Posted by: niadilova | 25/04/2016

PPM #59 – Pembersihan orang Komunis: Siaga di Solok (1927)

Tentera marechaussee jang meronda didaérah Solok telah mengetahoei seboeah perhimpoenan rahasia jang didirikan oléh kaoem kominis, ja’ni sesoedahnja menangkap beberapa orang propagandist. Dalam penghabisan boelan Maart atau selambat-lambatnja sehabis boelan Poeasa meréka akan mengadakan peroesoehan dan dari Batoe bakarak akan menjerang Solok. Seorang dari orang-orang jang ditangkap tadi mengakoe diangkat mendjadi kolonél dari pergerakan tsb. Kedoedoekan kaoem perosoeh dikampoeng Kenari [Kinari]. (A)

Dari Padang Aneta mewartakan t. Rhemrev, commandant tentera marechaussee di Pariaman Selatan oléh Negeri dititahkan mengepalaï tentara marechaussee di Siloengkang, akan mendjaga keamanan afd. Solok. Di Siloengkang diadakan tentara infanterie. (J.B.) (B) 

     Padang, 19 April (Aneta). Oesaha militér didaerah Solok, jang  dikepalaï oléh t. Major Rhemrev terdiri dari 3 brigade Infanteri dan 1 brigade marchaussee dibawah pimpinan t. Kaptén Akkersdijk, telah berhasil. Malam Senin tanggal 18 April oléh patroli, jang dikepalai oléh t. Létnan Eygenstein telah ditangkap: seorang pemimpin kominis jang telah ½ tahoen lamanja ditjari; hadji Moenek, dan 120 orang toekang djoeal kartjis serta perampok-perampok; 80 poetjoek péstol dan 70 poetjoek senapan gelap.

     Péstol-péstol itoe semoea masih baroe dan satoe matjam sadja. Roepanja asal[nja] dari toko sendjata Éropah di Padang.

      Tiga orang kominis dari Soelitaïr jang tertangkap menerangkan bahwa meréka dapat perintah dari teman-temannja soepaja memboenoeh assistent Demang di Soelitaïr.

     Hari Senin Naäbas, pemimpin kominis dari Ommelanden, tertangkap dekat Emmahaven. Temannja seorang poela beloem terdapat. (J.B.). (C)

***

Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 25, Tahoen V, 29 Maart 1927: 425 [Kroniek] (A), Pandji Poestaka, No. 28, Tahoen V, 8 April 1927: 468 [Kroniek] (B), dan Pandji Poestaka, No. 32, Tahoen V, 22 April 1927: 526 [Kroniek] (C) tentang penangkapan-penangkapan terhadap para pengikut komunis oleh pasukan marsose kolonial di daerah Solok dan sekitarnya.

Dari ketiga laporan di atas dapat dikesan bahwa paham komunis sudah sampai ke desa-desa di pedalaman Minangkabau. Tampaknya persenjataan mereka cukup banyak dan beragam, termasuk jenis senjata api. Dalam pemerolehan senjata api itu, ada juga kolaborasi dengan para pedagang senjata gelap dari toko milik orang Eropa di Padang. Namun, sebagaimana telah dicatat dalam sejarah, pemberontakan Komunis 1926 di Sumatera Barat terkesan prematur dan tidak terkoordinasi, sehingga dengan mudah dapat dipadamkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 24 April 2016


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: