Posted by: niadilova | 16/10/2016

PPM #80 – Bahaya Kelaparan di daerah Sakai

Menjamboeng kabar dalam Kroniek P. P. No. 52, dari hal kekoerangan makanan didaérah Sakai, maka Pemerintah telah memberi persekot sedjoemlah f 25.000,- goena mengadakan makanan. Oléh Controleur di Loeboeksikaping telah dikirim beras 200 pikoel ke Sakai. Pendoedoek daérah itoe ada 1300 orang. Jang kekoerangan makanan lantaran tanaman roesak 500 orang.

***

Laporan majalan Pandji Poestaka, No. 2, TAHOEN III, 6 JANUARI 1925 , hlm. 27 [Kroniek] mengenai bahaya kelaparan di daerah Sakai. Sebanyak 500 dari 1300 jiwa penduduk daerah Sakai menderita kekurangan makanan karena tanaman pertanian mereka rusak. Pemerintah kolonial segera mengirimkan bantuan. Melalui Tuan Controleur di Lubuk Sikaping, segera dikirim 200 pikul beras ke daerah yang sedang dilanda kelaparan itu. Laporan ini merefleksikan sistem tanggap darurat di zaman kolonial. Walaupun daerah Sakai cukup terpencil letaknya, dan orang Sakai sendiri masih dianggap suku terkebelakang, Pemerintah tidak lepas tangan dan tetap memberi perhatian kepada mereka. Sejauh sumber-sumber pertama yang dapat dilacak, rasa kebersamaan dan saling membantu ketika terjadi bencana di zaman kolonial cukup tinggi. Di zaman ini, rasa kebersamaan itu malah terasa makin menipis.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 16 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: