Posted by: niadilova | 20/06/2016

Paco-paco Minangkabau #65 – Jurnalis Minangkabau dan ranjau pers kolonial (1926)

Menoeroet peratoeran dalam beberapa tahoen jang achir ini orang-orang jang mendapat hoekoeman pendjara di Betawi lantaran perkara politiek atau persdelict, kalau hoekoeman itoe lebih dari 3 boelan dan orang-orang itoe ada dari loear Betawi, ditempatkan dipendjara Tjipinang. Meréka itoe beroléh tempat sendiri ja‘ni ta’ ditjampoerkan dengan orang-orang hoekoeman lain-lainnja.

Menoeroet keterangan dari [surat kabar] Sin Po banjaknja orang hoekoeman lantaran persdelict dan perkara politik itoe ada 50 orang, jaïtoe: 19 orang Djawa, 2 orang Soenda, 5 orang Tiong Hoa, 21 orang Soematera Barat, 1 orang Soematera Timoer, 1 orang Batak, 2 orang Atjéh, dan 2 orang Menado. Dalam boelan itoe ada 3 orang jang telah habis hoekoemannja dan ada 2 orang poela jang datang.

***

Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 64, Tahoen IV, 13 Augustus1926, hlm. 1527 [Kroniek]  tentang peraturan untuk narapidana politik atau pelanggar ranjau pers yang berasal dari luar Batavia yang ditempatkan di penjara Cipinang, Batavia. Yang menarik dalam laporan ini adalah: jumlah paling banyak dari tahanan dalam kategori wartawan yang terkena persdelict atau perkara politik ini berasal dari Sumatera Barat, yaitu 21 orang. Itu berarti bahwa para jurnalis Minangkabau pada zaman kolonial sangat vokal dan kritis terhadap Pemerintah Kolinial Hindia Belanda. Semoga catatan ini bermanfaat bagi para penyuka sejarah.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 19 Juni 2016


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: