatera Barat yang diperintahkan oleh Batavia untuk menyelidiki penyebab timbulnya pemberontakan itu (lihat: Pandji Poestaka, No.66, Tahoen VI, 17 Augustus 1928, hlm. 1144 (Kroniek), ditambah dengan laporan-laporan dari media seperti ini, para sejarawan mungkin dapat melakukan rekonstruksi Pemberontakan Komunis Silungkang yang lebih mendekati kenyataan.

Suryadi – Leiden University, Belanda / Padang Ekspres, Minggu 21 Mei 2017


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: