Posted by: niadilova | 18/04/2016

PPM #58 – Huru-hara Komunis di Pulau Tello (1926)

      Padang, 20 Mei (Aneta): Barangkali karena dihasoet oléh kaoem kominis, beberapa orang poelau Batoe diiboe kota Poeloe Tello soedah merampas radja kaja beberapa pendoedoek kota itoe. Banjak sendjata jang ditjoerinja. Kemoedian meréka itoe melarikan diri kepoelau Pini dan disitoe diboeatnja sematjam bénténg. Kabarnja meréka berniat hendak menjerang Poeloe Tello.

      Kelamarin soedah tertangkap dan dibawa ke Padang tiga orang [dari] Poeloe Tello, diantaranja ada seorang goeroe Boemipoetera. (A)

Tentang kabar peroesoehan dipoelau Batoe itoe (lihatlah dalam kr. P.P. No 41). Correspondent de Loc[omotief]. Di Padang mewartakan, pada tanggal 29 Mei j.l. kepada Sinar Soematera dikabarkan: Semendjak datangnja militér adalah 213 orang jang telah ditangkap. Antara meréka itoe ada orang2 hoekoeman jang dilepaskan dari pendjara oléh kaoem peroesoeh. Ketika kaoem peroesoeh hendak menjerang toean gezaghebber, 50 orang Nias sanggoep mendjadi pengawal toean gezaghebber itoe. Jang demikian itoe menjatakan bétapa besar ketjintaan pendoedoek Nias pada beliau itoe.

      P.t. Resident Arends bersama dengan satoe brigade militér pergi kepoelauan tersebut. (J.B.). (B)

Padang, 3 Juni (Aneta.) Berhoeboeng dengan peroesoehan di Poeloe Tello dipoelau Batoe itoe dikabarkan poela bahwa sampai sekarang banjaknja orang jang ditangkap ada 300 orang. Tetapi pemimpin-pemimpinnja beloem ada jang tertangkap, karena meréka itoe melarikan diri kepoelau-poelau disekeliling tempat tersebut (J.B.). (C)

***

Laporan Pandji Poestaka,  No. 41, Tahoen IV, 25 Mei 1926: 948-49) [Kroniek] (A), Pandji Poestaka, No. 44, Tahoen IV, 4 Djuni 1926: 1015 [Kroniek] (B), dan Pandji Poestaka, No. 45, Tahoen IV, 8 Djuni 1926: 1036) [Kroniek] (C) tentang kerusuhan di Pulau Batu, ibukota Pulau Tello yang terjadi karena hasutan orang-orang komunis.

Pulau Tello (atau Telo), dengan ibukotanya Pulau Batu, terletak di sebelah selatan Pulau Nias dan di sebelah barat Pulau Pini, pantai barat Sumatera. Kerusuhan yang terjadi di sana akhirnya dapat segera dipadamkan oleh otoritas kolonial, tetapi para pemimpinnya belum tertangkap karena mereka berhasil melarikan diri ke Pulau Pini. Otoritas kolonial dengan kawalan tentara yang didatangkan dari Padang menangkap sekitar 300 orang yang dituduh terlibat dalam kerusuhan itu. Gezaghebber setempat selamat dari pembunuhan karena dilindungi oleh 50 orang pengawal Nias-nya.

Lamporan-laporan di atas menunjukkan bahwa penyebaran pengaruh komunis tidak hanya terbatas di daratan Sumatera saja, tetapi juga sampai ke kawasan pulau-pulau yang terletak di pantai barat Sumatera.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 17 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: