Posted by: niadilova | 22/05/2016

Minang Saisuak #263 – Pengangkatan Penghulu di Nagari Pandai Sikek (1966)

Minang saisuak - Pengangkatan Penghulu di Nagari Pandai Sikek

Kodak klasik yang kami sajikan dalam rubrik ‘Minang Saisuak’ kali ini mengabadikan para penghulu dan aparat negara yang berfoto bersama di Kanagarian Pandai Sikek pada tahun 1966. Sekarang Nagari Pandai Sikek terletak di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Para penghulu itu mewakili apa yang oleh masyarakat Pandai Sikek sebut sebagai “urang nan tujuah suku salapan indu”. Terlihat di latar belakang Sekolah Dasar Tanjung (masih ditulis dalam ejaan lama), Pandai Sikek. Foto ini (beserta satu foto lain yang terkait) pertama kali muncul di laman FB Andyan Anwar, seorang pengusaha tenunan lokal dan warga Pandai Sikek.

Banyak kawan-kawan virtual Adyan Anwar menanggapi foto ini. Tapi tampaknya tak banyak yang memiliki ‘koneksi historis’ dengan foto ini. Ini jelas terkait dengan budaya kita yang masih bersifat lisan. Dalam budaya yang hanya bertumpu pada cerita dari moncong ke muncung itu data historis akan hilang selepas generasi berganti. Hanya penanggap Idris Abidin yang memberikan keterangan cukup bermanfaat. Menurutnya, penghulu yang duduk nomor dua dari kiri adalah almarhum engkunya Datuak Tunaro nan Balapiah. Wajah-wajah yang lain yang terabadikan dalam foto ini belum dapat dikenali.

Tapi mungkin yang lebih menarik adalah mendiskusikan foto ini secara selintas dari konteks historisnya. Pasti ada yang bertanya: mengapa pula para penghulu ber-saluak timbo, berbaju basiba, dan bertongkat kebesaran, berkodak bersama aparat militer dan polisi, sebagaimana terlihat dalam foto ini?

Tentu semua pembaca sudah tahu bahwa 1966 termasuk tahun kritis penuh gejolak dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pada tahun sebelumnya terjadi kudeta yang tidak saja telah menumpahkan darah beberapa orang petinggi militer di Jakarta, tetapi juga mengorbankan ratusan ribu nyawa rakyat berderai di seluruh penjuru negeri, yang kemudian dikenal sebagai Gerakan 30 S PKI. Presiden Soekarno yang tergelincir jalan akhirnya terpaksa (atau dipaksa) mengakhiri kejayaannya melalui Surat Perintah Sebelas Maret 1966. Maka…air pun telah bah dan tepian tentu beralih.

Selanjutnya tentu kita sudah sama mengetahui: jika rezim berubah, maka seluruh lini administrasi pendukung rezim yang lama tentu akan diganti. Kini giliran penguasa yang baru menyusun kekuatan di segala sektor, sejak dari pusat sampai ke daerah. Institusi adat dan budaya di Minangkabau tentu tak lepas pula dari upaya penggalangan kekuatan oleh rezim yang baru itu. Di situlah letak konteks sejarah foto ini.

Terlihat di foto ini aparat keamanan (tentara dan polisi) yang merepresentasikan kekuasaan rezim yang baru berfoto bersama para penghulu yang baru dilewakan gelarnya. Mungkin di antara mereka yang hadir ada juga wakil-wakil dari pemerintahan sipil. Foto ini mengabadikan bagaimana Orde Baru, di bulan-bulan paling awak kekuasaannya, berbenah dan mengkonsolidasi diri di tingkat daerah. Sejarah telah mencatat, Orde itu bertahan selama lebih dari tiga dekade, menghadirkan Indonesia paling stabil dalam segi politik dan ekonomi.

Kini sebuah orde paling baru – Orde Reformasi – telah menggantikan Orde Baru. Orde ini, dengan 5 presiden yang telah memegang tampuknya sampai sekarang (BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Sukarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo), masih belum berhasil menstabilkan jalannya ‘kapal besar’ yang bernama Indonesia. Para penumpang ‘kapal besar’ itu masih terus gaduh tak berkeruncingan, seperti Cina karam.

Suryadi – Leiden, Belanda. (Sumber foto: Facebook Adyan Anwar)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: