Posted by: niadilova | 14/02/2017

Cerita ringan dari rantau: Bergolek-golek di salju

lelaki-dan-salju
Sumber: propriul-dumnezeu.blogspot.com 

Orang Indonesia, dan mungkin juga orang-orang yang berasal dari negeri-negeri tropis lainnya, sering membayangkan betapa indahnya salju. Serbuk putih lembut itu sering diasosiasikan dengan negeri-negeri Aropa dan negeri-negeri lainnya yang mengenal empat musim.Tidak itu saja, salju juga sering diidentikkan pula dengan kemehawan, kemajuan, dan kelas sosial tertentu. Setidaknya itu dapat dikesan dari trend main skating di hamparan salju buatan yang dibuat di dalam mall-mall mewah untuk kalangan berduit di  metropolitan Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.

farel-bayi-di-salju

Sastrawan Sitor Situmorang menerbitkan kumpulan cerpen Salju di Paris. Mungkin itu dapat mewakili perasaan banyak orang dari negeri tropis tentang ‘kapas lembut’ yang turun dari langit Eropa pada musim dingin itu.  Yang terbanyang adalah minum teh di sebuah kafe di Paris bersama pasangan sambil menikmati salju yang jatuh bak kapas putih suci di luar jendela kafe. Ah…betapa romantisnya!

farel-salju-4

farel-kecil-di-salju

Dari manakah orang Indonesia mendapatkan kata salju itu? Sementara orang Malaysia menyebutnya salji. Yang jelas, kata itu terasa mengeluarkan nuansa lembut. Mungkin karena itulah dalam lirik sebuah lagu dikatakan: “Hatiku selembut salju”.

farel-salju-2

Orang Indonesia seperti saya sering takjub melihat salju. Bagi orang Eropa sendiri salju mungkin sudah merupakan hal yang sudah biasa. Namun demikian, terlihat ada kegembiraan lain yang mereka rasakan ketika salju. Hari Natal yang bersalju sering dinanti-nantikan. Itu adalah suasana yang indah.

fare-raisa-salju

Anak-anak sangat suka bermain (di) salju. Tapi yang sampai tidur-tiduran di salju, itu sangat jarang dan mungkin agak aneh juga, walau bagi orang Eropa sendiri. Kebetulan Farel, salah seorang anak kami, suka tidur di salju. Kakaknya, Raisa, waktu kecil juga suka tidur di salju. Ketika Farel berusia 5 hari, kami menaruhnya di salju yang pada malam sebelumnya turun lebat (Gambar kedua). Matanya mengerjap-ngerjap indah.

farel-salju-3

Farel tumbuh sehat, dan setiap musim dingin dia selalu takjub melihat salju. Jika salju sudah menebal, dia sangat senang dan akan pergi keluar, lalu bergolek-golek di atas hamparan ‘permadani’ putih lembut itu. Dua hari lalu, ketika salju turun lagi di Leiden, dia keluar rumah lagi, melompat ke salju dan begolek-golek riang di atasnya. “Ik ben niet koud’ kata Farel setiap kali kami bertanya apakah dia tidak merasa kedinginan. Sementara tangan dan telinga saya sudah perih, dan gigi pun gemeretuk menahan dingin. Saya terpaksa masuk ke rumah untuk menghangatkan tangan dengan air panas. Ketika saya melongok di jendela, saya lihat dia masih saja bergolek-golek di salju.


Responses

  1. Salju atau salji (bhs Malaysia) berasal dari bhs. Arab ثلج (thalji).

  2. Terima kasih atas informasi yang berharga ini, Pak Tamizi. Rupanya orang Melayu mengenal kata ini dari Bahasa Arab. Lalu mengapa orang Indonesia melafalkannya dengan huruf ‘u’ di akhir kata itu ya, Pak Tarmizi?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: