Posted by: niadilova | 05/09/2016

Minang Saisuak #274 –Anugerah Bintang Kepada Seorang Guru dan Penghulu Landraad di Padang Panjang (1926)

Anugerah Bintang

Dalam rubrik ‘Minang Saisuak’ kali ini, kita akan melihat sedikit apresiasi Pemerintah Kolonial Belanda kepada seorang guru dan penghulu atas pengabdiannya yang konsisten selama puluhan tahun dalam bidang pekerjaan masing-masing. Kedua orang itu adalah Mohamad Saleh gala Rajo Bagindo, seorang guru Normaalschool, dan Haji Mohamad Said, Penghulu Landraad di Padang Panjang. Perhatikanlah angka-angka yang ditulisan di bagian bawah yang merujuk kepada orang-orang yang disebut dalam keterangan (caption) yang menyertai foto yang dibuat sekitar 1926 ini.

Keterangan yang ada di bawah foto ini berbunyi sebagai berikut: “Baroe2 ini, oléh p.t. [pejabat tuan] Assistent Resident (1) dengan dihadiri oléh Plaats, Mil[itair] Commandant, Directeur Normaalschool (2) dan beberapa toean2 goeroe dan amtenar2 Boemipetera, telah diserahkan kepada toean Moh. Saleh Gelar Radja Baginda, goeroe Normaaalschool Padang Pandjang (3), seboeah bintang pérak kecil dan kepada toean Hadji Mohamad Said, Penghoeloe Landraad Padang Pandjang (4), seboeah bintang pérak besar. P. t. Ass. Resident dengan nama Pemerintah Hindia Belanda berpidato mengenangkan hati kesetiaan kedoea t. t. itoe selama dalam pekerdjaan Negeri, sehingga toean Radja Baginda soedah bekerdja 38 tahoen mendjadi goeroe dengan selamat, dan toean H.M. Said soedah 50 tahoen sebagai Penghoeloe Landraad serta soedah doea kali dengan ini beliau mendapat bintang. Kita poen mendo‘akan, moedah-moedahan kedoea toean2 itoe mendapat selamat dan ‘oemoer pandjang. Amin. M.S.”

“M.S.” yang tercatat di akhir keterangan di atas adalah pengirim foto ini ke Redaksi majalah Pandji Poestaka. Belum diketahui itu singkatan dari nama siapa. (Mungkinkah Marah Soetan?)

Belum diperoleh maklumat tambahan mengenai Mohamad Saleh gala Rajo Bagindo dan Hajo Mohamad Said. Saya sering mendapat email dari beberapa orang di Tanah Air yang bertanya tentang sejarah nenek moyang mereka. Mudah-mudahan ada di antara pembaca yang memiliki tali keturunan dengan kedua orang yang diabadikan dalam foto ini.

Beberapa foto serupa yang mengabadikan sosok-sosok pemimpin tradisional Minangkabau di masa lampau akan diturunkan dalam rubrik ini. Semua dokumen visual dan tekstual itu tentu bermanfaat dalam rangka menyusun sejarah lokal, dalam konteks ini sejarah Minangkabau.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Singgalang, Minggu, 4 September 2016 (Sumber foto: Pandji Poestaka, No. 9, TAHOEN IV, 2 Februari  1926: 186).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: