Posted by: niadilova | 29/04/2016

Kilas Balik: Bertendenz “Adu domba”

Kata Partai Islam Perti: Tentang Pidato Presiden mengenai Negara Islam

Siradjuddin AbbasDewan Tertinggi Partai Islam Perti, dalam rapatnya di Jakarta tanggal 5 Februari 1953, telah menetapkan dengan suara bulat untuk melahirkan pernyataan penyesalan dan tidak redha kalau memang benar ada Presiden melahirkan pidatonya di Amuntai Kalimantan [tgl. 27 Januari 1953] ketika memuja-muja Panca Sila sebagai berikut: “Kalau kita dirikan Negara yang berdasar Islam maka banyak daerah-daerah yang penduduknya tidak beragama Islam akan melepaskan diri, misalnya Maluku, Bali, Flores, Timor, Kay Sulawesi, dan juga Irian Barat yang belum masuk wilayah Indonesia tidak akan mau ikut dalam Republik.”

Pidato itu disesalkan karena:

  1. Sebagai Kepala Negara, Presiden seharusnya jangan terlibat dalam pertentangan ideologi-ideologi yang sedang bergolak dalam negeri; Pidato yang sekarang ini terang-terangan[an] sudah menguntungkan satu pihak.
  2. Dasar Negara Republik Indonesia yang akan datang, seharusnya diserahkan kepada Dewan Konstituante secara demokratis, bukan kepada pikiran-pikiran dan pendapat-pendapat Presiden seorang diri.
  3. Dasar Panca Sila, yang selalu diagung-agungkan Presiden, belum pernah dinilai mutunya oleh satu Dewan Perwakilan Rakyat yang representatif; Panca Sila masih banyak kekurangannya dan belum tegas sifatnya untuk diambil sebagai dasar Negara.
  4. Sebagai Kepala Negara, selayaknya [Presiden] janganlah siang-siang melahirkan akan adanya perpecahan di dalam Republik, kalau Negara Republik [Indonesia] berdasarkan Islam dengan kemauan rakyat yang terbanyak, karena Islam memerintahkan untuk menjamin kehidupan masyarakat agama lain di dalam negara Islam.

Pidato Presiden sekali ini bertendenz “adu domba” dan menggelisahkan umat Islam.

Selain sesalan, maka Partai Islam Perti mendesak kepada Menteri yang bertanggung jawab atas pidato itu untuk mencabutnya, agar jangan tambah mengeruhkan suasana.

Ditandatangani oleh:

(H. Siradjuddin Abbas) {[10]}

***

Sumber: Aliran Islam. Suara Kaum Progresif Berhaluan Radikal No. 46, TAHUN KE VII, MARET 1953: [10]. Ejaan disesuaikan. Angka dalam tanda “{ }” merujuk pada halaman asli majalahnya. Kata-kata dalam tanda “[ ]” merupakan tambahan dari penyalin. Ilustrasi juga ditambahkan oleh penyalin, yang diambil dari majalah Pesat.Mingguan Politik-Ekonomi & Budaya, No. 46, Th X, 13-2-1954: 8.

Catatan: Tentang Perti, lihat: https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Tarbiyah_Islamiyah, dan tentang H. Siradjuddin Abbas, lihat: https://niadilova.wordpress.com/2016/03/14/minang-saisuak-255-siradjuddin-abbas-1905-1980-tokoh-perti-yang-jadi-menteri/ (diakses 28-04-2016).

Penyalin: Dr. Suryadi, MA, Leiden University

Advertisements

Responses

  1. Reblogged this on Bukit Tinggi Heritage and commented:
    Perihal Dasar Negara


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: