Posted by: niadilova | 19/05/2016

Kilas Balik: Instruksi Rahasia Komisariat PKI di Jawa Kepada Anggota-anggota Partainya

DARI REDAKSI

“Mimbar Indonesia” tanggal 5 Nopember 1953 memuat lengkap Instruksi PKI kepada segenap anggotanya, di sini kita kutip selengkapnya. Instruksi yang seperti ini telah banyak disiarkan di seluruh Indonesia, dengan sifat lain.

Instruksi yang kita muatkan ini HENDAKLAH diartikan sebaliknya dari bunyinya.

Seperti Instruksi angka 4 harus diartikan: pemimpin-pemimpin PKI memerintahkan melakukan teror terhadap pemimpin-pemimpin Masjumi.

Cara yang demikian itu telah menjadi tradisi cara berjuang kaum komunis di seluruh dunia. Mereka hendak menegakkan ideologinya (imperialisme baru) di Indonesia dengan membunuh lawan-lawan politiknya.

Begitu ajaran ideologi mereka.

 Begitu perintah markas besarnya di Moskow.

 Kaum Muslimin Indonesia hendaklah waspada, hati-hati dan berjaga-jaga, siap sedia menghadapi segala kemungkinan.

Koresponden kita dari salah satu tempat di Jawa telah berhasil mendapatkan salah satu instruksi rahasia [Partai Komunis] dari salah satu Komisariatnya di Jawa ini. Di dalam instruksi rahasia itu dinyatakan bahwa anggota-anggota PKI setempat hendaknya lebih mempererat hubungannya dengan PNI dan massa dan antara lain instruksi itu menyatakan agar anggota mereka kalau malam jangan tidur di rumahnya. Juga istri mereka yang kurang sadar hendaknya jangan dikasih tahu tentang rahasia partai ini.

KOMISARIAT C.C. PARTAI KOMUNIS INDONESIA JAWA…… PETUNJUK-PETUNJUK UNTUK FUNGSIONARIS PARTAI

Sesudah diumumkannya statemen Partai kita tentang Pembasmia terhadap gerombolan D.I. [Darul Islam] dan lain-lainnya, untuk melaksanakan garis Rakyat dari partai kita telah banyak menimbulkan reaksi dari golongan tertentu yang menyokong gerombolan D.I. itu seperti Masjumi dan Partai Sosialis Indonesia. Mereka menghantam Partai kita dengan tak mengenal malu, dengan tuduhan-tuduhan palsu bahwa Partai kita adalah agen Moskow, momprador imperialis Moskow dll.nya. Reaksi Masjumi/P.S.I. yang berwujud serangan terhadap Partai kita memang sudah diorganisir sejak lama, semasa mereka memegang kekuasaan Negara. Sekarang mereka cetuskan adalah dengan opzet politik untuk mengalihkan perhatian Rakyat dan Pemerintah dalam menghantam gerombolan D.I. dan supaya masyarakat melihat kepada pertentangan Partai kita dengan Masjumi dan P.S.I. sekarang.

Muslihat ini dijalankan, langsung atau tidak langsung, sadar atau tidak sadar untuk melindungi gerombolan D.I. yang menentang Rakyat. Inilah satu-satunya mereka sekarang berusaha untuk mencetuskan sentiment Islam terhadap partai kita, dan dengan begitu D.I. sendiri akan leluasa bergerak meluaskan daerah dan kekuasaannya. {33}

Dalam menghadapi keadaan yang serupa itu, untuk menjalankan kewaspadaan politik yang dipesankan oleh C.C., maka jagalah bahaya “Provokasi” yang mungkin terjadi.

Berpeganglah pada provokasi Madiun dan razzia Agustus yang lalu, dan untuk menjalankan kewaspadaan politik yang baik untuk menghasilkan atau berhasilnya usaha provokasi, maka bersama ini kami instruksikan kepada kawan-kawan fungsionaris-fungsionaris SC dan OSC supaya dengan kebijaksanaan menjalankan tugas pekerjaan baru sebagai berikut:

  1. Eratkan perhubungan Partai kita dengan massa, dan sedetikpun jangan sampai renggang.
  2. Janganlah menghamburkan tenaga-tenaga ke luar untuk diketahui oleh reaksi, dan , persedikitlah perwakilan ke luar, baik dari Partai, SOBSI, RTI, dan Pemuda Rakyat.
  3. Simpanlah baik-baik tenaga yang sudah maju dengan pengertian, kerjakanlah mereka secara geruisloos di tengah-tengah massa, dan untuk perwakilah ke luar majukanlah tenaga-tenaga yang baru yang sudah dapat dipertanggungjawabkan ideologi, politik dan moralnya.
  4. Untuk menjaga kemungkinan terrorisme lawan-lawan Politik Partai kita (Masjumi, P.S.I.) sekarang, yang sudah dengan sendirinya mendapat dukungan dari gerombolan-gerombolan D.I., maka kalau jalan malam mesti hati-hati, dan sedapat-dapatnya kalau tidur jangan di rumah, tetapi kalau tidak bisa harus memakai kewaspadaan. [Be]kerja samalah dengan RKKS d kota….; Sarekat-sarekat Buruh, Sarekat-sarekat Tani, Pemuda, Wanita, dan lainnya di daerah Jawa…..ini, untuk jangan terulang sikap kita dalam menghadapi razzia Agustus yang lalu.
  5. [Be]kerja samalah sebaik-baiknya dengan Fungsionaris-fungsionaris PNI di daerah-daerah yang sekarang garis politiknya menentang D.I., T.I.I., Masjumi, [dan] PSI yang parallel dengan Partai kita.
  6. Istri-istri kawan-kawan Fungsionaris Partai yang kurang kesadarannya tidak perlu dikasih tahu tentang kemungkinan itu untuk menghindarkan “kebocoran” rahasia Partai.
  7. Bagi kawan-kawan baru terangkanlah sebaik-baiknya tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi itu.
  8. Buatlah kampanye massal untuk menghantam D.I., T.I.I. dan lain-lainnya dengan pengertian garis massa dari Partai kita itu benar-benar dijalankan, dan dengan begitu massa tidak akan mudah diprovoseer oleh kaum reaksi yang masih berselimut dalam lingkaran massa.
  9. Telanjangilah di hadapan massa tentang ikut campurnya Masjumi/PSI menyokong gerombolan DI, TII, dll.
  10. Dalam menangkis serangan reaksi Masjumi/PSI, yang menuduh Partai kita agen Moskow dan lain-lainnya itu di hadapan massa, gunakanlah brosur pemimpin kita kawan D.N. Aidit tentang “MENEMPUH JALAN RAKYAT” [yang menjelaskan] bagaimana sikap kita terhadap Sovyet Uni sebagai Negara Sosialis yang terkuat di dunia ini di samping Negara-negara Demokrasi Rakyat seperti RRT, Bulgaria, Cekoslowakia, dll. Dengan jalan massa itu hapuslah kecurigaan massa terhadap Partai kita, malahan menebalkan setia kawan terhadap Partai kita.
  11. Dalam Resepsi-resepsi pun, baik yang diadakan oleh partai dan neven-organisasi Partai ataupun oleh partai dan organisasi lain, penelanjangan terhadap DI, TII, dll., pengkhianatan Masjumi/PSI terus menerus dan tak kenal berhenti supaya dijalankan, untuk menarik simpati hadirin terhadap Partai kita.
  12. Pergunakanlah sebaik-baiknya kesempatan sekarang ini untuk mempengaruhi opini aparat-aparat Negara (tentara, polisi, pamongprojo, dll.nya) {34} dalam menghantap DI, TII dan lain-lainnya dengan menggunakan Pidato Presiden Sukarno tanggal 17-8-1953 melalui jalan Audiens, ceramah-ceramah Partai, [dan] hubungan perseorangan dan kekeluargaan, untuk biasanya membenarkan sikap Partai anti DI, TII dll.nya itu.
  13. Terhadap orang-orang Partai Masjumi/PSI di daerah lingkungan anggota-anggota Partai berada tinggal, supaya setiap hari dapat mengawasi gerak-gerik mereka, hubungan mereka dengan gerombolan, dan sewaktu ada keadaan yang mencurigakan lekaslah [ber]hubungan dengan instansi tertinggi dari Partai di daerah kawan-kawan itu berada, untuk segera dilaporkan kepada yang berwajib. Untuk daerah ini supaya benar-benar mengamat-amati Organisasi Masjumi [dan] NU yang meluas di desa-desa Jawa….ini. Untuk keperluan itu supaya ada kerja sama yang erat dengan RTI, BTI dan sarekat-sarekat Tani lainnya yang anti DI, TII dan lain-lainnya itu.
  14. Sebagai penutup, janganlah sekali-kali rahasia Partai ini diberitahukan kepada umum.

Melaksanakan titik 1 s/d 14 tsb di atas tadi memang sangat berat sekali, untuk itu perlu didiskusikan semasak-masaknya dengan fungsionaris-fungsionaris Partai-partai, SC-SC, dan OSC-OSC. Kelengahan dalam menjalankan sikap di atas berarti menghapuskan kewaspadaan politik kita. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan sebaik-baiknya antara pembagian pekerjaan antara satu kawan dengan [yang] lainnya.

Tentang hasil-hasil diskusi dalam pelaksanaan kerja di atas dibutuhkan sekali laporan kepada Komisariat, selambat-lambatnya dalam penghabisan bulan September ini.

Hanya saja laporan itu jangan sekali-kali dikirimkan via pos, tetapi dikirimkan via kurir.

 

Tanggal 25 Agustus 1953

Komisariat,

ttd

 

Instruksi Rahasia Komisariat PKI

{35}

***

Sumber: Aliran Islam. Suara Kaum Progresif Berhaluan Radikal [Nomor Madiun Affair] No. 53, TAHUN KE VII, OKBER 1953: 33-35). Ejaan disesuaikan, tapi nama-nama orang dan lembaga ditulis sebagaimana aslinya. Angka dalam tanda ‘{ }’ merujuk pada halaman asli majalahnya. Bagian kalimat dalam tanda “[ ]” merupakan tambahan dari penyalin. Cetak miring dan ilustrasi berasal dari teks aslinya.

Penyalin: Dr. Suryadi, MA., Leiden University, Belanda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: