Posted by: niadilova | 21/11/2016

Minang Saisuak #282 –Anugerah Bintang untuk Nindih gelar Radjo Mangkoeto (1926)

vendukantoor

Teks yang menyertai foto ini berbunyi: “Kepada t. [tuan] Nindih gelar Radjo Mangkoeto (jang doedoek ditengah berkopiah hitam) Vendu afslager di Padang jang moelaï bekerdja sedjak tahoen 1893, telah dianoegerahkan bintang tembaga dengan oepatjara, dihadiri oléh pembesar Éropah t.t. [tuan-tuan] Bp. [bumiputera] dan T.H.”  Foto ini dikirimkan ke Redaksi Pandji Poestaka oleh L. St. M.

Vendu afslager adalah juru lelang di rumah lelang yang dapat ditemukan di banyak kota di Hindia Belanda di zaman kolonial, termasuk di Padang. Pada zaman itu, lelang adalah bagian dari kehidupan masyarakat kota di Hindia Belanda. Rumah-rumah lelang berfungsi sebagai agen yang diberi hak untuk melelang barang-barang pribadi, tapi juga properti perseorangan yang diagunkan kepada negara oleh orang-orang yang meminjam uang kepada pemerintah.

Institusi rumah lelang kemudian bergeser di zaman kemerdekaan. Sekarang orang lebih mengenal rumah gadai. Sistem ekonomi uang telah mendorong orang makin konsumtif membuat banyak orang memerlukan uang. Sering uang pemasukan sehari-hari tidak mencukupi, sehingga mereka harus menggadaikan barang-barang tertentu milik mereka ke pegadaian. Banyak orang yang tidak dapat lagi menebus barang-barang yang digadaikannya. Kalau sampai waktu tertentu si peminjam uang dari pegadaian tidak dapat menebus barang-barangnya, maka barang-barang itu dinyatakan jadi milik pegadaian dan bisa dijual atau dilelang.

Foto ini menjadi bukti sejarah tentang keterlibatan orang pribumi dalam dunia lelang (vendu) di Zaman Kolonial. Belum diketahui lebih banyak tentang pribadi dan keluarga Nindih gelar Radjo Mangkoeto yang dianugerahi bintang kehormatan karena sudah lebih 30 tahun bekerja di rumah lelang Padang. Yang jelas, rupanya jabatan-jabatan tertentu di instusi pelelangan juga diberikan kepada pegawai pribumi, sebagaimana halnya di beberapa institusi lain, seperti pengadilan dan perpajakan.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Singgalang, Minggu 20 November 2016 (Sumber foto: Pandji Poestaka, No. 12, TAHOEN IV, 12 FEBRUARI 1926: 258).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: