Posted by: niadilova | 23/03/2017

Kilas balik: Bangsa Irian Barat adalah bangsa Indonesia

Peta IrianDipersoalkannja masalah Irian Barat di PBB, nama Irian dengan sekedjap mata saja telah tersiar diseluruh dunia. Tetapi sekalipun demikian, masih ada diantara penduduk dunia jang belum mengenal Irian Barat. Bahkan tidak tahu dimana letaknja Irian Barat itu. Pihak Belanda selalu mempropagandakan bahwa bangsa Irian Barat bukan bangsa Indonesia. Bangsa Irian Barat masih banyak yang telandjang dan biadab dan lain2 lagi, jang sebenarnja itu semua merupakan suatu penghinaan jang pedas terhadap bangsa Indonesia.

Hari Irian. Sedjarah telah membuktikan bahwa bangsa Irian Barat sebagai bangsa tak mau didjadjah. Orang2 dan tentara Djepang hendak mendjadjah di Irian dulu terpaksa mengalami perlawanan sengit dari bangsa itu. Demikian pula pemerintahan Belanda tak sedikit mengalami kesukaran2. Namun Belanda tetap hendak mendjadjah Irian Barat. Lahirnja suatu partai “Partai Kemerdekaan Indonesia Irian” jang didirikan oleh pedjoang dan pemimpin bangsa Irian Silas Papare pada tanggal 29 Nopember 1946, sudah tjukup [memberi] gambaran betapa rakjat Irian tidak mau didjadjah. Dan dengan lahirnja partai kemerdekaan itu, lahir pula suatu hari bersedjarah bagi rakjat Irian Barat jang tak [dapat] dilupakan. Karena itu sudah selajaknja djika dari kalangan bangsa Irian menghendaki, bahwa hari itu merupakan hari bersedjarah jang perlu diperingati dan dinamakan Hari Irian.

Pekan Irian. Terlepas dari keinginan sebagian rakjat Indonesia untuk mendjadikan lahirnja “Partai Kemerdekaan Indonesia Irian” mendjadi Hari Irian, Maka untuk mengenal martabat bangsa Irian Barat didalam lingkungan masjarakat Indonesia diadakanlah Pekan Irian jg. Diselenggarakan oleh Panitia Aksi Pembebasan Irian. Djika orang-orang Belanda bilang orang-orang Irian Barat biadab dan banjak telandjang, maka Pekan Irian membuktikan, bah- {8}wa orang2 Irian Barat adalah orang2 Indonesia dan berbahasa Indonesia djuga. Pekan Irian jang menjelenggarakan pekan olahraga itu ternjata membuktikan betapa hasrat bagsa Irian Barat dan Indonesia untuk bersatu membimbing bangsa Indonesia seluruhnja. Ternjata bahwa bangsa Irian Barat djuga dapat ber-organisasi, dengan mengadakan pekan olahraga Irian, jang bertanding melawan saudara2nja lainnja dilapangan Ikada. Ternjata pula, bangsa Irian Barat, djuga mempunjai kebudajaan bersamaan dengan kebudajaan saudara2nja seperti Sumatera, Djawa, Sulawesi, dan lain2nja. Mereka ternjata tidak telandjang seperti apa jang dikatakan oleh Belanda, tapi berpakaian rapi.

Di Istana Negara kesenian Irian Barat telah dipertundjukkan, dengan mendapat sambutan jang meriah. Djuga perlombaan2 olahraga, seperti sepakbola, volley jang diadakan antara rombongan Irian Barat, inter-Kementerian, inter-wartawan, dan inter-universitas, jang ternjata telah dimenangkan oleh rombongan inter-wartawan, jang menerima hadiah piala dari Nj. Sunarjo isteri menteri luarnegeri Sunarnjo.

Menindjau suasananja maka malam gembira jang diadakan di Istana Negara dengan mempertundjukkan kesenian Irian baru2 ini sungguh menggembirakan dan lutju, tetapi mengandung arti jang dalam, dimana tampak hasrat bangsa Irian Barat untuk bersatu padu dengan saudara2nja di-kepulauan2 Indonesia sebelah barat Irian. Ketjuali njanjian2 jang dihidangkan dari musik Maluku Rame Dendang, maka njanjian2 Irian Barat pun diperdengarkan. Suasana demikian meriahnja, sampai Bung Tomo djuga ikut menari. Bahkan sampai Presiden pun turut meramaikan malam gembira itu dengan menari ber-sama2 putera puteri Irian Barat, jang kemudian pula di-ikuti oleh menteri luarnegeri Sunarjo dan menteri perhubungan A.K. Gani. Disitu tampak kegembiraan, persatuan, dimana tegas2 ditundjukkan bahwa bangsa Irian barat adalah bangsa Indonesia. {9}

***

Sumber: Madjalah Merdeka, No. 50, Th. VII, 11 Desember 1950: 8-9. Teks disalin sesuai ejaan aslinya, dengan sedikit penyempurnaan oleh penyalin. Angka dalam tanda ‘{ }’ merujuk kepada halaman pada teks aslinya. Ilustrasi berasal dari: http://www.vanderheijden.org/ng/maps/ (diakses 22-3-2017).

Penyalin: Dr. Suryadi, Leiden University


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: