Posted by: niadilova | 24/10/2016

PPM #81 – Penjudi Si Joki Membunuh Siti Baheram di Pariaman, 1916

KEDAPATAN MAIT. Kita poenja correspondent di Priaman kabarkan: Pada petang Saptoe malam Minggoe 11 djalan 12 November jang soedah [1916], telah kedapatan oleh orang mait seorang perempoean di Batang Soengai Pasak Priaman. Ada poen perempoean itoe namanja si Beram [Baheram] oemoer kira-kira 20 tahoen, pada siang jang terseboet hendak poelang ke roemahnja di Soengai Pasak dari roemah mertoeanja di Koto Marapak dengan memakai pakaian 1 pasang gelang mas harga kira-kira f 100, sepasang anting anting mas harga  f 18, 3 penitie perak harga f 5, satoe toesoek konde harga f 3. Maka matinja perempoean itoe roepanja adalah bekas dianiaja orang, karena pada atas telinganja sebelah kanan ada loeka dan lehernja bekas diikat dengan ramboet dan badjoenja, djoega semoea barangnja jang dipakainja otoe tida ada lagi, boleh djadi matinja itoe karena orang hendak mengambil barangnja.

Maka pada hari Minggoe mantri politie bersama kepala negeri di sana telah datang boeat pereksa dan tjari keterangan dalam hal pemboenoehan itoe, pada hari Senen telah dapat keterangan jaitoe jang tertoedoeh doea orang anak negeri nama si Gandoei dan si Djoki, dan pada badjoe si Djoki ada kedapatan bekas darah, begitoe djoega selendang perempoean itoe kedapatan poela di roemah si Djoki. Kabarnja si Gandoei dan si Djoki itoe ialah orang jang soedah termashoer toekang pendjoedi; begitoe djoega pada hari Saptoe itoe kedoea orang itoe telah dapat banjak kekalahan main di medan djoedi.

***

Laporan surat kabar Sinar Sumatra terbitan Padang edisi Kemis (Kamis) 16 November 1916 yang melmberitakan pembunuhan atas diri Siti Baheram oleh penjudi si Joki dan temannya si Gandoei [Ganduik] di Sungai Pasak, Pariaman pada malam Minggu 11 November, tengah malam menjelang 12 November 1916. Pengadilan Kolonial akhirnya menjatuhkan hukuman gantung kepada si Joki, yang konon eksekusinya dilaksanakan di Pasar Pariaman, dan hukuman penjara kepada anak buahnya, si Ganduik. Peristiwa pembunuhan perempuan kaya dan [konon] rancak ini sampai sekarang masih hidup dalam memori kolektif orang Pariaman: ia ‘terekam’ dalam lagu Kim lewat pantun: “Ka bukik tanamlah padi / Di tanam anak Bintungan / Lah malang nasib si Joki / Tatagak tiang gantungan.” Pada tahun 1921 terbit buku “Syair Tjerita SITI BAHERAM[:] Pemboenoehan jang ngeri di Pariaman” (lih: Soenting Melajoe, 28 Januari 1921). Kaba Siti Baheram merupakan salah satu repertoar dalam pertunjukan rabab Pariaman yang sampai kini masih diceritakan oleh tukang rabab Pariaman (lihat: Suryadi, “Siti Baheram: Dari Peristiwa Nyata ke Kaba”; https://niadilova.wordpress.com/2009/11/09/siti-baheram-dari-peristiwa-nyata-ke-kaba/). Walau kisah itu dijadikan pelajaran dan iktibar dalam kesenian, kebiasaan berjudi dalam masyarakat tampaknya tak pernah hapus.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 23 Oktober 2016


Responses

  1. Assalamu’alaikum w.w.
    Selamat siang add suryadi…
    Ini pak ika (irvan khairul ananda) suami bu upik sulastri,
    Sekarang saya sedang coba mengumpulkan data dan dokumen keluarga, maka saya ingat bahwa add pernah menayangkan foto koran/surat kabar yang memberitakan terjadinya pembunuhan atau ditemuinya mayit (mayat) Siti Baheram di Sungai Pasak Pariaman tahun 1916 yang lalu.
    Siti Baheram tersebut adalah mande (saudara ibu) dari anduang saya, ketika kejadian tersebut anduang saya ikut beramai-ramai datang dengan kawan-kawan se umurnya lk 10tahunan ke pinggir sungai Batang Piaman, namanya di patamuan (yakni tempat bertemunya Batang Piaman Kaciak dengan Batang Piaman Gadang). Lokasi ini merupakan dekat perbatasan Sungai Pasak dengan Koto Marapak.
    Terima kasih dan salam maaf kami…..
    Jika add tidak keberatan dan berbaik hati, dapat mengirimkannya ke alamat saya: irvankananda@yahoo.co.id, dan atau : sulastri.sasindo@yahoo.com.

    Alamat rumah kami masih tetap yang dulu: Komplek Andalas Makmur Blok G Nomor 2 Padang, Pos 25126.
    Telepon 082215102476

  2. Alaikum salam Uda Irvan. Tentang Siti Baheram saya tulis dalam sebuah artikel yang juga ada di blog ini: “Siti Baheram: dari Kisah Nyata ke Kaba”. Bisa dicari melalui ruang pencarian di atas. Isnya Allah nanti saya kirimkan link-nya ke alamat email Uda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: