Posted by: niadilova | 30/06/2016

Nukilan Sejarah Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Cabang Rotterdam

Ketika saya membuka situs Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Rotterdam – dikenal dengan nama ‘PPI-R’ – (lihat http://ppirotterdam.wordpress.com; diakses 28-06-2016), saya sedikit kaget karena di situ dinyatakan bahwa PPI Rotterdam lahir tahun 1985. Dikatakan pula bahwa “PPI-R awalnya adalah sebuah sub-organisasi yang berada di bawah naungan KSEUR Erasmus: […] suatu komisi dekan yang membawahi pelajar Internasional di Universitas Erasmus.” Selanjutnya dikatakan bahwa “PPI-R tidak hanya beranggotakan mahasiswa Erasmus, namun juga [mahasiswa-mahasiswa dari] universitas lain [di Rotterdam], seperti INHOLLAND, HES, HRO, dan IHS.”

Dari uraian itu diperoleh kesan bahwa PPI-R yang eksis sekarang ini belum menelusuri akar sejarahnya. Oleh karena itu saya ingin menambahkan sedikit informasi tentang sejarah terbentuknya PPI-R.

Mungkin kurang diketahui selama ini bahwa PPI-R (PPI Rotterdam) adalah salah satu dari empat cabang PPI Belanda yang paling senior dan sudah cukup tua usianya. Tiga lainnya adalah PPI Delft, PPI Utrecht, dan PPI Amsterdam.

‘P.P.I. tjabang Rotterdam’, demikian namanya pada mulanya disebut, berdiri pada tahun 1952. Hal itu dijelaskan dalam majalah Chattulistiwa/De Evenaar: Maandelijks Contact met Oosterse Studenten in Europa.  Dalam Chattulistiwa/De Evenaar, 6e Jaargang, No. 3, december 1952: 4-5 dijelaskan:

Pada tanggal 28/9 1952 telah dilantik oleh Pembentuk dan Ketua P.P.I. tjabang Rotterdam, anggauta-2 Pengurus P.P.I. tjabang Rotterdam dengan disaksikan oleh Rapat Anggauta P.P.I. tjabang Rotterdam.
Adapun Susunan Pengurus P.P.I. tjabang Rotterdam selengkapnja adalah sebagai berikut:
1. Sahid Martosoebroto : Ketua (Ned. Econ. Hogesschool)
2. Lauw Chuan Thio : Wakil Ketua (N.E.H.)
3. Moeljoto Djojomartono : Penulis I (N.E.H)
4. Sardjono : Penulis II (M.T.S.)
5. Goenadi Nitimihardjo : Bendahari (G.U.A’dam)
6. Salamoen : Komisaris I (Rijks Bel. Academie)
7. O. Mokoginta : Komisaris II (M.T.S.)
8. Soediarso : Ketua bg. Warta (N.E.H.)
9. Soetadi Sukarja : Ketua bg. Peng. Umum (R.B.A.)
10. Wirogo : Ketua bg. Olah Raga (N.E.H.)
11. Imam Soerachno : Ketua bg. Kesenian (N.E.H.)

Walaupun ada kata-kata “[…] telah dilantik oleh Pembentuk dan Ketua P.P.I. tjabang Rotterdam”, bukan berarti  bahwa tgl. 28 November 1952 adalah  tarikh terbentuknya PPI Cabang Rotterdam secara resmi. Dijelaskan bahwa PPI Cabang Rotterdam secara sah telah berdiri pada 12 Juli 1952, yaitu “hari permulaan bekerdja para tjalon Pengurus PPI Tjab[ang] Rotterdam untuk PPI Tjab[ang] Rotterdam,” (Chattulistiwa/De Evenaar, 6e Jaargang, No. 4, februari 1953: 6), yaitu pada hari diadakannya rapat untuk menyempurnakan draft Anggaran Dasar PPI Cabang Rotterrdam (Chattulistiwa/De Evenaar, 6e Jaargang, No. 3, December 1952: 5).

Pada 23 November 1952, dibentuklah sebuah panitia untuk mengubah draft Anggaran Dasar dan membentuk Anggaran Rumah Tangga PPI Cabang Rotterdam yang baru berdiri itu. Selain itu, dibentuk pula sebuah “Panitya Pembentuk Peraturan Tata Tertib P.P.I. Tjabang Rotterdam.”

Adapun Panitia Pengubah Draft Anggaran Dasar dan Pembentuk Anggaran Rumah Tangga PPI Cabang Rotterdam itu adalah sbb:

  1. Salamoen : Ketua
  2. Danardojo : Penulis
  3. Martosoebroto : Anggota
  4. Lauw Chuan Tho : Anggota
  5. Moeljoto : Anggota

Sedangkan Panitia Pembentuk Peraturan Tata Tertib PPI Cabang Rotterdam adalah sbb:

  1. Lauw Chuan Tho : Ketua
  2. Heru Habsaro : Anggota
  3. B. Rachman : Anggota
  4. Arman Sambik : Anggota
  5. Udaja : Anggota
  6. Hary Arbijanto : Anggota
  7. Kwik Tik Tjiauw : Anggota

Setelah terbentuk, PPI Cabang Rotterdam segera bergerak aktif. Mereka mengadakan bergai kegiatan. PPI Cabang Rotterdam juga menyeru PPI Belanda (Pusat), yang waktu itu juga bersekretariat di Rotterdam, untuk meninjau kembali dasar-dasar organisasi PPI Belanda. Organisasi PPI Belanda (Pusat) pada waktu itu terdiri dari beberapa Komisaris yang sekretariatnya beralamat di kota-kota yang berbeda di Belanda. (Misalnya, pada tahun 1955, Komisaris VI yang tugasnya antara lain mengatur diskusi, seminar, dan darmawisata beralamat di Rijnsburgerweg 44, Leiden; lihat Chattulistiwa/De Evenaar, 8e Jargang, No. 4, april 1955: 22).

PPI Belanda (Pusat) sendiri sudah terbentuk sejak tanggal 19 April 1952 dengan sekretariat pertamanya berkedudukan di Delft (Chattulistiwa/De Evenaar, 5e Jaargang, No. 7, Mei/Juni 1952: 3). Majalah Chattulistiwa/De Evenaar sendiri, yang menjadi media (orgaan) untuk berhubungan dengan pelajar-pelajar dari timur (dalam kenyataannya lebih identik dengan Indonesia) yang bersekolah di Belanda, sudah terbit sejak 1947. Tampaknya bulanan ini punya misi memperkenalkan agama Kristen kepada para pelajar timur (khususnya Indonesia), karena ada banyak tulisan yang dimuat di dalamnya berkenaan dengan kekristenan. Bulanan ini (lihat ilustrasi) juga berisi berbagai informasi mengenai kegiatan-kegiatan mahasiswa Indonesia di Belanda di samping informasi-informasi lainnya. Demikianlah umpamanya, Chattulistiwa/De Evenaar memberitakan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang lulus ujian doktor, yang baru datang, yang menikah, anak-anak yang lahir, yang verlof, dan aneka kegiatan kelompok-kelompok/perkumpulan-perkumpulan orang Indonesia lainnya di Belanda, seperti IMKI (Ikatan Mahasiswa Katolik Indonesia), Rukun Peladjar Indonesia, Taman Persaudaraan, PerKi (Persatuan Kristen Indonesia), B.P.P.I.A. (Badan Permusjawaratan Perkumpulan2 Indonesia di Amsterdam),  I.M.P.I. (Ikatan Mahasiswa Psychologie Indonesia), I.P.E.I. (Ikatan Peladjar Enschede dari Indonesia), Jajasan PERMAI (Perumahan Masjarakat Indonesia), K.K.I. (Kring Kedokteran Indonesia, didirikan di Amsterdam tgl. 2 Mei 1954), dan Vereeniging Chung San Hui, Piēn Lun Hui (Chung Hua Hui afdeling Leiden), dan Chin Hui (Chung Hwa Hui afdeling Delft). Selain itu, Chattulistiwa/De Evenaar, yang kelihatannya eksis sampai pertengahan 1960-an, memuat puisi dan ulasan karya seni Indonesia (sastra dan seni lukis), dan  aneka berita mengenai Tanah Air, khususnya berita sosial politik. Salah satu (atau mungkin satu-satunya) mahasiswa Belanda yang sering menulis kritik sastra Indonesia di majalah Chattulistiwa/De Evenaar adalah A. Teeuw yang, sebagaimana telah sama kita ketahui, belakangan menjadi guru besar Studi Indonesia yang terkemuka di Universitas Leiden (lihat Suryadi, “In memoriam A. Teeuw: Kenangan kepadamu Terentang dari Leiden hingga Jakarta”, Kompas, Sabtu, 26 Mei 2012).

Nukilan Sejarah Perhimpunan Pelajar Indonesia

Tak lama setelah berdiri, PPI Belanda menerbitkan majalah sendiri yang bernama Ganeça: Madjalah Persatuan Peladjar Indonesia (PPI). Kelahiran majalah ini diberitakan dalam Chattulistiwa/De Evenaar, 5e Jaargang, No. 8, Juli/Aug/Vacantienummer 1952: 4. Akan halnya sekretariat PPI Rotterdam sendiri, sebagaimana umumnya organisasi-organisasi mahasiswa, alamatnya beberapa kali berpindah, biasanya mengikuti alamat kost ketuanya. Jadi, pergantian pengurus biasanya diikuti pula oleh pergantian alamat sekretariatnya. Demikianlah umpamanya, pada akhir tahun 1954 Sekretariat PPI Cabang Rotterdam baru saja pindah alamat ke  Mathenesserdijk 378b, Rotterdam, menyusul pergantian pengurusnya. Sebelumnya, Sekretariat PPI Cabang Rotterdam beralamat di  Zwaerdecroonstraat 42a, Rotterdam (Chattulistiwa/De Evenaar, 8e Jaargang, No. 2, december 1954: 30). Susunan Pengurus yang baru terpilih pada akhir 1954 (lihat Chattulistiwa/De Evenaar,  82 Jaargang, No. 3, februari 1955: 17) adalah sbb:

  1. Ketua: Soetadi
  2. Penulis I: Hendrobudijanto
  3. Penulis II: Soebagio
  4. Penulis III: A. Marzuki
  5. Bendahari: Moh. Samadikun
  6. Komisaris I: Sasonotomo
  7. Komisaris II: Sih Ing Kian

Tulisan pendek ini hanya dimaksudkan untuk memberi sedikit informasi kepada pengurus PPI-R sekarang tentang akar sejarah PPI-R dari masa lampau yang agak jauh. Sejauh penelusuran kepustakaan yang penulis lakukan, PPI Cabang Rotterdam yang lama itu, kalau boleh disebut demikian, terus aktif sampai tahun 1970-an. Agaknya simpanan eksemplar-eksemplar majalah Ganeça perlu ditelusuri untuk mengetahui lebih jauh dinamika PPI Belanda dalam periode tahun 1950an sampai 1970an. Demikian pula dengan majalah Chattulistiwa/De Evenaar yang banyak mencatat kegiatan-kegiatan perkumpulan-perkumpulan mahasiswa Indonesia Belanda sejak 1940-an sampai 1970-an. Dengan tulisan ringan ini, diharapkan PPI-R terdorong untuk meneliti sejarahnya sendiri untuk mengetahui lebih detail kiprah para pendahulu (predecessors) mereka yang telah menghidupkan PPI Cabang Rotterdam sejak awal 1950an.

Dr. Suryadi – Staf pengajar Department of South and Southeast Asian Studies, Institute for Area Studies, Universiteit Leiden, Belanda

Advertisements

Responses

  1. Memang paling tidak akhir 1960-an sampai dengan awal 1980-an PPI-R tidak exist, pada masa itu mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kuliah di Erasmus sangat sedikit/kurang dari 10 orang.

    Catatan lain dari saya: Walaupun nama perhimpunan adalah Persatuan Pelajar Indonesia, berbeda denga masa awal PPI di Belanda, PPI di seluruh Eropa, termasuk PPI Belandaanggotta-anggotanya hanya mahasiswa, jadi tidak ada yang pelajar, seperti MTS-ers atau pun pelajar-pelajar SIN.

  2. Terima kasih atas tambahan keterangan dari Pak Tarmizi. Komentar dari Pak Tarmizi untuk tulisan ini di KOMPASIANA juga sangat bermanfaat bagi pembaca.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: