Posted by: niadilova | 26/12/2016

Iklan klasik Nusantara #24 (sepeda): RALEIGH: The all-steel bicycle (1925)

pp-33-th-iii-5-mei-1925-hlm-iklan

Sumber: Majalah Pandji Poestaka, No. 33, TAHOEN III, 5 MEI 1925: hlm. iklan

Catatan: Di suatu era di Hindia Belanda, sampai di zaman kemerdekaan Indonesia, sepeda merek Raleigh pernah menjadi simbol status sosial dan ‘kemewahan’. Lelaki yang memiliki sepeda Raleigh, dengan bunyi ‘tik-tik-tik-tik’ yang berirama ketika sedang dikendarai, dapat dianggap sebagai orang ‘kaya’ yang cukup sejahtera secara ekonomi. Saya masih ingat, sampai tahun 1970-an, lelaki Minangkabau asal rantau Pariaman yang dianggap memiliki gengsi yang tinggi secara sosial dan ekonomi akan dijemput dengan sebuah sepeda merek Raleigh (dilafalkan ‘Reli’) oleh keluarga calon istrinya. Ketika ia pulang ke rumah istrinya setelah resmi menikah, sepeda itu akan dipakainya, pertanda bagi orang banyak (publik) tentang status sosialnya. Namun, semenjak moda transportasi motor yang diproduksi secara masal diperkenalkan di Indonesia, khususnya merek-merek yang berasal dari Jepang, seperti Honda, Suzuki dan Kawasaki), gengsi (pemakai/memilik) sepeda Raleigh menurun drastis. Ini antara lain terefleksi dalam sebait pantun tukang rabab Pariaman: “Lakuak Uba tabiangnyo tinggi / Padang Gantiang duo basimpang / Lah batandiang Honda jo Suzuki / Tampak taicia Reli (Raleigh) usang.” [lihat juga tautan: https://niadilova.wordpress.com/2011/05/30/minang-saisuak-51-toserba-a-h-tuinenburg-di-padang/]

(Suryadi, Leiden, 17 November 2016)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: