Posted by: niadilova | 16/05/2016

Minang Saisuak #262 – Kunjungan kerja PM Abdul Halim ke Palembang (1950)

PM Abdul Halim

Dalam rubrik ‘Minang Saisuak’ edisi Minggu, 27 Maret 2016 sudah kami turunkan profil Perdana Menteri Dr. Abdul Halim, putra Minangkabau asal Bukittinggi yang pernah menjadi Perdana Menteri (PM) Indonesia di tahun 1950-an.

Dr. Abdul Halim dilahirkan di Bukittinggi tgl. 27 Desember 1911. Kemenakan Mr. Assaat, acting Presiden Republik Indonesia semasa RIS (Republik Indonesia Serikat; profil Mr. Assaat sudah kami turunkan dalam rubrik ini tgl. 17-1-2016) tercatat sebagai Perdana Menteri Indonesia ke-4, menjabat dari 16 Januari 1950 hingga 5 September 1950. Beliau terkenal sebagai politikus yang bersahaja. Beliau disebut-sebut sebagai orang akademis yang tersesat ke panggung politik. Banyak waktu dalam hidup Dr. Halim dihabiskan sebagai dokter dan administrator Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dr. Abdul Halim meninggal di Jakarta pada tgl. 4 Juli 1987.

Foto yang kami turunkan kali ini mengabadikan kunjungan PM Halim ke Palembang. Konteks foto ini adalah suasana politik di akhir masa hidup Republik Indonesia Serikat (RIS). PM Halim pergi ke Palembang menyusul pembubaran Negara Sumatera Selatan (NSS). Akibat pembubaran itu, muncul sedikit chaos terkait dengan penyusunan administrasi yang baru di wilayah Sumatera Selatan. Di tingkat akar rumpun timbul pro kontra mengenai pemimpin lokal dan para pesirah. Ada yang berpendapat pesirah itu harus diganti karena pro Belanda, pesirah ini harus diangkat karena telah berjasa kepada republik. Akan tetapi para pesirah yang lama berargumen bahwa mereka bekerja karena situasi pada zaman itu (zaman Belanda) memaksa mereka untuk bekerja dengan Belanda. Itu bukan berarti mereka tidak mencintai bangsanya.

Dari 4 Mei hingga 14 Mei 1950 dua utusan dari Panitia Tetap Dalam Negeri dan Kehakiman Parlemen RIS, Sonda Daeng Mattajang dan Mohammad Tauhid, datang ke Palembang untuk mempelajari keadaan di lapangan. Menyusul kemudian kedatangan PM Halim ke Sumatera Selatan, sebagaimana diabadikan oleh foto ini. Di Palembang, PM Halim berpidato di hi dapan massa rakyat untuk menenangkan mereka.

Sejarah telah mencatat bahwa PM Halim memegang  rol penting dalam pembubaran RIS dan membawa Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan: NKRI.

Singgalang, Minggu, 15 Mei 2016  (Sumber foto: Madjalah MERDEKA 21 Th.III 27 Mei 1950, hlm.7). Suryadi – Leiden, Belanda.


Responses

  1. Reblogged this on Bukit Tinggi Heritage and commented:
    PH Halim di Palembang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: