Posted by: niadilova | 22/05/2016

Kilas Balik: Pertanyaan M. Isa Anshary Kepada Pemerintah

Muhammad Isa Anshary- Putra Maninjau ‘Singa Podium’ MasyumiDari salah seorang pendengar yang hadir sendiri dalam Rapat Umum Ulang tahun ke 26 “Permai” [Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia] tanggal 17/18-9-1953 di Gg. Kepu Dalam IV Kemayoran Jakarta [yang] dipimpin oleh Suparto, saya mendapat laporan pidato-pidato yang diucapkan oleh pemimpin Permai sebagai berikut:
KARTAWINATA dengan panjang lebar selama l.k. 2 jam menerangkan perjuangannya menegakkan [dan] memupuk Permai sejak 26 th. yang lalu. Kemudian ia menerangkan kepalsuan-kepalsuan dari agama yang diimpor ke Indonesia, terutama agama Islam. Dikatakannya bahwa Nabi Muhammad itu palsu dan bohong, dan al-Quran itu omong kosong belaka. Segala ajaran agama Islam itu palsu dan tidak dapat diterima oleh bangsa Indonesia. Penganjur-penganjur agama Islam di Indonesia ini, yaitu alim-ulama, kiyai-kiyai dan pemimpin-pemimpin Islam, semuanya adalah kaki tangan asing yang mengimpor agama asing itu ke tanah air kita. Mereka itu semuanya anti nasional.

Akhirnya ia menyerukan supaya semua anggota Permai siap sedia menunggu komando dan dekrit dari Bapa Marhaen, yaitu Bung Karno, untuk membunuh dan membasmi kaki rangan agama asing itu dari Indonesia. Katanya: Kita akan mulai nanti membasmi mereka dari kampung kita masing-masing.
Selanjutnya ia terangkan bahwa tidak perlu kita memeluk agama asing, karena agama asli dari nenek moyang kita sudah ada, yaitu “Agama Kuring”, yang meyakini bahwa Tuhan itu ialah tenaga yang ada dalam diri manusia.
WERDOJO sebagai pembicara ketiga menganjurkan persatuan yang kuat, cinta kepada tanah air, [dan] percaya kepada diri sendiri. Kemudian ia menyerukan supaya segenap anggota Permai siap sedia dari sekarang untuk membasmi kaki-tangan asing yang berkedok agama di Indonesia ini.
Di antara sambutan-sambutan, wakil dari Komisariat PNI Jakarta Raya menerangkan bahwa pada waktu ini tenaga-tenaga konstruktif dan dekstruktif berjalan bersama-sama. Tapi nanti akan datang suatu masa, tenaga desktruktif dan anti nasional itu akan kita basmi [dan] kita musnahkan.

Bersama ini saya menyampaikan pertanyaan kepada Pemerintah dengan harapan kiranya mendapat jawaban selekas mungkin:

  1. Apakah dalam rapat tersebut hadir wakil dari alat-alat Negara seperti DPKN?
  2. Kalau hadir, apakah Pemerintah sudah menerima laporan tentang pidato-pidato yang diucapkan oleh pemimpin-pemimpin Permai dalam rapat itu?
  3. Kalau Pemerintah sudah mendapat laporan, apakah Pemerintah sudah mengambil tindakan, dan apakah [bentuk] tindakan Pemerintah itu?
  4. Sepahamkah Pemerintah dengan penanya, bahwa ucapan-ucapan yang seperti itu mengandung penghinaan kepada umat Islam dan ancaman terhadap kaum Muslimin, dan terang-terang melanggar UUHP (Undang-Undang Hukum Pidana?).
  5. Sependapatkah Pemerintah dengan penanya, bahwa propaganda anti Agama seperti yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin Permai itu hanya layak terjadinya di negara diktatur-komunis seperti Sovyet-Rusia, dan tidak pantas berlaku dalam Negara Republik Indonesia yang berdasar[kan] Pancasila?
  6. Sependapatkah Pemerintah dengan penanya, bahwa suatu Pemerintah yang telah bersumpah di muka Kepala Negara akan menjunjung Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, mempunyai kewajiban moril untuk mencegah-membendung Propaganda anti Agama atau Anarkisme keagamaan seperti yang dilancarkan oleh pemimpin-pemimpin Permai itu?
  7. Sependapatkah Pemerintah dengan penanya, bahwa jika Pemerintah membiarkan aliran Anarkisme keagamaan atau Propaganda anti Agama, itu artinya Pemerintah mengundang Umat Islam menyelesaikan sendiri pembelaan terhadap agamannya? {5}
  8. Sependapatkah Pemerintah dengan penanya, jika demikian halnya, maka pastilah akan timbul hal-hal yang tidak layak terjadi dalam Negara Hukum Republik Indonesia?
  9. Dapatkah Pemerintah menjanjikan kepada Umat Islam bahwa ucapan-ucapan menghina Islam dan mengancam kaum Muslimin seperti yang dilancarkan pemimpin-pemimpin Permai itu tidak akan terjadi lagi dalam Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa?

 

Yang bertanya,

(M. Isa Anshary)

Bandung, 14 November 1953 {6}

***

Sumber: Aliran Islam. Suara Kaum Progresif Berhaluan Radikal [Nomor Madiun Affair], No. 54/55, TAHUN KE VII, NOV./DEC.1953: 5-6). Ejaan disesuaikan, tapi nama-nama orang ditulis sebagaimana aslinya. Angka dalam tanda ‘{ }’ merujuk pada halaman asli majalahnya. Bagian kalimat dalam tanda “[ ]” merupakan tambahan dari penyalin. Cetak tebal berasal dari teks aslinya. Foto M. Isa Anshary direproduksi dari: Aliran Islam.Suara Kaum Progresif Berhaluan Radikal, No. 44, TAHUN KE VII, DJANUARI 1953: 1.

Penyalin: Dr. Suryadi, MA., Leiden University, Belanda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: