Posted by: niadilova | 29/04/2017

Kilas balik: Buku-buku yang dibeslah oleh Penjajah Jepang

Kolinialisme bermental sama saja: menindas dan membatasi gerak kaum yang dijajah. Begitulah nasib bangsa Indonesia di Zaman Belanda maupun Jepang. Membaca Kan Pō, majalah berita pemerintah fasis militerJepang di Indonesia, kita mendapat kesan betapa banyak peraturan dibuat oleh tentara Jepang untuk mengontrol bangsa Indonesia, Sementara itu, mereka tetap bermanis mulut kepada bangsa Indonesia, agar mereka mendapat sokongan tenaga dan moral untuk melawan kekuatan Amerika Serikat dan sekutunya.

Di sini disajikan guntingan lembaran majalah Kan Pō yang mencatat senarai buku-buku yang dilarang oleh balatentera fasis Jepang di Kediri dan Jakarta. Tak disebutkan apa alasan melarang buku-buku tersebut dan kenapa bukan buku-buku yang lain. Di antara buku-buku yang dilarang itu terdapat juga seri Lakeh Pandai dan Kini Lah Pandai, seri buku pelajaran Bahasa Minangkabau karangan M.G. Emeis (tentang buku ini dan satu seri yang mengikutinya, Dangakanlah, lihat: Suryadi, “Vernacular intelligence:  Colonial pedagogy and language question in Minangkabau”, Indonesia and the Malay World, 34(100), 2006: 315-344. [lihat: http://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/13639810601130184)

Sekilas dapat dikesan bahwa buku-buku yang dilarang itu adalah yang berbau Belanda. Ini tentu dapat dimaklumi karena sejak menjejakkan kakinya di bumi Indonesia, balatentera Jepang secara sistematis berusaha menghapuskan segala bentuk pengaruh (kebudayaan) Belanda dan Eropa pada umumnya sembari mengkampanyekan kebudayaan Jepang sendiri dengan slogan kamuflase: persaudaraan Asia. Buku-buku yang mengandung suara nasionalisme kaum pergerakan juga dibeslah oleh Jepang.

1.Kan Po, No.19, Tahoen ke II, Boelan 5-2603 [1943], p.17ac

2.Kan Po, No.19, Tahoen ke II, Boelan 5-2603 [1943], p.17bc

3.Kan Po, No.20, Tahoen ke II, Boelan 6-2603 [1943], p.24c

Sumber: Guntingan 1 & 2: Kan Pō (Berita Pemerintah), No.19, Tahoen ke II, Boelan 5– 2603 [1943], hlm. 17; Guntingan 3: Kan Pō (Berita Pemerintah), No.20, Tahoen ke II, Boelan 6–603 [1943], hlm. 24.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: