Posted by: niadilova | 01/05/2017

Minang saisuak #300: ‘Lime Stone Band’ kebanggaan PT. Semen Padang (1973-1998)

Lime Stone 1978g

Rubrik Minang saisuak kali ini ingin membawa pembaca bernostalgia ke ranah musik di Sumatera Barat. Foto yang kami tampilkan di atas mengabadikan personil Lime Stone, sebuah grup band yang terkenal di Sumatera Barat di era 1970-an sampai 1990-an.  Grup band ini adalah milik PT. Semen Padang. Sejarah Lime Stone antara lain dapat dibaca dalam skripsi Fazlur Rahman (Jurusan Sejarah Universitas Andalas) yang berjudul “Eksistensi Lime Stone Band  PT. Semen Padang, 1970-1998” (2011).

Menurut Fazlur, Lime Stone secara resmi lahir tahun 1973, yang merupakan suksesor dari grup band PPCM (Padang Portland Cement Maaschappij) yang berdiri tahun 1970. Dengan kekuatan pada saxofone, grup band ini memiliki warna tersendiri di mata penggemarnya yang berbeda dengan grup-grup band lain yang pernah eksis di Sumatera Barat, seperti Mariani’s Band, Band Austin Combo, Band Majesty, Band The Yobanas, Band BNI 46, Band Dolog, Band Wiranada, Band Don Bosco, Band PN. Postel, dan Band AURI.

Grup band Lime Stone dipimpin oleh Yan Juned, dengan personil antara lain As Abbas, Santo, Ratna Djapang, Hanny Tuheteru, Jimmy Puturay, Wilfried Sitompul, Yun Bur, Sunandar, Anto Suryono Madjid, Andre, Riyanto Biswal, Yose Rizal, Supratman, Amrizal, Agus Ramadhan, dan Hendri Hasan. Salah satu keunikan Lime Stone adalah: hampir semua personilnya merangkap vokalis.

Selama hidupnya, image tentang Lime Stone selalu identik dengan PT. Semen Padang. Grup band ini, demikian Fazlur, dibentuk untuk mempromosikan kembali PT. Semen Padang yang selama pergolakan PRRI sempat terhenti berpoduksi. Lagu-lagu favorit grup band ini, seperti “Bunga Tanjung”, “Inderlela”, “Mak Inang”, “Rimbo Maek”, “Bukik Indaruang”, dan “Siti Nurbaya” menjadi hit dan beredar luas dalam format piringan hitam dan kaset (Suryadi, disertasi, 2014:83). Dalam rangka mempromosikan PT. Semen Padang, Lime Stone sering mengadakan tur ke berbagai kota di Pulau Sumatera.

Di laman grup facebook Padang Lamo yang mengekspos foto ini (dan beberapa foto lainnya), pengunjung Aldo Zirsov mengatakan bahwa nama Lime Stone merujuk kepada Bukit Karang Putih di Indarung yang merupakan bahan baku utama PT. Semen Padang. Pengunjung lainnya, Marapi Limosuku (pseudonym) mengatakan bahwa pesta-pesta kemenangan Persatuan Sepakbola Padang (PSP) dalam pertandingan tingkat nasional selalu diarak dengan grup band Lime Stone.

Fazlur: pada 1998 grup band Lime Stone tidak aktif lagi dan tidak lagi digunakan untuk mempromosikan PT. Semen Padang. Sejak itu nama Lime Stone menghilang dari peredaran. Zaman bergulir, musim berganti. Demikianlah sekilas kisah Lime Stone, grup band yang pernah meramaikan blantika musik pop di Sumatera Barat. (Sumber foto: Facebook Padang Lamo).

Suryadi – Leiden, Belanda | Singgalang, Minggu 30 April 2017


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: